Kau tahu selayaknya anak muda. Diri ini memiliki jiwa yang sangat kuat. Namun, tetap bisa goyah juga dikarenakan suatu hal yang menghampiri.
Tebar pesona dengan kharisma yang ditampilkan, diharapkan terbalas sesuai dengan ekspektasi yang sudah dipikirkan jauh sebelumnya.
Melihat paras yang begitu cantik nan manis menurut pandangan mata. Membuat seorang lawan jenis mulai terpincut dan membangkitkan rasa yang sebelumnya tidak pernah ada.
Farel, lelaki yang dilanda rasa kasmaran itu mulai coba untuk mendekati seorang gadis pujaan hatinya sedari lama. Salsa, merupakan nama dari sang pemikat hati tersebut.
Dari mata jatuh ke hati, itulah yang dirasakan oleh Farel ketika melihatnya di kali pertama perjumpaan antar keduanya. Dengan tekad dan juga gelora jiwa mudanya, Farel melangkah kedepan dengan sikap yang diharap dapat disukai oleh sang gadis pujaan.
Salsa menoleh ke arah Farel, saat dia disapa dengan sebuah panggilan nama. Keduanya sudah saling mengenal sejak lama. Dan Farel merasa inilah saat yang tepat baginya untuk mengungkapkan isi hatinya selama ini.
Dengan penampilan rapi dan juga raut wajah santai namun penuh keyakinan, Farel mulai berucap pada sang gadis. Hingga percakapan itu tiba di poin intinya.
"Sedari lama aku sudah menyukaimu. Kau tahu bahwa kita sudah menjalin pertemanan ini cukup lama jua. Akan tetapi, aku ingin hubungan antar kita berdua ini bisa lebih dari sekedar teman."
Salsa mendengar perkataan dari Farel itu. Dan gadis itu pun membalas setelahnya.
"Lalu engkau ingin hubungan di antara kita berdua ini lebih dari sekedar apa yang ada sekarang? Menuju hubungan dimana rayu manja berlaku dengan nuansa romantisme yang kuat, Begitu?"
balas Salsa sambil menyilangkan tangan.
"Ya. Aku menginginkan itu. Sudah lama aku menaruh hati padamu dan jatuh ke dalamnya. Sehingga membuatku ingin melimpahkannya kala sudah memendam rasa suka cukup lama juga." ungkap Farel.
"Sebesar apa rasa sukamu itu padaku?"
tanya Salsa dengan tatapan serius.
Farel terdiam sejenak dan lanjut berkata dengan sedikit gugup karena tatapan Salsa terkesan serius sekali.
"Sulit untukku dalam mengungkapkan seberapa besar ukuran cintaku padamu. Tetapi yang pasti aku sangat serius dalam hal ini seperti tatapan matamu itu. Dan juga aku sudah melakukan banyak hal untuk membahagianmu kelak."
kata Farel sambil menunduk.
Salsa mulai melangkah sedikit lebih dekat. Tangannya mulai menyentuh sebelah tangan dari Farel.
"Apa kamu benar-benar yakin? Sebab ini soal perasaan. Perempuan itu dikenal dengan hatinya."
Farel perlahan menggenggam tangan Salsa. Pandangannya pun terangkat dengan keberanian yang dimilikinya.
"Aku tahu bahwa perempuan itu memiliki hati yang menjadi andalannya. Aku tidak akan menbuat rapuh dirimu. Jadi izinkan aku untuk menjadi orang yang spesial bagi dirimu."
Usai Farel berkata-kata. Salsa pun membalas genggaman tangan itu, dan berucap dengan lembut.
"Aku menerimanya. Kamu terlihat begitu yakin dengan hal itu. Jadi aku menaruh kepastian juga pada dirimu dengan harap bisa menjaga hati dariku ini."
Farel mendengarnya. Dan jantungnya berdebar lebih kencang.
"Aku tidak percaya ini. Ini momen yang sangat aku nantikan selama ini." ucap Farel tak menyangka bahwa perasaannya telah terbalaskan.
"Kamu harus percaya. Sekarang ekspektasimu itu sudah menjadi kenyataan. Aku senang dengan kebaikanmu dan bahkan berani dalam mengungkap perasaanmu padaku. Terlebih keyakinanmu itu membuatku lebih luluh lagi. Aku juga menyukaimu, Farel."
Salsa tersenyum dengan genggaman tangan yang masih melekat.
Seketika genggaman tangan terlepas, dan Farel pun langsung memeluk tubuh dari Salsa. Ia mengungkapkan bahwasannya dia mencintai seorang Salsa. Begitu pula demikian dengan sang gadis yang sama-sama mengungkapkan perasaan sukanya.
Kini mereka resmi memulai hubungan baru yang lebih dekat lagi.
-----SELESAI-----