Mereka..Lisya,Rena,Ara,Jack,dan Steve berencana pergi ke suatu gunung yang katanya angker,..kami menamai gunung itu dengan MAMMON yang dalam bahasa Yunani artinya iblis keserakahan,kekayaan,dan ketidakadilan.
Mungkin ini bisa dibilang bahaya, karena niat mereka bukan hanya menyatu dengan alam tapi juga menyinggung para syaitan dengan memotret rahasia alam. Ya!mereka adalah seorang photographer alam
"sudah kamu siapkan semuanya?"tanya Lisya sembari mengemasi barangnya
"ya bukankah kita hanya harus membawa
pemantik api,tali,beberapa pakaian tebal,tenda,pisau,garam,cup air,dan botol minum besi?" jawab Rena mengabsen barang yang dia bawa
"aaa tambahkan juga kapur dan gel anti serangga oh dan satu lagi sebaiknya kita juga membawa P3K untuk mengantisipasi segala kemungkinan" sahut Ara memberi ide
"hei para lelaki!bagaimana menurut kalian?" tanya Rena
"terserah..asal kita membawa power Bank agar gadget kita tak mati saat dipakai nanti" jawab Steve acuh
"begini saja,tak mungkin bukan kita membawa itu sendiri sendiri?bagaimana jika satu orang membawa satu jenis kebutuhan? Karena maaf ya sebelumnya Lisya paling lemah diantara kita, jadi dia hanya membawa P3K dan kain tebal..Rena membawa bahan makanan,korek api, dan tenda..
dilanjut Ara membawa berbagai jejak sepeti manik manik,kapur,pelindung dari serangga,dan jas hujan untuk kita..sedangkan Steve membawa senjata berat seperti pistol,katana,dan pisau?..aku akan membawa senjata juga dan tenda bagaimana?" tanya Dave dengan ide nya
"hmm boleh juga,tapi bukankah ini berlebihan jika hanya untuk mendaki 4 hari?"tanya Ara menimbang
"oh ayolah!tempat ini dirumorkan keramat!aku hanya tak ingin ada korban antara kita" ucap Dave menggebu-gebu
09.09
"kupikir aku juga setuju dengan usulanmu, Dave"ucap Rena
"aku juga setuju" sahut Lisya
"jadi..fiks sekarang kita berangkat" ucap Steve
"ya" ucap Ara pasrah
..........
11.11
diperjalanan....
nguugg
nguugg
mobil yang mereka naiki tiba tiba mogok.
dan entah kebetulan atau apa didepan sana hanya lewat 4 Ruko ada bengkel
TOK
TOK
TOK
dapat dilihat ada seorang nenek nenek mengetuk kaca mobil,Steve yang melihat itu langsung menurunkan kaca nya
"ada apa nek?"tanyanya dengan sopan
"cu..jangan kesana" ucap nenek renta itu
"memang kenapa nek?" tanya Rena
"bahaya,urungkan niat kalian,sebelum nasi menjadi bubur" peringat nenek itu dengan memaksakan senyum di kulit keriputnya
BRUUAKK
Mereka mengalihkan pandangan,di jalan sebrang ada kecelakaan motor vs truk
si pengendara motor tewas seketika dengan tubuh yang sudah hancur,tangan kiri putus,organ perut mencuat keluar,dan darah segar mengalir dengan otak yang terlihat di tempurungnya
Mereka berlima mengalihkan pandangannya ke arah dimana nenek itu berada, tapi...
"loh!mana nenek tadi?"tanya Lisya ketakutan
"positif thinking mungkin dia sudah pergi" ucap Dave menenangkan
BREEMM
NGGG
"syukurlah kita tak perlu menyita waktu, mobil ini sudah menyala" ucap Ara ketika mobil menyala tiba tiba
Singkat cerita,mereka segera melajukan mobil ke rest area di gunung MAMMON
Ckiit
"waah disini sangat sejuk dan indah" ucap Lisya terkagum
"permisi pak,kami ingin mendaftar masuk"ucap Steve sopan membuat mereka mendekatinya dan seorang penjaga
"hmm..kalian tau larangan larangan bila masuk kesana?" tanya si penjaga bernama kek Wanto
mereka saling bertatapan dan kompak menggelengkan kepala
"baik baik akan saya beritahu, Pertama! jangan mengambil apapun kecuali oksigen dan hewan buruan yang mendekat tapi,jika mereka menjauh jangan dikejar!"ucap kek Wanto serius
"jika kami kejar?"tanya Rena
"maka ucapkan selamat tinggal untuk dunia manusia" ucap kek Wanto
"kedua!jangan meninggalkan apapun selain jejak..
