Mellon dan Drew terpisah dari lahir saat Drew di culik sampai sekarang pun tak ada kabar.
Kejadian ini di rumah sakit saat seorang ibu yang kehilangan anak nya saat lahir anak nya sudah tak bernafas lagi.
Pupus harapan ibu tersebut sehingga nekat menculik Drew.
Orang tua orang tua Mellon dan Drew sudah melaporkan kasus ini dari awal mereka kehilangan Drew.
Namun tidak ada petunjuk sampai Mellon tumbuh dewasa dengan watak keras kepala karena ia sangat di manja oleh kedua orang tua nya.
Sejak kehilangan Drew orang tua nya sangat protektif terhadap Mellon dan sangat memanjakannya tidak membiarkan Mellon melakukan sesuatu tanpa bantuan mereka.
Sedangkan Drew masih bingung kenapa ibunya selalu menyuruhnya untuk memakai pakaian perempuan dan didandani seperti perempuan dengan memakai pita.
Usia kedua nya sekarang sudah beranjak 5 tahun.
Raina nama Drew sekarang, meski sering timbul pertanyaan kenapa ia di perlakukan seperti perempuan ibu Resi selalu memiliki jawaban.
Jawaban yang sering ia berikan adalah bahwa ia ingin sekali memiliki anak perempuan.
"Maafkan mamah ya, kamu harus jadi seperti ini, mamah janji segera kamu akan menjadi anak laki-laki," ( ibu Resi ).
"Maafkan aku maafkan aku terlahir bukan sebagai anak perempuan tetapi sebagai anak laki-laki," ucap Branz ( alias Raina ).
Branz tumbuh dengan hati yang sangat lembut dan dan ia menyayangi ibunya lebih dari dia menyayangi dirinya sendiri.
Suatu hari dengan tekad kuat kedua orang tua nya melanjutkan kasus penculikan bayi Drew kembali, mereka sangat ingin melihat anak kedua nya hadir di rumah tumbuh bersama Mellon.
Mellon sangat kesal karena mainan nya patah tanpa sebab, kaca mobil-mobilan yang ia sangat suka, ia memarahi Inah pembantunya karena Mellon yakin Inah yang melakukan nya.
Saat itu ibu Hani benar-benar kesal dengan Mellon dan menghukum Mellon agar diam di kamar nya sampai malam, ibu Hani menilai bahwa Mellon sudah keterlaluan sudah hilang respect nya terhadap orang tua.
Karena ia tak pernah di marahi Mellon mengartikan semua nya sebagai diri nya sudah tak diinginkan karena bandel, diam -diam ia kabur dari rumah.
Mellon pun bersembunyi di taman di dekat Rumah Pak Bram di sana ia bertemu dengan Branz yang tengah mencopot wig nya.
Mellon melihat semua nya bahwa Branz bukan perempuan melainkan cowok, ia juga kaget karena wajah Branz mirip dengan nya.
Resi sedang melakukan tugasnya sebagai fotografer untuk memotret Keluarga baru bayi kecil dari keluarga Bram.
Dan Branz bermain di taman menunggu ibu nya selesai melakukan pemotretan.
Baru saja Mellon ingin menghampiri Branz namun Resi muncul hal ini menambah kecurigaan Mellon, ia pernah melihat foto penculik kembaran nya dan sama percis seperti ibu dari anak yang mirip dengan nya.
Ia berlari menuju ke rumah untuk memberi tahu kepada ibunya Namun karena ibunya yang sedang marah ia berani keluar dari kamar padahal batasan hukuman nya belum selesai ibunya mengunci Mellon kembali di dalam kamar.
Saat makan malam-malam mengungkapkan tentang kejadian yang baru ia lihat di sore hari, ayah dan ibu nya tak percaya dengan cerita tersebut namun karena wig rambut mereka jadi curiga.
Ke esokan hari nya Resi di undang di komplek perumahan Guna, disana ia melihat rumah yang kosong tanpa barang- barang.
Kamu foto tembok kosong saja dulu ya photo semua bagian, kamu akan dapat bonus dari ku, termasuk kamar gudang.
( Pesan Chet) .
Risa bingung namun karena bonus ia melakukan nya, Branz sebentar lagi sekolah ia harus mendapatkan biaya lebih untuk menyekolahkan nya.
Sampai bagian tembok di gudang ruang terakhir yang ia kunjungi, namun karena kelelahan ia berhenti sejenak sebelum memotret.
Tiba tiba polisi masuk ke dalam rumah yang membuat Resi bingung.
Resi di tangkap dan ayah ibu Drew asli muncul.
"Kamu belum sampai di ruang ini, mari masuk."
Di sana orang tua si kembar marah namun mereka masih bisa menahan nya.
Rumah lama ibu Hani
Ini adalah ruang dimana, aku siapkan untuk kedua anak ku namun Drew hilang membuat ruangan ini menjadi duka bagi ku, aku setiap hari sangat terpukul satu terisi satu lagi kosong dan aku sebagai orang tua nya sangat khawatir apakah kamu orang yang baik, bagaimana Drew tumbuh, aku menyuruh mu untuk memotret ding-ding kosong supaya kamu tahu seperti itu lah aku, betapa rumah lama ini memiliki arti menyedihkan hati ku terisi di satu sisi kosong , setiap hari hanya terisi dengan rasa khawatir.
Mengetahui fakta ini membuat Drew sedih ia meminta kepada orang tua nya agar melepaskan Resi yang tengah di dalam penjara. Ibu Drew tidak membolehkan nya namun Drew memohon.
"Ia sangat baik, merawat ku dengan penuh cinta tak sedetikpun aku merasakan kekurangan akan kasih sayang." Ucap Drew.
Hani dan Ren mencabut tuntutan nya namun dengan sarat Risa harus menjauhi Drew.
Pukulan besar bagi Resi untuk menjauhi Drew anak yang sudah ia besarkan, begitu Drew sangat sedih berjauhan dari ibu culik nya.
Hani sangat marah mengetahui anak nya setiap hari sedih karena penculik itu, namun ia sadar memang waktu 5 tahun bersama tidak sedikit untuk tidak berbekas.
Hani membolehkan Resi bertemu dengan Drew hanya di hari libur ( Sabtu).
"Makasih mah, aku sudah di bolehkan menemui ibu Resi," ( ucap Drew).