Gue Violet Agta Remaja yang berumur 16 tahun yang hidup di keluarga sederhana -eitss kalian jangan pikir gue ini anak yang hidup nya sederhana".Kini Gue berada di depan cermin menatap gadis yang memiliki kulit sawo matang,Rambut panjang yang ku untun sedikit dan Mata yang sedikit besar.
"Oke sip dah cakep pake lipstik nya udah,bedak nya nya udah,I shadow nya udah,lensa mata udah oke siap pergi"
Gue lalu pergi ke pintu untuk memakai sepatu."BUUU UANG JAJAN VIO MANA"Teriak gue yang memanggil sang ibu untuk kemari.
"Astaghfirullah Violet jangan teriak teriak gitu ah,masih pagi lho"Ucap ibu sambil menggelap tangannya yang basah.
"Ayolah Bu Vio ini mau telat,ibu kalo mau ceremahin Vio nanti pulang sekolah yah"Ucapku sambil mengambil Uang Jajan.
"Kok cuma segini sih Bu kurang!"
"Ibu belum gajian nak"
"Ah Ibu Pelit"Ucapku lalu pergi begitu saja.
"Astaghfirullah kapan anak itu berubah,Mas kenapa kamu harus pergi begitu cepat kenapa"Batin ibu,yang menangis menatap langit langit atap rumah.
"Deg!kok hati gue serasa sakit gini ya"Ucapku dalam hati."Apa cuma perasaan gue doang kali ya"Ucapku lalu turun dari bus.
"Oy Vi lo beliin kita Jus Alpukat dong"Ucap Gita Sahabatku dan dia Primadona Sekolah.
"Iya beliin dong"Sambung Mita
"Oke oke gue beli dulu"Ucapku lalu berjalan menuju kantin,ketika gue sedang berjalan di lorong gue melewati ruang rohis dan secara kebetulan anggota rohis sedang melantunkan ayat Al-Qur'an entah kenapa gue diem dulu untuk beberapa saat,hati gue terasa adem gitu mendengarkan mereka membacakan Kitab suci Al-Qur'an itu, Setelah beberapa saat mendengarkan gue pergi menuju kantin.
Setelah dari kantin gue langsung menuju kelas.-Oh iya gue mau bilang sama kalian gue anak yang pintar di semua pelajaran kekuali di bidang olahraga karena gue mengikuti sahabat sahabat gue yang ketika jam pelajaran olahraga tidak mau mengikutinya karena nanti kulit terkena sinar matahari dan takutnya kulit kita menjadi melepuh dan hitam.
"Lama amat sih Lo"Ucap Angel yang lalu mengambil jus Alpukat dari tangan gue.
"Hehehe tadi di kantin ngantri"Ucapku dengan cengiran kuda.
"Tak apa lah Angel kita harus berterima kasih karna mau di bayarin hehehe"Ucap Mita yang meminum Jus Alpukat.
"Oh iya Vi kenapa Lo nggak beli jus kayak kita"Ucap Gita dengan heran.
"Lagi nggak mood gue"Ucapku yang berbohong."Gimana gue mau beli uang jajan gw udah habis buat beliin minum kalian"Batinku.
Mata pelajaran MTK telah tiba,Pak Yudo datang membawa kertas ulangan dan menyuruh kita kerjakan kalau sudah kumpulkan di meja Pak Yudo di Ruang Guru setelah itu Pak Yudo pergi karena ada urusan.
"Eh Vi gue lihat dong Nomor 1,2,3,6,7,14,16,17,18,19,20"Ucap Mita yang lalu mengambil Buku Matematika ku.
"Gue juga"
"Gue juga dong"
"Aku ikut"
"Aku mau lihat ya"
"Hehehe iya iya"
"Ini mah Gue yang rugi tapi kalo gue bilang nggak mereka bakalan jauhin gue"Batinku.
jam pulang sekolah telah tiba,kini gue sedang berada di jalan pulang dengan jalan kaki karna uang jajan sudah habis ada sedikit penyesalan gue udah belikan mereka tadi minum uang jajan gue 30 ribu sama ongkos 10 ribu sebenarnya kalo gue mau naik angkot itu bisa buat pulang pergi tapi karena gue naik Bus jadinya hanya pergi saja karena biaya bus Rumah ku sampai halte bis samping sekolah itu harga nya 10 ribu.Gue istirahat di trotoar jalan melihat jalanan yang cukup ramai dan melihat seorang anak kecil yang berjualan Minuman dengan baju lusuh adapun yang mengemis di jalan dengan tidak memakai baju.Lalu setelah cukup beristirahat gue melanjutkan perjalanan lagi.
