"Dion,balikin buku gw!"
"Kalok gw gak mau gimana? Wlek!"
"Ayolah Dion,gw capek tau ngejar lo terus!" Lia memegangi lututnya yang hanpir patah rasanya karna terus berlarian mengejar Dion,nafasnya sudah tidak terkontrol dengan normal
Hosh!
Hosh!
"Dion,bangke balikin buku gw sekarang!" teriak Lia yang membuatnya menjadi pusat perhatian banyak murid lainnya
"Nih!" Dion menyodorkan buku Lia
"Bagus!" baru saja Lia hendak mengambil namun Dion lagi-lagi mempermainkannya
"Awas lu ya!" Lia mengambil acang-acang untuk mengejar Dion
Hemmp!
Pletak!
"Aww!" Pekik seseorang,tatapannya melirik mencari pelaku yang sudah berani melemparnya dengan sepatu
Lia menggigit bibir bawahnya sendiri setelah tau siapa yang telah kenak lemparan sepatunya
'mati gua' Lia membatin
Tap! Tap! Tap!
"Ini punya lo bukan?" tanya orang tersebut dengan lembut
Badan Lia tiba-tiba jadi panas dingin gak karuan
Dengan ragu Lia menjawab " iy--iya kak!" Jawabnya tanpa berani melihat wajah di depannya
Razor iyalah cowok paling tampan seantero sekolah PRIMAKSAKTI iya begitu dikagumi dengan ketampanannya,namun wajahnya yang tampan itu tak sesempurna yang dilayangkan karna selain tampan dia juga salah satu siswa pembuat onar dan juga kejam,Razor juga tidak suka jika Ada yang membuatnya terusik
Glek!
Lia menelan lidahnya dengan susah payah,dalam hati iya memaki maki Dion dengan semua sumpah serapah,jika saja Dion tidak kekanak-kanakan pasti semua ini Tak akan terjadi
"Lo,ikut gw sekarang!" Razor langsung saja menarik kasar tangan Lia yang membuat shok setengak mati
"Kita, mau kemana kak?" Lia bertanya dengan ragu
"Ck!" Razor berdecik,dia menghempaskan tangan Lia dengan kasar hingga membuat Lia terjatuh begitu saja kelantai
Razor mensejajarkan tubuhnya dengan berjongkong didepan Lia,diangkatnya dagu Lia untuk bisa menatapnya
"Lo,sendiri yang udah buat masalah sama gua! Jadi bukan salah gw dong kalok kasih lo hukuman!"
Part02
AccminMod
~Author Khael~
________
"Hukuman," gumam pelan Lia.
Razor tersenyum smirk melihat wajah Lia yang sudah pucat pasi, keringat yang selalu setia menemani wajah cantik Lia.
"Lia, minta maaf kak! Lia tadi ngak sengaja lempar sepatu sampek kenak kepala kakak!" Lia mencoba menjelaskan kesalah pahaman kejadian tersebut juga berharap Razor mau memaafkannya.
"Sengaja! Gak sengaja! Yang jelas to sepatu udah melayang dikepala gw!" kali ini Razor agak meninggikan sedikit suara bicaranya yang membuat Lia tambah ketakutan.
"Tap--kakak mau ngapain?"
Razor tak mengubris pertanyaan Lia dia terus saja mengikis jarak tubuhnya dengan Lia hingga kini Lia sudah Tak dapat menghindar lagi karna punggunya terhalang tembok, alhasil kini Lia mentok duduk bersimpuh dilantai dengan Razor yang berada didepan matanya.
Razor mendekatkan wajahnya ketelinga Lia.
"Gw, gak jadi kasih lo hukuman! Tapi, kalok lo mau nurut sama ucapan gw!" kembali Razor menjauh dari telinga dan kembali menatap wajah cantik Lia.
Mendengar itupun Lia yang semula menunduk kini mendongak "Pilihan apa kak?" tanyanya.
"Pilih jadi babu gw! Atau, jadi bahan taruhan balapan gw! Jal*ng," Razor menekan kata terakhirnya.
Glek!
"Aku, minta maaf kak! Tolong jangan jadikan Lia taruhan, Lia 'kan bukan barang kak?" Lia mencoba mencari belas kasihan hati nurani Razor, matanya kini sudah dipenuhi dengan air embun yang sebentar lagi akan tumpah.