ketiga!jangan berkata tidak sopan dan jangan pernah!sesekali bercanda yang tidak seharusnya" lanjutnya
"keempat..jangan mengikuti suara suara apapun itu!kecuali jika sudah berteriak lebih dari 3x
kelima..jangan melewati jalur pembatas" sambungnya lagi
"baik kek akan kami patuhi,tapi..jika kami tak sengaja melewati jalur apa yang terjadi?"tanya Dave
"kalian bisa saja masuk ke alam ghaib dan harus mengorbankan salah satu dari kalian karena jumlah kalian adalah..ganjil" jawab kek Wanto
"baik kek akan kami patuhi" ucap mereka serempak dan pergi melewati pagar batas masuk gunung
...
15.15
"kapan sampai pos sih!perasaan jauh banget" gerutu Lisya menendang nendang tanah
"shuut sabar sudah diam" ucap Rena
"eh sepertinya disana bendera pos deh" ucap Steve menunjuk bendera yang agak jauh dari mereka
"iya ayo cepat!" sahut Lisya tak sabar
BRUUKK
Karena terburu buru, Lisya tak sengaja tersandung sesuatu..tapi ketika dia melihat ke bawah hanya ada kerikil kerikil kecil dan tanpa mereka sadari..
dibawah kerikil itu ada daun dengan tanda x yang menandakan....sesuatu
"kok perasaan aku kesandung sesuatu yang besar ya?" gumam Lisya tak sadar ditinggal teman temannya
"Hei!tunggu!akh sial!" umpat Lisya
(NAH LO! NGUMPAT BANDEL BANGET SIH)
"makanya cepat!" suara ara sayup sayup terdengar
skip
pos 1
"permisi,kami ingin membuat laporan" ucap Dave dengan sopan
"hmm kalian sudah tahu aturannya bukan?" ucap penjaga yang wajahnya hampir mirip kek Wanto yang bernama pak Yanto, anaknya?maybe
"sudah"ucap Dave tegas
"yakin kalian tak melanggar?"ucap pak yanto melirik Lisya yang tak peka
"yakin" ucap mereka serempak
"hahaha, yasudah silakan melanjutkan perjalanan,tapi..jika menemukan nenek nenek membawa kayu di punggungnya patuhi dia,jangan sesekali melawannya" ucap pak Yanto tertawa
mereka berangkat menuju pos 2 pada pukul
16.04
pos yang harus dituju ada 5 pos dengan perjalanan tanpa kendala 1 jam
...