Setelah sampai dirumah gue langsung merebahkan diri di sofa panjang sambil memainkan Handphone,Gue lihat Ibu yang baru pulang dari Kediaman keluarga Yzin ya keluarga kolongmerat dan ibu di sana Ibu menjadi kepala Art Gaji nya 8 juta/bulan cukup untuk membayar sekolah,makan,dan uang sakuku juga.
"Assalamualaikum"Ucap ibuku yang masuk kedalam rumah.
"Vio kamu udah Shalat Ashar?"Tanya Ibu kepada ku.
"Belum"Ucapku yang masih asik memainkan Handphone.
"Kalo Shalat Dzuhur udah?"Tanya ibuku kembali.
"Belum Bu"Ucap ku dan langsung berhenti memainkan Handphone lalu menatap wajah ibu yang terlihat marah tapi tertahan.
"Kamu berarti melewatkan waktu Shalat Dzuhur, Astaghfirullah Violet kamu kenapa begini sih Nak kamu mau Memasukan Ibu dan Bapakmu kedalaman Neraka kamu tega ya,salah apa ibu pada mu Nak Bilang coba bilang biar ibu perbaiki"Ucap Ibu dengan raut wajah sedih.
"A-ee-a"Gue bingung mau ngomong apa,demi apa ini gue sedih ngeliat ibu gue yang mau menangis.Gue berasa telah menjadi Anak Durhaka.
"Kamu udah nggak mau berpakaian tertutup,tidak mau shalat, perilaku juga kurang sopan apa kamu tidak sayang pada kami,Bapak sedih melihat mu seperti ini Violet!!!"Teriak ibuku seperti kesabaran ibuku telah dibatasnya.
Gue yang hati nya sudah tidak bener gue dengan refleks bersujud memegang kaki ibu ku dan mengucapkan.
"Vio sayang kalian Vio sayang kok maaf kan Vio bu Maafkan Vio"Ucapku seraya menangis.
"Berdiri nak ibu nggak mau melihat mu seperti ini"
"Jika kamu sayang kami berdua kamu perbaiki lah perilaku mu,ibu kecewa ibu sudah gagal mendidik mu menjadi anak yang Sholeh"Sambung ibu dengan menunduk.
Gue bangkit dari sujud lalu memeluk Ibu."Vio Minta Maaf Bu beri Vio 1 Kesempatan Bu"Ibu lalu memegang bahu ku dan mengatakan.
"Ibu ingin kamu berubah Vio"
"I-Iya Vio bakalan nyoba Bu,Vio Janji"
"Sekarang kamu mandi lalu siap siap Shalat Magrib berjamaah bareng ibu,ini udah mau masuk Adzan Magrib"
"I-Iya"
Ketika gue sedang mandi gue kepikiran apa bisa gue ini berubah?tapi kan pake kerudung itu panas!?.Selesai mandi gue lalu ke kamar Ibu untuk menunaikan Shalat Magrib berjamaah sebenarnya gue nggak terlalu banyak ngerti bacaan shalat nya jadi gue ikutin bacaan dari ibu.
Selesai shalat aku keatas lalu mengerjakan PR sekolah,selesai mengerjakan PR Ibu memanggil ku untuk makan malam.
Suana makan malam kali ini canggung sejak kejadian tadi,tapi ibu mencoba mencairkan suasana.Lusa kita belanja yuk,Gue yang mendengar kan kata belanja seketika langsung mengiyakan.Selesai makan aku lalu menggosok gigi, mengambil Udhu lalu Shalat berjamaah lagi bersama Ibu.
------------------------------------------------------
Keesokan pagi nya aku tengah bercermin mendandani wajah ku seperti biasa.lalu aku kebawa dan menghampiri ibu di dapur.
"Bu Vio berangkat"Ucap ku seraya menghampiri ibu.
"Vio kamu dandan menor menor gitu mau kemana?"Tanya Sang Ibu.
"Enggak menor kok Bu,biasa aja"Jawabku.
"Ini menor sayang lihat bedak beberapa lapis kamu lagi nutupin kulit asli kamu ingin dilihat orang kamu putih,terus lensa mata kamu jangan sering-sering ahk pake lensa mata bahaya tau, lipstik warna merah mau ke pesta kamu!"Ucap Sang Ibu.
"Ini terakhir deh Bu besok mungkin nggak,yaudah deh Bu Violet pergi dulu, Assalamualaikum"Ucapku sambil mencium tangan ibu.
"Ma lihat ada badut"Ucap anak kecil berumur 3 tahun yang berada di samping ku."Huss jangan bilang seperti itu tidak baik lho dek"Ucap Mamanya seraya menatap anaknya,"Maafkan Anak saya ya kak"Ucap Sang Mama."Ahk tidak papa kok Bu"Ucap ku tersenyum canggung.