"Suka-suka gw dong! Siapa suruh lo nyari masalah sama gw!"
"Babu, atau Jalang?"
"Babu!" ucap Lia lirih.
"Bagus!" Razor mengelus lembut rambut Lia yang membuat sang empu tiba-tiba merasa desiran Aneh.
"Pulang sekolah tungguin gw diparkiran," Razor meninggalkan Lia yang masih menangis sendirian digudang.
__________
"Gimana?"
"Berhasil!"
"Yuhu! Selamat buat lo! Gw doain semoga lancar terus,"
Part03
AccminMod
"Dion bangke!" suara Lia begitu menggeming ditelinga, siapa saja yang Ada disana dengan sigap menutup telling mereka.
Nafas Lia memburu naik turun, mukanya memerah menahan amarah tatapannya menatap tajam kearah Dion.
Glek!
Dion menelan salivanya mendengar teriakan Lia.
Brak!
"Ini semua gara-gara lo tau gak! Coba aja kalok lo gak ambil buku gw, pasti sekarang hidup gw masih baik-baik aja! Tapi sekarang karna lo, hidup gw dalam keadaan was-was, lo, Tau!" Lia meneriaki semua kekesalannya terhadap Dion.
"Salah gw apa cobak Ya? Gw 'kan cuman bercanda aja tadi!" ucap Dion memasang wajah sok polos.
"Bangke! Gw gak mau tau! Pokoknya lo, harus tanggung jawab!" sergah Lia.
°°°
"Duuh! Ini gimana gw harus nungguin kak Razor gak ya?" gumamnya pelan.
"Tunggu gak? Tunggu gak?--
"Ya, Harus tunggu lah masa ngak!" jawab seseorang dari belakang.
Sontak Lia menoleh, dia begitu kenal dengan suara tersebut, dalam hatinya dia mengumpat, merutuki kebodohannya.
"Duuh! Mati gw!"
"Apa? Mau cobak kabur dari gw! Iya?" tanya Razor santai.
"Eh! Ngak kok kak," cengir Lia menampilkan deretan gigi putihnya.
"Ck! Ikut gw," Razor langsung saja menarik tangan Lia menuju ketempat motornya diparkir.
"Naik!" titah Razor
"Iy-- iya kak!"
Lia sudah menaiki motor Razor sedari tadi tapi razor tak juga menjalankannya, Lia merasa jengah dengan semua ini, apa-apaan pikirnya, kenapa tadi Razor menyuruhnya naik tapi sekarang malah hanya berdiam diri saja.
"Kak," panggil Lia
"Hmm"
"Kok gak jalan? Kakak lagi nunggu siapa? Kalok emang kakak ada yang ditunggu Lia bisa pulang sendiri kok!" ujar Lia dengan sopan Dan suara yang dibuat selembut mungkin.
"Lo, sadar gak! Kenapa Kita gak jalan dari tadi itu karna lo!"
"Kok aku!" tanya Lia
"Ya iyalah lo! Siapa suruh lo gak pegangan hah?" sergah Razor.
"Tap---"
"Pegangan atau kita akan terus disini sampai pagi lagi!" potong Razor.
Tanpa berfikir panjang lagi Lia langsung memeluk erat pinggang Razor.
Part04
AccminMod
Dalam perjalanan hanya terdapat heningan saja tak ada yang bercicara, Razor dari tadi senyam-senyum gak jelas melihat tangan mungil Lia yang melingkar dipinggangnya.
"Kak!" panggil Lia.
"Kak, kita mau kemana? Ini'kan bukan jalan pulang kerumah Lia!"
"Kak!" panggil Lia lagi karna tadi tak mendapat respon dari Razor.
"Hmm," Razor membalas ucapan deheman saja.
"Ini bukan jalan kerumah Lia kak!" terang Lia.
Lia mulai merasa takut, karna ini memang bukan jalan untuk kerumahnya, Lia sedari tadi mulai panik! Kemana Razor akan membawanya.
"Kak! Lia gak masalah jadi babu kakak tapi, Lia mohon izinin Lia pulang! Ibuk Lia pasti bakalan khawtirin keadaan Lia!" terang Lia lagi.
