Prestasi. Apa itu prestasi? Sesuatu yang membanggakan? Sesuatu untuk dibanggakan? Ataukah aksi unjuk kesombongan?
Ah, muak rasanya aku memikirkan apa sebenarnya prestasi itu, karena bagiku prestasi ialah salah satu cara untuk bertahan hidup, salah satu harapan bahwa suatu saat akan ada setitik rasa kebahagiaan yang aku dapatkan.
Tapi nyatanya?
Kenyataan tak selalu sesuai dengan harapan. Berapa pun yang aku dapatkan tak akan pernah puas mereka harapkan. Seperti halnya saat ini, hanya karena peringkat yang menurun, lapar pun akan aku tanggung.
"Fa! Ingat yang Mommy bilang, kamu tidak boleh bermain - main, kamu harus terus belajar dan belajar sampai peringkatmu naik!"
"Tidak ada handphone, dan jangan keluar kamar, sebelum kamu menyelesaikan belajarmu!"
Huh...
Lelah rasanya, bosan. Tidak adakah kebebasan? Tidak adakah waktu untuk melepaskan kepenatan? Setidaknya biarkan otakku beristirahat sejenak, aku rasa dia pun telah merasakan kejenuhan mendalam.
Kuhebuskan napas berat, kuketuk ringan pena pada jilid-an kertas, dan kuterawang kosong atap kamar. Merenung sejenak.
Ah, lapar ini semakin meronta-ronta, tak tahan rasanya, biarkan, biarkan hari ini aku sedikit memberontak, kuabaikan larangan, kini aku jalan mengendap menuju dapur demi mendapat sesuap makan.
"Iya jeng, benarkah? peringkat pertama? Ah selamat ya."
"Ara? Turun dia jeng, akhir - akhir ini anaknya jadi pemalas, jadi ya gitu, turun peringkatnya."
Samar - samar aku mendengar suara mommy berbicara.
"Susah sekarang dia diberitahu, samapai pusing aku ngasih taunya."
"Iya jeng, ini juga anaknya mulai aku tegas-in. Ehm, udah dulu jeng, udah malem takut ganggu. Malam."
Braakk..
Aku terlonjak kaget mendengar suara bantingan tiba - tiba.
"ARA. KAMU MEMANG TAK BERGUNA, SELALU MEMBUAT MOMMY MALU!"
Aku meremat tangan kasar, tersenyum mengejek. Ah, jadi, selama ini aku tak berguna ya?
Hahaha...
Mentertawai diri sendiri tentang seberapa bodohnya diriku selama ini., belum bisa memenuhi apa yang mereka mau. Sepertinya perjuanganku selama ini masih kurang. Berapa lama lagi? Berapa kuat lagi aku harus berjuang? Dan bagaimana lagi cara agar aku dapat diakui?