Setelah ada bis gue naik lalu duduk sambil dengerin musik lewat headset.di tengah perjalan ada seorang nenek tua masuk ke dalam bis yang gue tempati,gue sebenernya kasian melihat nenek itu berdiri tapi gue juga nggak mau berdiri nanti itu akan membuatku pegel pegel.
setelah sampai di sekolah aku menjadi Sorotan karena memakai makeup yang tebal ya karena gue ingin terlihat cantik di mata mereka.Aku ingin terlihat mempunyai kulit putih seperti teman teman ku sedang kan aku yang memiliki kulit sawo matang pasti akan diremehkan mereka.Setelah sampai di kelas aku lalu bergabung dengan sahabat sahabat ku.
Bel Istirahat berbunyi aku dan Sahabat sahabat ku langsung menuju kantin.
"Eh Vi Lupa pesenin Nasgor sama Es Teh yah"Ucap Gita.
"Eh Jan lupa lu yang terakhir kita sekarang"
"Oh yaampun nanti pulang gue bisa bisa jalan lagi,lagi pula ini uang nggak cukup lagi buat beli ber 4"Batinku.
"Hey kok ngelamun sih,ayok belikan"Ucap Mita.
"i-itu anu uang gue nggak bakalan cukup nanti"Ucapku dengan rasa tidak karuan.
"Hah? emangnya Lo diberi uang bekel berapa kok bisa nggak cukup, padahal cuma 60 RB lho"Ucap Angel heran.
"hehehe uang bekel gue cuma 50 RB"Ucap ku.
"bukan nya lho orang kaya ya"Ucap Gita.
"Tidak tidak sejak kapan gue bilang orang kaya"Ucap ku dengan mengerutkan keningku.
"pembohong lu"Ucap Mita lalu menarik kasar tanganku.
"E-e Mit sakit"Ucap dengan kesakitan.
Aku di bawa oleh mereka menuju parkiran yang di pojokan.Mita lalu melemparkan ku ke tembok membuat tubuh ku sedikit merasa kesakitan.
"Gue kan bilang gue orang yang nggak miskin"
"Sama aja lu itu membohongi kita kita"Ucap Angel dengan menarik rambutku."kau pantas mendapatkan ini"Ucap Gita dengan menuangkan air yang entah dari mana,ke kepala ku.Make-up ku seketika luntur.
"Oh ternyata bukan hanya kekayaan nya aja yang membohongi kita ternyata wajah asli nya kau hitam,dih mana level kita main dengan mu!udah miskin hitam lagi"Ucap Angel dengan menyenderkan tubuh di mobil.
"Kalian apa yang kalian lakukan!"Ucap Qalan ketua OSIS disekolah.
"Eh-eh kita pergi pergi bisa berabe"
"Eh Lo,kita ke UKS"Ucap Qalan dengan merangkul ku.
----------------------
"Astaghfirullah Qalan kenapa Violet"Ucap Ustadzah Nissa."Ini Bu tadi ada yang membullynya"Ucap Qalan.
"Astaghfirullah baringkan terlebih dahulu disini"Ucap Ustadzah menunjuk bankar UKS.
"Qalan belikan Teh hangat"Ucap Ustadzah.
"Baik Bu"Ucap Qalan lalu pergi menuju kantin.
"Violet kenapa kamu bisa di bully?"Tanya Ustadzah.
"V-Violet cuma mengatakan violet memang bukan anak orang kaya mau pun miskin dan apa salahnya violet make-up"Ucap ku dengan menahan air mata agar tak jatuh.
"Ustadzah memang sekolah disini harus kaya kaya ya"Ucap ku.
"Tidak juga kok,memang 70% siswa siswi disini tu orang orang kaya tapi ada juga kok orang yang tak mampunya"jelas Ustadzah.
"Dan juga Ustadzah dengar lho kalo kamu hari ini memakai makeup menor, sebenarnya pake make-up tu boleh boleh saja cuma jangan berlebihan,tujuan Violet bermake-up apa?Tanya Ustadzah.
"Violet ingin menutupi kulit,violet yang hitam"Ucapku dengan jujur.
"Violet nggak mau punya kulit hitam gitu?"
"nggak nanti kalo hitam nggak bakalan dapat teman"
"Teman itu beragam Violet ada yang mau Nerima ada yang nggak coba lah lihat ketulusan mereka kalo mereka tulus nyata nya mereka teman yang harus di pertahankan"
"Violet nyaman bermake-up menor menor seperti itu?"
"Nggak Ustadzah"
"Nah kalo nggak,jangan dipakai lagi dan dipakai kalo lagi acara acara tertentu saja, seperti lomba ataupun pernikahan"
Ya di situ aku sadar bahwa selama ini aku tidak menyukai diriku sendiri.Qalan masuk membawa teh hangat.