"Lo itu babu gw! Jadi udah semestinya lo itu ikut gw! Soal ibuk lo! Itu gampang biar nanti temen lo Dion yang bakalan nyampein kalok lo bakalan nginep ditempat kawan lo!" Razor mulai merasa kesal dengan Lia yang terus mengoceh sedari tadi.
"Tap---"
"Diem! Cerewet banget!" Bentak Razor yang membuat Lia bungkam. Perlahan-lahan Lia mulai melonggar'kan pelukannya dipinggang Razor, baru saja hendak melepaskan namun langsung dicegah oleh Razor.
"Berani lo lepasin tangan lo dari pinggang gw! Gw potong tu tangan!"
Glek!
Lia buru-buru mengeratkan kembali pelukannya, Razor tersenyum miring melihat kegugupan Lia.
_____
Kini dihadapan mereka sebuah masion megah sedang terpampang jelas, Lia merasa kagum dengan masion tersebut tanpa sadar dia melamun akan megahnya masion didepannya, hingga tanpa sadar kini mereka sudah sekitar lima menit masih dengan posisi yang sama yaitu duduk dimotor dan berpelukan.
Razor bukannya tak membuyarkan lamunan Lia, namun dia malah semakin menikmati kebersamaannya dengan Lia.
"Ekhem!" deheman pak Ujang selaku satpam di masion tersebut membuyarkan lamunan Lia.
"Eh! Lo mau sampai kapan peluk gw kek gini terus?" alibih Razor.
"Hehehe! Sorry kak! Lia lupa," cengirnya.
"Elah! Bilang aja lo pengen meluk gw terus'kan?" lanjut Razor memasang wajah watadosnya.
'ganteng sih! Tapi kejam' batin Lia.
_______
Razor terus menarik tangan Lia hingga kedalam kamarnya.
"Gw, mandi dulu! Lo kalok mau mandi, boleh kok sekalian bareng gw!"
"What ...." pekik Lia.
Pletak!
"Canda ogep!" Razor menjitak kepala Lia.
"Tapi kalok lo maunya beneran juga boleh," lanjutnya tersenyum jail.
"Kak Razor kok mesum!" tanya Lia polos.
"Polos sih! Entar gw lolosin mampus lu!" kesal Razor memasuki kamar mandi.
Part05
AccminMod
Sekitar setengah jam sudah Razor baru keluar dari kamar mandi, Hal pertama yang dia lihat adalah Lia yang sedang tertidur pulas diatas kasurnya.
Razor kemudian mendekati Lia, dipandangnya lamat-lamat wajah damai Lia. Razor mengelus lembut pipi Lia.
"Cantik!" ucapnya diiringi dengan senyum.
"Egt!" Lenguhan Lia.
"Kak Razor!" lirih Lia.
"Kenapa? Lo kangen gw?" tanya Razor enteng.
"Apaan sih kak!"
"Udah, sekarang lo mandi! Badan lo bau busuk tau!" cibir Razor.
Lia mengendus-endus badanya "Enggak kok kak!" ucapnya kemudian.
"Lo itu bauk! Dasar manusia jorok! Mandi sekarang! Cepat!"
"Ngak bisa lah kak! Lia 'kan gak bawa baju ganti,"
"Lo sekarang mandi, semua perlengkapan pakaian lo udah ada disana," tunjjuk Razor kearah lemari.
"Gw gak suka dibantah!" Razor meninggalkan Lia sendirian dikamar.
________
"Lo Mandi atau ngapain sih di dalam sana hah? Dari tadi belom siap-siap juga!" teriak Razor kesal.
Klek!
Razor menganga menatap Lia yang kini hanya memakai kimono, rambut yang tergerai basah menambah aura kecantikannya.
"Kak!" panggil Lia.
"Eh!" Razor tersendak sendiri, sebelum akhirnya menormalkan kembali ekpresinya datar.
"Ganti baju lo sekarang juga! Cepetan!" titahnya dingin.
"Tapi kak!"
"Gw, bilang ganti sekarang!" bentak Razor.
"Iy-ya kak!" Lia buru-buru memilih baju ganti, celana training warna abu, baju kaos Doraemon warna putih, kembali dia keluar setelah mengganti pakaiannya.
"Keringin rambut lo sekarang!"
"Sini duduk! Biar gw bantu buat hemat waktu," ketus Razor.
