suatu ketika aku duduk di tepi pantai aku sangat terpuruk dan dan diam membisu ketika hari itu sangat membuat ku tidak bisa berbuat apa apa bagaikan tangan dan kaki ku di jerat rantai kemarahan.
saat itu pula datang se ekor anjing 🐕 mungil yang lucu dan bersih, aku pun menghampirinya dan membelai bulunya yang harus dan menawan itu sambil membisik di telinganya hai...anjing kecil kau tetap di sini yah menemaniku dan menghibur ku,jikalau kau mau aku jadikan kau sebagai sahabat sejati ku dan Dimana aku berada kau tetap temani aku.
hai 🐕 anjing kecil boleh kah aku beri nama muh?? dengan sakingnya mengerti anjing itu lalu ia mengangkat kepalanya sambil mencium kedua jari tangan ku., akhirnya aku senang dan sambil tersenyum karena anjing itu mau di beri nama, akhirnya aku panggilnya partner.
tiba tiba datanglah lah hujan deras dan angin yang begitu ganas saat itu. aku memeluk erat partner sambil berlari menyusup di bawah pondok yang berdekatan di sekitar situ, aku takut ia kedinginan dan terkenah basah hujan.
ketika aku dan partner berlindung di bawah pondok, saat itu aku merasa lelah dan mengantuk akhirnya aku tertidur lelap. memang saat itu aku terbawa suasana yang membuat aku ketiduran. ketika aku tidur aku tak tau lagi partner lagi apa.
saat itu partner tidak bisa tidur karena perutnya belum di isi dengan makanan, akhirnya dia harus mencari makan. seketika aku bangun dari tidurku aku menengok ke samping kiri,kanan, belakang dan depan aku tak melihat partner.lalu aku memangilnya patner.....patner.....di mana kau..ayoh lekas pulang hari sudah gelap.
tibah tibah datanglah seorang kakek yang mempunyai pondok kecil itu lalu berkata Hay anak muda sedang apa kau di sini, lalu aku berkata aku berlindung dari hujan deras tadi kakek. kakek pun bertanya apa kau sendirian? aku pun berkata tidak kakek aku bersama patner ku kakek. oh....dimana dia? kakek bertanya lagi kepada ku lalu aku menjawab aku kehilangan dia saat aku tadi ketiduran kek kakek itu bertanya lagi patner itu kekasih mu?? aku menjawab bukan kek patner itu si anjing kecil ku.
kakek sibuyut itu mengajak aku temaninya untuk mendengar sebuah kisah dari kakek itu. tentang anjing peliharaannya . lalu aku dengan senang hati berkata oh..boleh.boleh kakek,lalu kakek pun bercerita tentang anjing peliharaannya. dulu kakek memelihara se ekor anjing dan dia pintar sekali dia selalu menjaga kakek di saat kakek tidur di malam hari. dia selalu membantu kakek mengumpul kan ranting kayu,mengambil piring sendok dan banyak hal yang sering dia buat kepada kakek.
waktu itu kakek pergi ke kolam membuang jala kakek lupa bangunin anjing kakek dan, kakek terburu buru karena kakek harus tiba di kolam itu sebelum sinar matahari datang dan banyak orang yang datangi kolam itu., karena di sekitar situ hanya ada satu kolam yang biasanya di datangi belasan orang untuk membuang jalah, kolam itu pun besar sekali.
sore hari kakek pulang dan tak melihat anjing itu lagi. sekilas dari cerita kakek tadi ia sampaikan bahwa anjing pun membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari seorang manusia,jikalau kita Tidak membuatnya merasa nyaman maka ia akan pergi meninggalkan kita.
aku pun terharu mendengar cerita dari kakek si buyut itu sambil memikirkan patner yang belum datang., setelah mendengar cerita kakek itu aku membilang terima kasih kek sudah berbagi cerita untuk aku.aku pun senang mendengarnya dan masi merasa kurang untuk mendengarnya tetapi hari sudah malam dan aku harus pulang.
kakek berkata pulanglah anak muda istirahat dan tidur yang nyenyak yah...ha...ha...ha...sambil ketawa kakek sibuyut itu lalu aku menjawab dengan senyum.,baik kek.
ke esokan harinya aku kembali ke pondok kakek sibuyut itu. dari jau aku melangkah aku sambil siul siul. sampai dekat aku melihat patner lagi tidur sambil menatap aku dengan tatapan kesedihannya akupun tak sanggup melihat patner sedih. dan aku memanggilnya Hay patner aku minta maaf ya soal kejadian kemarin karena aku ketiduran dan tidak memikirkan kalau kamu sedang lapar.
patner sedih mengeluarkan suara kecil sambil memeluk kaki ku. lalu aku mengendong patner dan mengajak patner untuk berenang di air asing. patner senang ketika mandi air asing.
setelah aku dan patner berenang di air asing, patner mengajak aku untuk menjemur badan di terik matahari pagi, aku pun ikut ajakan dari patner karena aku tak mau kehilangan patner lagi.
setahun lamanya hari hari aku menjalani hidup bersama patner tak terasa aku Sudah semakin tua, dan patner pun Sudah dewasa kalau di samakan dengan umuran manusia Sudah hampir 25 tahun., saat itu aku sudah mulai menghadapi kehidupan yang sulit.
saat itu pula patner Sudah harus mencari pasangannya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. akhirnya aku kadang kesepian dan menyendiri. pada waktu itu aku mulai sakit, dan tak mampu lagi mencari makan akhirnya aku terjerat di pondok derita.
suatu ketika datanglah sore hari dengan membawa sansaid yang bersinar menyinari di sekitar ujung tanjung. di situ lah aku di duduk menanap ke indahan alam saat itu, terasa aku mengingat kembali di masa mudah ku. makan yang enak berpakaian yang rapi dan neces berpotongan rambut yang rapi membuat ku di saat itu semakin percaya diri.
semua kenangan itu hanya bisa aku kenang dan tak bisa kembali seperti saat itu. sementara menatap sansaid aku pun terasa lelah karena sudah tiga hari menjalang empat hari aku tidak makan.aku hanya bertahan hidup dengan air putih yang rasanya juga agak asing.
aku berpikir mungkin sore ini aku akan meninggalkan dunia ini. setelah itu aku membaringkan tubuh ku dengan rapi di atas pasir putih yang halus dan hangat itu, menunggu tiba ajal ku.
tiba tiba ada sentakan kaki terkena daun kering yang berjatuhan, aku mendengar dan terus menikmati tidur indah ku. saat itu aku mendengar nafas yang berkepanjangan sambil membangunkan aku...lalu aku bangun dan melihat patner berada di samping sambil mengeluarkan air matanya..lalu aku melihat ia memangis dan di tangannya ada korek api dan roti 🍞,air dan se ekor 🐟 ikan. lalu aku memeluknya dan berbisik di telinganya mengucapkan terima kasih patner.
di saat itu patner tak lagi meninggalkan ku sampai tibah ajal ku datang menjemput ku.
akhir cerita singkat seekor anjing menemani seoarang pemuda sampai akhir hayat.
*Karya....*
# EDY JHASON#