"Ini Vi"Ucap Qalan yang memberikan ku Teh hangat .
"Kalo begitu Ustadzah tinggal terlebih dahulu ya"Ucap Ustadzah Nissa.
"Ini pakai Jaket gue rumayanlah buat nutupin baju Lo yang basah"
"T-terimakasih"Ucap ku lalu mengambil jaket itu dan memakai nya.
Canggung suasana disini sangatlah canggung."Lo kalau nyari temen jangan nyari temen yang Mandang harta dan kecantikan carilah yang tulus ingin berteman dengan Lo"Ucap Qalan.
"Memangnya ada?"Tanya ku padanya.
"Ada lah,kerjaan ortu lo apa?Tanyanya.
"Bapak udah nggak ada,Ibu jadi kepala Art di keluarga Yzin"
"Tu masih mending kok gue yang bapak jadi petugas bersih bersih,ibu jadi tukang jahit masih hidup dengan tenang dan menemukan temen temen yang tulus berteman dengan gue"Ucap Qalan.
Gue juga sadar ternyata ada yang lebih kurang mampu dari gue.
"Hai Vio"Sapa Aisyah teman sekelas ku.
"Hai Ais,Lo ngapain disini?"Tanyaku.
"Gue nungguin Lo disini"Ucap Aisyah yang lalu duduk di samping ku.
"Eh Kak bisa Lo pergi tidak masa mau nimbrung sama para cewek cewek sih dikira kakak Banci"Ucap Aisyah.
"Dasar Adek luknut kau"Ucap Qalan yang lalu menoyorkan muka Aisyah.
"Dih nanti Adek aduin ke bapak sama ibu kalo Adek kena KDRT sama kakak sendiri"Ucap Aisyah dengan muka cemberut.Gue yang melihat itu cuma tersenyum saja melihat kedua kakak beradik itu bertengkar.
"Dih pengaduan Lo,yaudah gue pergi inget Vio cari temen yang sefrekuensi Lo aja nih Aisyah bisa jadiin temen lho!"Ucap Qalan lalu pergi begitu saja.
"Oiya Vi,Lo mau disini atau ke kelas?10 menit lagi ulangan pak fajar lho"Ucap Aisyah menatap ku.
"Wah iya,kita balik aja yuk"Ucapku lalu berjalan menuju kelas,diperjalan aku berbincang bincang dengan Aisyah tentang rohis.
"Emhh Ais Lo ikutan Rohiskan?"
"Iya emang nya kenapa Vi"
"Kalo gue ikutan itu masih bisa tidak tapi gue juga nggak bisa baca Al-Qur'an"
"Bisa dong untuk nggak bisa baca Al-Qur'an nanti kita ajarin kok"
"Owh oke oke"
Setelah sampai di kelas ternyata tas ku sudah di pindahkan ke bangku nya Aisyah,gue melihat ke arah mereka yang fine fine aja.Gue dirangkul Aisyah menuju bangkunya di pojokan.
ketika ulangan berlangsung Pak Fajar keluar terlebih dahulu karna ada urusan aku melihat Aisyah kesulitan menawarkan untuk mencontek kepada ku.
"Ais kamu mau lihat punya ku"
"Tidak Vi aku ingin jujur,kerja keras sendiri lebih memuaskan dari pada mencontek"
-----------------------------------------------------
2 Hari kemuadian.
"Sedikit Panas sih cuma Insyaallah kalo udah terbiasa nggak bakalan panas"Ucap ku yang sudah memakai kerudung.
"Ibu Violet pergi ya, Assalamualaikum"Ucap ku lalu mencium tangan ibu lalu tersenyum dan berjalan menuju Persimpangan untuk mencari angkot yang datang.
setelah sampai di sekolah aku langsung menuju kelas dan menyapa Aisyah Yang sedang duduk bersama Mulan dan Zainab.
"Hai semua"
"Hai Vi"
"Vi Lo bawa Al-Qur'an kan?"Tanya Aisyah.
"Udah kok"Ucap ku lalu duduk di samping Aisyah.
"Oke Good"
Kehidupan ku kali ini membuat ku nyaman,aku yang mendapat kan teman baru yang lebih baik, ibu juga sedikit demi sedikit sudah bangga.
Kabar Gita,Angel,Mita mereka di skors selama 2 Minggu.Gue juga udah mambantu ibu dengan mengikuti berbagai lomba dan hadiah lomba itu aku tabung untuk melanjutkan kuliah nanti.
Aku juga sudah mulai mensedekah sebagian harta ku kepada Anak anak yang membutuhkan.
Intinya Hidup ku Sekarang jauh lebih nyaman dari yang lalu.
(Merubah suatu kebiasaan merupakan suatu awal kehidupan yang baru)-Nan