"Gak usa kak, Lia bisa sendiri kok!"tolak Lia.
"Gik isi kik, lii bisi sindiri kik," Razor meniru gaya bicara Lia.
"Duduk!" Bentaknya.
Mau tak mau Lia terpaksa duduk, jantungnya mulai Tak karuan gemuruh didadanya mulai mengejolak.
'duh jantung, tenanglah jangan bikin gw tambah malu' batinnya.
'wanginya, membuat gw ingin menerkamnya sekarang juga' batin Razor.
______
Part06
AccminMod
Brum!
Brum!
Brum!
Suara ricuh motor begitu menggeming ditelinga, posisi Razor Dan Lia sekarang di area balap liar. Tampak banyak sekali remaja yang bersorak memanggil nama Razor.
"Kak! Lia pulang aja iya?" pinta Lia kepada Razor.
"Gak!"
"Lia, gak suka tempat ini kak! Lia pengen pulang," rengek Lia.
"Lo, itu babu gw! Jadi lo harus nurut sama gw!" tegas Razor. "Masih mending gak gw jadikan jal*ng taruhan," lanjutnya lagi, menatap tajam kearah Lia.
Lia bungkam mulutnya sulit until berbicara setelah mendengar penuturan Razor.
'Gini amat hidup gw! Semua ini gak akan terjadi kalok bukan gara-gara Dion sialan' batin Lia.
"Pantau dia, jangan sampai dia kabur!" titah Razor kepada Ifdal dan Wahyu.
"Siap!" jawab keduanya.
"Ch! Datang juga lo!" Razor tersenyum remeh kearah Sandy yang selaku lawan balapnya. "Gw kira lo bakalan jadi pengecut! Setelah ngajak gw balapan gak hadir, eh taunya hadir jugak! Ck! Ck!" Razor mendekat "Lo bakalan kalah!" Tekannya.
Senyum devil muncul di bibir Sandy "Kita liat aja nantik!" ucapnya.
Sandy memutar pandangannya retinanya berhenti tepat di wajah Lia,
'Cantik' batinnya.
"Kalok gw menang gw mau dia jadi milik gw!" tunjjuk Sandy kearah Lia.
"Gimana?" tanyanya.
Razor mencerna sedikit omongan Sandy, dengan senyuman jail dia mengangguk setuju.
"Tapi kalok gw menang! Gw mau lo akui kekalahan lo di depan anak-anak sekolah! Gimana?"
"Gw, yang bakalan menang!" tekan Sandy.
"Deal or no?" Razor mengarahkan tangannya kearah Sandy.
"Deal!" Sandy meraih tangan Razor pasrah.
Seorang cewek dengan rok mini dan baju seksi melangkah ketengah jalan sambil membawa kain ditangannnya.
"Semuanya sudah siap!"
Satu!
Dua!
Tiga!
"Mulai,"
Brum!
Razor kini tertinggal dibelakang Sandy melihat Razor dispion nya tersenyum remeh 'Gw bakalan kalahin lo malam ini Razor!' batinnya.
"Gak bakal gw kasih Lia buat lo!" gumam razor.
Sedikit lagi mereka akan mencapai finish tapi Razor belum juga keliatan.
"Sandy!"
"Razor!"
"Razor!"
Sandy!"
"Razor!"
"Ayo kak Razor, kakak pasti menang!" teriak Lia.
Shuuiit!
"Pemenangnya adalah ...."
________
Hayo siapa kira-kira yang menang?
Eh menurut kalian Razor kekmana sih prinsipnya? Sejauh cerita ini berlangsung?
Part07
AccminMod
"Pemenangnya adalah ... Razor!" suara pengumuman itu begitu nyaring.
"Horee!"
Suara teriakan-teriakan penonton bersorak senang begitu ricuh tanpa sadar Lia juga teramat senang karna yang memenangkan balap adalah Razor.
Razor menatap Sandy remeh, senyuman khas miliknya pun disungginggkan yang tambah membuat Sandy marah.
"Sial!" umpat Sandy. "Kenapa selalu dia? Awas aja lo!" gumam Sandy.
Razor turun dari motornya mendekati Sandy "gw, menang lagi! Jadi sesuai perjanjian!" Razor menepuk pelan bahu Sandy "get tunggu pengakuan lo besok!" setelah mengucapkan itu Razor pun meninggalkan Sandy yang masih tersulut amarah.
