Diumur hampir menginjak 30 tahun apa yang diharapkan oleh wanita yang belum menikah? Tentu saja jawabnnya segera menikah. Tapi aku? bisakah? Aku selalu mengharapkan cinta datang tapi kenapa yang aku Terima malah sebaiknya?
Diumur 30 tahun, aku bertemu denganmu. Kamu pemuda ceria berwajah kekanakan sama dengan sifatmu,dan tiba-tiba kamu menghangatkanku dengan senyum manis. Aku yang seorang desainer pakaian sering bingung kenapa kamu datang, apakah karena aku membutuhkan cinta? Kamu seorang asisten terdekatku apakah kita bisa menjalin hubungan?
Kamu yang bercahaya dan aku mengharapkan nya.
Di musim hujan yang datang cuaca menjadi lebih dingin, tiba-tiba aku bertekad untuk mengungkapkan perasaan kepadamu. Tapi kamu menjawab "Saya hanya asisten anda yang membantu anda bukan sebagai pria disamping anda. "
"Tidak peduli status apa yang kamu punya , aku tetap mencintaimu tolong terangi diriku dengan sinar hangatmu. " kataku
"Maaf itu sulit. "
Rasanya hancur mendengar perkataan mu, kenapa?
Tapi tidak apa kamu menolakku.
Aku semakin yakin aku tidak akan pernah mendapatkan cinta. Namun tiba-tiba seseorang datang lagi kepadaku. Kamu mengungkapkan kata manis setiap hari dan datang ke tempat aku bekerja. Aku bertanya "bukankah kita tidak pernah bertemu? bagaimana bisa kamu mengungkapkan perasaan kepadaku? "
"Kamu benar-benar melupakan ku! Tapi tidak apa, ada banyak waktu yang bisa mengungkapkannya. "
Tentu saja aku bingung, namun kamu mulai bercerita kesukaan ku dan masa kecil dulu yang aku sukai. Aku bertanya "kenapa kamu tidak katakan langsung siapa kamu? "
"Tunggu saja, ah aku akan memberikan kata kunci paling mudah untukmu. " katamu
Apa itu?
"Bukankah cokelat itu manis? tapi kenapa kamu malah membencinya? " jawabmu
Rasanya seperti memori yang rusak utuh kembali, aku ingat pernah mengatakan itu kepada seorang anak di desaku sebelum dia pergi jauh. Waktu itu umurku masih 8 tahun, Aku memandang dirimu terharu "teman masa kecilku... "
"Aku datang kembali" katamu
Aku memeluknya erat seperti berharap ini nyata dan aku merasa nyaman akan hal itu. Hubungan kita semakin berjalan lancar namun aku bertanya kepadamu lagi "apa alasan kamu mencintai ku? "
"Karena bintang bisa bersinar terang karena malam. " katamu
Kamu mulai memberikan aku kado dan banyak cokelat. Terimakasih
Namun hubungan tentu berjalan mulus, aku bertanya "kenapa aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu? "
"Tidak ada" katamu
"Kamu... kenapa mau denganku yang seorang freelancer padahal kita dulu hanya teman masa kecil? " katamu
Pertanyaan yang mirip
"Tentu saja karena aku mencari cinta dan aku temukan padamu. " jawabku
"Aku tau kamu dulu mengalami hal yang sulit, aku pasti akan selalu disampingmu" katamu
Kenyataan lebih sakit dari perkataan mu.
Di saat aku berjumpa dengan klien aku baru tahu bahwa kamu adalah seorang pemilik perusahaan tempat aku bekerja sendiri. Klien itu temanmu dia yang mengatakan segalanya tentangmu.
Bagaimana tentang perasaan ku?
Hancur sudah!
Kenapa tidak kamu katakan saja sejak awal?
Lalu kamu berkata "Maaf, aku takut kamu tidak ingin bersamaku. "
Bisa saja sebelumnya aku menerima mu tanpa kebohongan tapi waktu tidak bisa diputar. Hubungan kita langsung putus.
Aku pergi ke luar kota meninggalkan pekerjaan ku tanpa kabar, mencari pekerjaan lain sebagian desainer di suatu perusahaan dan berharap kamu tidak pernah menemukanku. Kita akhirnya juga bertemu kembali dengan keadaan berbeda karena sebagai saingan antar perusahaan.
Takdir suka bermain-main.
Kamu mulai mendekati lagi dari awal sebagian orang asing. Bos tempat aku bekerja mengetahui itu ia mengatakan "Terima cintanya kamu hanya perlu berpura-pura setelah itu gali informasi tentang perusahaannya. Setelah ini kamu bisa aku naikkan jabatan mu . "
Gila!
Kenapa dalam hidup selalu bertemu dengan orang gila?
Aku menolaknya tentu sebagian gantinya aku dipecat. Keluar dari perusahaan besar akan sulit mencari pekerjaan.
Lalu kamu datang lagi "Aku tahu apa yang terjadi tapi kenapa kamu tidak menerima tawaran itu?
" Aku tidak mencintai dan aku juga tidak membencimu "
"Bohong aku tau kamu mencintai ku, tolong terimalah cintaku. " rintihmu
Sungguh, aku juga bingung. Aku bekerja kembali membuat toko kue kecil dipinggir jalan. Sebagimana usahaku aku berharap tidak ada masalah. Umur 37 tahun usaha toko kue ku ramai dikunjungi.
'Ting'bunyi pertanda orang datang ke toko berbunyi
Kamu datang kembali.
"Aku tidak punya banyak harapan, selama ini aku hidup untukmu tolong Terima cinta ku apakah aku perlu seperti pahlawan di cerita yang harus menyakiti diri sendiri untuk mendapatkan cinta" katamu
Walaupun terlambat aku luluh dan datang kepadamu. Aku bertanya "Aku sudah tua kenapa kamu menungguku? "
"Karena cintaku kepadamu itu sejati" jawabmu
Kmu memeluk dengan erat aku menerima nya. Ah, sudah lama aku tidak menerima kehangatan ini? Aku ingin bahagia sejak kecil apakah ini akhirnya?
Terima kasih,kamu telah datang dalam hidupku.
Kami menikah dengan damai,tapi lucunya pakaian pengantin bergaya seperti putri kerajaan.
"Itu karena sebentar lagi kamu akan aku jadikan ratuku" katamu, "ah aku juga ingin memberimu sesuatu. "
Aku bertanya "apa itu? "
Mesin jahit?
"Aku tau apapun yang terjadi keinginan mu adalah ini. " kata mu
aku ingin memberi tahu keluarga ku terdahulu yang menyakitiku tapi sudahlah tidak perlu. Pesta kecil-kecilan berlangsung hangat. Sampai akhir, aku temukan sinar yang hangat.
Selesai
Terima kasih telah membaca, bagi yang baru silakan lihat di akunku itu bukan aku yang awalnya.