17.17
"eh udah mau malam nih, istirahat dulu yok"ajak Ara
"oke,tolong Rena dan Dave keluarin tuh jagung,singkong,tenda sama garam" perintah Steve
Mereka mulai makan sambil bercanda mulai dari kegiatan hingga aib temannya dan menghiraukan ucapan para penjaga yang sebenarnya...leluhur di gunung itu
skip
tengah malam
00.00
"AAAAA!" teriakan seseorang membuat mereka terbangun
"engggh siapa itu?" ucap Dave yang setengah sadar
"Steve!bangun!ada seseorang berteriak"ucap Dave mengguncang tubuh Steve
"hngg?siapa?apa sudah kamu cek?"ucap Steve langsung duduk
"AAAAAA" teriakan itu lebih kencang dari sebelumnya, sontak mereka langsung berlari menuju tenda para perempuan
dilihat disana...para perempuan tidur nyenyak tanpa terganggu
"hiks hiks" suara teriakan itu diganti dengan tangis pilu yang sayup terdengar
"Li..lihat ti..dak?"tanya Steve merapatkan tubuhnya pada Dave
PUK
seseorang menepuk pundak mereka membuat mereka terkejut
"Nenek?nenek yang ada di jalan itukan?" tanya Dave kaget
"hehehe iya,panggil saja nek wangsih, "ucap nenek itu dengan cengiran hingga nampak satu gigi emas yang cukup menyilaukan bila terkena cahaya
"Kalian!tinggalkan gadis bernama Lisya disini dan lupakan niat kalian untuk naik ke atas!karena dialah penyebab kalian celaka" ucap nek wangsih dengan sorot tajam dan serius
Lamat Lamat mereka mendengar suara para perempuan memanggil nama mereka
"hah!"Steve sadar saat dia ternyata masih di tenda dengan posisi duduk
Diikuti Dave yang masih seperti orang linglung
"kalian kenapa?"tanya Lisya Yang dihadiahi tatapan setajam pisau oleh Dave
"LISYA ASHABELLA! apa yang kau lakukan ?" tanya Dave
"ini kenapa sih?Dave?dan Lisya apa kamu melakukan sesuatu?"tanya Rena yang tak mengerti
"AAKKH" sebelum menjawab,tangan Lisya tiba tiba membusuk
"Tinggalkan dia atau kita semua celaka" ucap Steve memandang Lisya sengit
"maksudnya apa? kenapa kita harus meninggalkan teman kita?"tanya Ara mulai angkat bicara
"cuih,tanyakan saja pada teman tersayang mu itu" ucap Dave tersulut emosi
"LISYA.. apa yang kamu lakukan?" tanya Rena lembut penuh penekanan
"hiks hiks ak..aku tadi hiks tak sengaja me hiks mengumpat da..dan ak..aku se hiks dang datang Bu.. bulan" jawab lisyaa dengan terisak
"oh astaga!"
"sudahlah kita tinggalkan saja dia" ucap Steve marah yaang disetujui semuanya
Dan mereka pun turun menuruti perkataan bek wangsih meninggalkan Lisya yang tubuhnya mulai membusuk
di jalan menuruni gunung...
"Nak..terimalah ini dariku karena kalian menghilangkan niat buruk kalian dan menurutku. Bukalah saat sampai dirumah" ucap nek wangsih muncul tiba tiba dari belakang menyerahkan sebuah kantung berwarna putih
"terima kasih nek" ucap mereka serempak
.....
07.07
Mereka sudah sampai di bawah dan mengikhlaskan temannya yang memang bersalah itu ya meskipun tak percaya bisa tanpa Lisya yang ceria dan cengeng
"pulanglah,dan jangan terkejut saat sampai rumah" ucap kakek Wanto
.......
09.09
Mereka sampai dirumah dan segera membuka buntalan dari nek wangsih
buntalan itu berisi sebuah bubuk dan kertas bertuliskan
"Jika kalian membaca ini, nenek hanya mengatakan bahwa teman kalian akan menjadi penjaga gunung MAMMON dan sebenarnya tempat ini sudah melewati pagar ghaib saat Nenek meminta kalian untuk kembali dan orang kecelakaan itu adalah tumbal setiap ada orang yang ingin mendaki gunung dengan maksud bukan menghargai alam dan berusaha menguak rahasianya. Taburkan bubuk itu ke sekitar rumah kalian pada pukul sembilan malam lewat sembilan menit" begitulah isi surat yang membuat mereka sangat terkejut
TOK
TOK
TOK
CKLEKK
Lebih terkejut lagi ketika mereka membuka pintu dan terpampang wajah wajah yang mereka lihat ketika menuju gunung mammon seakan tersiksa
Dave yang sadar langsung menaburkan bubuk di sekitar mereka dan akhirnya semua kembali seperti semula tanpa Lisya...
"HUUH setidaknya ini menjadi pelajaran agar kita lebih tulus kedepannya" ucap Rena menghela nafas lelah
"doakan saja semoga mereka mendapat ketenangan" ucap Steve diangguki semuanya
Tak sadar,..Lisya tengah memeluk mereka untuk terakhir kalinya dan menghilang
TH£ €ND