"Udah gw duga, pasti lo yang bakalan menang lagi!" ucap Ifdal yang kemudian hendak menyentuh bahu Razor namun kalah cepat dengan Lia.
Bruk!
"Kakak keren banget tadi!" puji Lia.
'ada apa dengan gw?' batin Razor.
Saking teramat senang Lia Tak bisa mengontrol dirinya dia terlalu bahagia hingga langsung berhamburan kepelukan Razor. Razor akhirnya membalas pelukan Lia, tanpa disadari dia juga ikut tersenyum melihat Lia didekapannya.
"Gw emang selalu keren!" jawab Razor membanggakan diri.
Lia mendongak.
Deg!
Tatapan keduanya terkunci,Lia jadi salah tingkah tak karuan, Dan sekarang dia mencoba melepaskan pelukannya, namun tidak bisa karna Razor menahannya.
Sandy yang melihat itupun semakin marah, rahangnya mengeras tangannya memegang erat gas motor. 'gw akan rebut dia dari lo' batinnya, kemudian langsung meninggalkan area tersebut.
"Kak lepas?" pinta Lia.
"Kenapa harus lepas? Bukannya tadi lo sendiri yang meluk gw?" Razor menaik turunkan alisnya, dan jangan lupakan senyuman jailnya.
"Em--itu--tadi aku gak sengaja!" jawab Lia terbata-bata.
"Bilang aja kalok lo, emang pengen peluk gw! Gak usa pakek alesan!" ucap Razor lagi.
"Duuh! Kak lepas Lia gak bisa gerak!"
Razor langsung saja mengangkat Lia,dengan posisi Lia terduduk didada Razor Dan tangannya mengantung dilehernya.
Deg!
Deg!
Deg!
'Aduh jantung!' batin Lia.
"Jantungnya biasa aja dong!" ujar Razor santai.
"Ekhem!" Wahyu dan Ifdal berdehem sekaligus.
"Udah kali mesra-mesranya! Yang jomblo udah pada ngiri tu!" ucap Wahyu dengan maksud mengejek Dan menunjukkan kearah wanita-wanita yang emang sedari tadi menjerit-jerit melihat keromantisan Razor dan Lia.
______
Part08
AccminMod
Pagi ini suasana disekolah SMA NEGERI SATU PRIMASAKTI JAKARTA UTARA begitu ricuh, teriakan Dan jeritan siswa siswi disana begitu memekik telinga. Bagaimana tidak seorang idola siswi yang terkenal tampan dan kejam dan anti wanita, hari ini kesekolah memonceng seorang cewek yang notabenya adalah adik kelasnya.
"Turun!" titahnya kepada Lia.
Lia langsung saja turun, seketika dia merasa risih dengan semua tatapan siswi-siswi disana, ada yang menatapnya tajam, marah, biasa aja, iri, Dan masih banyak lagi tatapan yang disugihkan padanya.
Razor langsung berjalan menghampiri Lia, memegangi tangannya lembut. Yang semakin membuat ciwi-ciwi disana histeris.
"Gak usa peduliin mereka! Yuk jalan!" ucap Razor santai namun terkesan dingin.
"Ganjen banget tu cewek!"
"Paling cuma dijadiin Jalang kak Razor!"
"Cantikan juga gw!"
"Berani banget dia deketin kak Razor gak takut apa iya? 'kan kak Razor kejam!"
Razor menghentikan langkahnya pandangannya menatap tajam kearah siswa-siswi disana.
"Sekali lagi gw dengar ada yang ngomongin tentang gw, juga Lia, gw gak akan segan-segan buat ngerobek mulutnya,"
Razor kembali melanjutkan jalannya, sontak semua yang tadi membicarakan mereka kini berhamburan pergi dengan bungkam, takut akan ketahuan sama Razor yang apabila sudah mengancam, ancamanya itu nyata.
Razor mengantar Lia sampai kedepan kelasnya "Masuk gih! Belajar yang bener! Nanti jam istirahat langsung temuin gw dikelas gw! Ok!" ucap Razor yang tersenyum manis.
Lia hanya mengangguk mengerti dan membalas senyuman Razor, kemudian langsung masuk kekelasnya.
