Masa seperti ini membuat bosan banyak orang. Terutama yang selalu di rumah. Tidak berlaku untuk introvert.
Andri adalah orang yang terkena dampak dari apa yang terjadi saat ini. Bila sebelumnya asik bercengkrama dengan teman sepermainan dan juga bepergian menelusuri tempat-tempat di luar sana. Sekarang sudah dirasa berbeda dan hidup seperti mengekang di satu tempat.
Usai peresmian lockdown, Andri hanya fokus dalam kediamannya tanpa bisa bergerak banyak. Banyaj tempat yang di beri sekat dan dengan pengawasan yang begitu ketat, Ia hanya mengusap dada dengan sabar.
"Aku kangen dengan suasana dahulu. Interaksi, bahkan riuhnya suara yang memecah sunyi."
Menatap layar laptop dengan sosial media yang masih aktif. Balkon menjadi tempat dimana Andri bisa menghirup udara segar dan memandang suasana luar dengan batasan yang ada.
Yang dahulunya banyak hal bisa dilakukan untuk membunuh waktu kala bosan menghampiri, kini rasanya sudah agak sulit untuk melakukan hal yang sama pula. Batasan pergerakan dan juga menurunnya daya aktif seseorang dalam menjalani hidup kesehariannya, membuat rasa bosan tiba dan sulit untuk dihindari.
Andri yang sudah muak dengan apa yang dirasakannya itu, mulai coba untuk membunuh waktu bosan yang ada. Dengan berbagai aktivitas dan kemauan yang tersedia, ia berharap bisa lepas dari jeratan rasa yang juga turut mengekang ini.
"Bila aku melakukan sesuatu meski pergerakan terbatas, ini bisa memberi efek sedikit lebih baik dibanding tidak melakukan apa-apa. Sehingga berujung larut dalam rasa bosan yang mengantui selama ini."
Andri mulai bergerak dengan sisa semangat yang ada dengan harap hidupnya lebih baik disaat pemberlakuan batas pergerakan sedang terjadi.
-----SELESAI-----