"Yan lu mau ikut gak?,ke kantin."kata Dika ke Rian yang sedang termenung
Dika adalah teman masa kecil Rian yang sudah lama berteman dengan Rian, dan Rian adalah tokoh utama dalam cerita cintanya
"gua gak ikut dik,gua lagi malas"
Rian adalah tokoh utama kita dalam cerita ini,dia adalah orang yang periang ceria,tidak seperti dia di SMP dulu,kecuali jika ia mengigat kenangan pahit di masa SMP nya dulu.
Rian pernah suka sama satu cewe, dan cewe itu sangatlah berbeda kepribadiannya dengan Rian di masa SMP, Rian di masa SMP adalah orang yang gak punya kehidupan, malas Melakukan apapun, Dan apalagi bersosialisasi.
dan Rian juga adalah seorang pria yang tidak mudah melupakan apa pun, mungkin karena banyak temannya yang sering meminjam uang ke Rian jadi ingatannya menjadi sangatlah kuat.
dan alasan kenapa dia jadi adalah karena, dia melihat dinni sedang dia sedang kencan dengan pacarnya dan di sana lah Rian patah hati, oleh cewe yang bernama Dinni.
Dinni adalah cewe yang ceria, bahagia dan memiliki senyuman yang sangat manis, manis semanis teh manis tanpa gula, semanis rasa sukanya Rian kepada dia,dan semanis masa masa dia bersama Dinni.
"oh ya udah gua pergi dulu ya"kata Dika ke Rian
Dika meninggalkan Rian yang sendirian di kelas, dan pemandangan itu seperti Rian di masa SMP, diam, sunyi, dan sangat lah tenang di sana
Rian kembali memikirkan masa lalunya, masa lalu, yang mengingatkannya akan betapa indahnya dia bersama dengan Dinni, dan sekarang sosok itu tidak ada, atau bisa dibilang sosok itu sangat mustahil berada lagi di dalam diri Rian.
Rian yang sudah capek memikirkan masa lalu nya dia bangun dari tempat duduknya dan pergi ke kantin,dan di saat Rian sedang berjalan ada seorang cewe yang tidak sengaja Rian tabrak, karena dia tidak terlalu memerhatikan jalan
cewe itu memiliki warna rambut agak ke coklatan, dan dia memakai kacamata yang sepertinya sangatlah cocok dengannya, dan dengan rambut yang sepanjang bahu nya, cewe itu membawa beberapa buku yang sekarang sudah berjatuhan di lantai
Rian membuka pembicaraan dan bilang
"eh maaf ya aku kurang merhatiin jalan"
dan cewe itu membalas
"apa apa kok lagian aku juga tadi lagi berlari"
cewe itu terlihat sedikit terkejut melihat wajahnya Rian.
dan Rian bilang
"hmm?.. kamu kenapa termenung ayo berdiri"
Rian menjulurkan tangannya ke cewe itu
dan cewe itu bilang
"makasih"
dan Rian menjawab
"oh,.. iya gak papa kok"
"oh ya, dimana letak buku buku ini biar gua aja yang bawa, sebagai tanda maaf"
dan cewe bilang
"oke makasih ya"
mereka berbincang di saat sedang berjalan dan tibalah dia di lokal cewe itu lokal 10 D, Rian meletakkan buku buku itu ke tas si cewe dan bilang
"oh ya nama kamu siapa"
dan cewe membalas dan mengatakan namanya
"namaku Dinni, Dinni endika putri, ingat nama ku ya Rian."
"dah ya aku pergi ke ruang ekskul dulu"kata dinni ke Rian
Rian kaget sampai sampai dia tidak berbicara sama sekali.
Rian pergi ke kantin dan duduk di sebelah Dika
"eh lu mau nasi goreng gak?" kata Dika ke Rian
"ga usah"kata Rian ke Dika
"hmmm?.. oh lu udah ketemu dinni"
"eh kok lu bisa tau?"