Razor mengedipkan sebelah matanya kearah seseorang yang ada dikelas Lia.
'semoga cepetan luluh deh' batin seseorang.
"Senang ni ye! Bisa jalan bareng cogan!" cibir Dion.
Lia menatap sengit Dion. "Brak! Senang palamu peang hah? Gw gak bisa nafas tau lo jika bareng dia terus," Lia mengebrak meja Dion yang membuat Dion terkejut dan mengelus-elus dadanya.
'tapi dia manis jugak sih' batinnya.
"Ciri-ciri orang gila emang gitu! Senyum-senyum gak jelas!" ejek Dion yang melihat Lia tersenyum sendiri.
"Bacot!" ucap Lia melenggang pergi ketempat duduknya.
Semua teman-teman sekelasnya ingin bertanya tentang Lia yang pergi bareng Razor, namun.
"Gak ada pertanyaan apapun, gw pengen tidur!" ucap Lia spontan yang langsung merebahkan tubuhnya kemeja.
"Yah Lia!" kesel mereka semua.
Dibalik tangannya Lia tersenyum simpul sendiri.
_______
Part09
AccminMod
Kriing ...!
Bel istiraham baru saja berbunyi yang membuat semua siswa-siswi langsung berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka.
Tapi berbeda dengan Lia, sedari tadi dia terus saja melamun hingga ajakan Vira pun tak didengarnya.
Brak!
"Woi! Mikirin apaan sih dari tadi hah? Bengong aja, perasaan! Si Vira udah keburu keluar noh! Capek dia ngajakkin lo dari tadi!"
Sontak Lia menatap horor terhadap Dion yang mengagetkannya.
"Udah istirahat iya?" tanyanya polos.
"Bukan! Tapi udah pulang!" Dion memutar bola matanya malas.
"Apa?" teriak Lia.
Buru-buru dia keluar kelas, berlarian dengan tergesa-gesa menabrak orang-orang yang menghalangi jalannya.
Hosh!
Hosh!
"Tarik ...! Buang!"
Lia mencoba menenangkan nafasnya dulu, sedikit senyuman menghiasi wajahnya.
'gw harus kuat' batinnya.
Baru saja dia melangkahkan kakinya di ambang pintu kelas Razor, semua mata langsung saja mengarah padanya, berbagai macam tatapan ia dapatkan, namun dihiraukannya, tujuannya kini hanya menemui Razor.
Tatapannya melirik kesemua ruangan, kelas yang semula berisik tiba-tiba menjadi hening dengan kehadiran Lia, apalagi kini dia tepat berdiri di samping Razor.
"Maaf kak, Lia telat!" ucapnya menunduk.
Razor memandangi Lia "Duduk," titahnya.
Lia tidak bergeming dia bingung harus duduk dimana, karna semua bangku terisi, gak mungkin kan dia duduk di meja.
Bluk!
Razor yang mengerti pemikiran Lia pun langsung menarik Lia hingga terduduk pangkuannya, sedangkan Lia dia terkejut bukan main.
Jeritan kembali terdengar baik dari cowok maupun cewek.
Lia mencoba bangkit namun pinggangnya ditahan Razor.
"Kenapa bisa telat hmm?" tanyanya lembut, tapi terkesan mengerikan ditelinga Lia.
"Ketiduran kak!" jawab Lia lirih.
"Kak, lepas! Lia malu!" ucapnya.
"Ck!"
"Lo semua ngapain masih disini? Nonton drakor?" Bentakkan Razor membuat mereka semua keluar, tapi tidak dengan Ifdal dan Wahyu.
"Love berdua jugak keluar!" usirnya kepada Wahyu dan Ifdal.
"Elah! Yang lagi bucin! Skuy lah Dal," ucap Wahyu yang langsung keluar dibarengi Ifdal.
Kini tinggallah mereka berdua di kelas, yang semakin membuat Lia tambah gak karuan karna posisi keduanya terlalu dekat.
"Ngapain tidur di kelas? Bukannya tadi pagi gw udah suruh lo belajar yang bener!" tanya Razor dingin.
"It--itu--ta--di--!"
"Tadi apa?" potong Razor ngegas.
"Lia ketiduran!" jawabnya gugup.
_____
Sorry gaje🙏