"ya iyalah kan gua yang bilang dia bahwa lu itu sekolah disini"
"trus kenapa gak lu bilang ke gua?"kata Rian ke Dika
"si dinni nya yang bilang jangan kasih tau dia di sekolah ini"kata Dika ke Rian
"karena katanya dia masih belum siap menemui Rian setelah dia tau bahwa lu itu suka sama dia"
"dan juga dia udah putus bisa tu lu ngejar dia lagi"
"gua, gua gak tau dik, mau ketemu aja gua udah malu apa lagi ngebuat dia jadi pacar gua bisa bisa gua pingsan lagi" kata Rian ke Dika
"well kalau gitu yaudah itu terserah lu mau ngejar di balik, atau nyari yang baru"
"ya gua pikirin dulu nanti, gua mau makan dulu lah"
Rian memesan nasi goreng dan setelah itu dia masuk ke kelas dan saat di kelas dia tidak memerhatikan pembelajaran dia memikirkan tentang pertemuannya dengan Dinni tadi
dan saat di jam pulang Rian sudah bertekad buat nyapa dia dan menunggunya di pagar sekolah dan terlihatlah dinni
Rian menyapa dia dinni dan menawarkan beberapa bakso bakar yang dia beli tadi, dinni menerimanya dan berbicara ringan, dan Rian berkata
"kamu mau nebeng gak sampai Rumah"
dinni menolak dan bilang
"gak papa kok aku bisa pulang sendiri"
Rian bertanya
"emang kamu pulang pake apa"
dinni membalas
"aku biasanya jalan kaki"
Rian bilang
"yaudah kamu ikut aja, gak mungkin juga gua biarin cewe pendek kayak kamu jalan, nanti malah di karungin orang lagi dikiranya kamu anak SD"
"aku gak sependek itu juga Rian manusia nolep,"
"masa iya kamu gak pendek bahkan aku belum yakin kamu bisa buka pintu apa enggak"
dinni ngambek dan bilang
"yaudah kalo gitu gua pergi dulu"
Rian bilang
"beneran nih, nanti acara favorit kamu bisa habis Lo"
dinni memikirkan kembali keuntungan yang dia dapat dari nebeng sama Rian, dia jadi gak cape, acara favoritnya yang ada di tv juga pasti masih sempat dia nonton
dinni berbalik badan dan bilang ke Rian
"sesuai aplikasi ya bang"
Rian bilang
"emang gua ojek apa, yaudah lu naik biar gua anterin"
Rian dan dinni boncengan
Rian bilang ke dini
"pegangan dik nanti terbang lagi"
dinni bilang
"udah aku bilang aku bukan sekecil itu"
"beneran,? rasanya lebih besar bantal ku deh daripada kamu"
"bantal kamu aja yang tinggi nya setinggi atap rumah kamu"
mereka bercanda gurau seperti waktu dulu dan menit itu adalah menit yang paling menyenangkan bagi nya
dan sampai lah Rian di rumah dinni
"dah ya aku masuk dulu ke rumah makasih udah anterin aku"
dan Rian membalas
"oke bye"
dinni masuk ke dalam rumah dan Rian pergi dan pulang kerumahnya
keesokan harinya di sekolah Dika bilang ke Rian kalau dinni itu punya pacar dan bilang kayak gini
"Yan lu tau gak kalo dinni punya cowok di sekolah ini"
Rian dengan muka datar bilang
"oh gitu yaudah yang punya pacar dia kan kenapa gua harus heboh, biarin aja dia bahagia sama pacarnya"
"trus lu bakal ngapain lagi nanti"
Rian menjawab
"gua bakal melanjutkan hidup gua apa susah nya lagian kalau dinni pacaran, yaudah gua jadi temannya aja"
"yaudah ya gua ke kantin dulu lu ikut gak"
"oh iya nanti gua nyusul lu trus aja"
Rian pergi ke kantin dan di tengah jalan dia melihat dia dan menyapanya
"kamu mau ke kantin juga pendek"
dinni membalas
"aku gak pendek, dan aku juga lagi ke kantin"
Rian membalas
"mau barengan gak biar kamu nanti gak di karungin orang"
dinni membalas
"males ah kamu bercanda trus gitu"
Rian bilang
"ok gua gak bercanda lagi,oh ya,.. temen gua bilang kamu punya pacar ya?"
"kalau aku punya cowok apa yang bakalan kamu lakuin, pergi lagi gitu?"
"ngapain juga gua pergi kan gua teman lu, gua gak bakalan pergi walaupun kamu sudah punya cowok."
dinni tiba tiba memeluk aku, walaupun pemandangan nya Adik SD dan kakak yang SMA yang penting dia memeluk aku dengan pelukan hangat dan bilang
"kamu mau gak jadi pacar aku" dinni bilang ke aku
Rian terlihat kaget dan bingung
"trus cowok kamu gimana"kata Rian
dinni tersenyum dan bilang
"gua gak punya cowok Yan"
"dan kalaupun ada cowoknya itu adalah kamu"
Rian tersenyum kecil karena merasa malu di godain dan bilang
"gua.... gua mau aja Nerima kamu bahkan aku berharap kamu mau jadi pacar aku, kamu yakin kamu mau punya cowo kayak aku"
"aku bakalan Nerima kamu yan, setulus ketika kamu membiarkan perasaan mu hilang karena aku"
keheningan datang dan beberapa detik itu sangatlah detik yang berharga dalam hidup rian
dan tiba tiba Dika datang dan bilang
"hey anak sekolah masih belum cukup umur buat ngelakuin itu"
mereka berdua malu karena gak sadar telah di perhatian dari tadi
"yaudah ya gua pergi ke kantin dulu, oh ya, tentang cowo dinni,kata temen gua dia orang yang ngeboncengin dinni kemarin dan kayaknya emang bener dia cowok dinni "kata Dika
Dika pergi ke kantin tanpa rasa bersalah sedikit pun
"dasar Dika emang manusia aneh"kata ria
"ya sikapnya emang kayak gitu ya gimana lagi" kata dinni
"dasar anak itu dia gak bilang kalo dia lihat,Din kamu mau ikut juga ga-..."
dinni tiba tiba menarik Rian dan menciumnya dan bilang
"aku pergi dulu ya sayang" kata dinni ke Rian
Rian terdiam dan tersenyum tipis, setelah dia tau bahwa Dinni, cewe yang sangat dia sukai juga menyukainya.