Di malam yang gelap itu, terdapat suara dentuman kembang api yang meledak di angkasa dengan warna warni cahaya khasnya. Langit malam tampak indah kala itu.
Arga yang berada di rooftop kediamannya itu, mulai bergegas mempersiapkan amunisinya untuk memeriahkan satu malam tersebut.
Beberapa kembang api dipersiapkannya sembari menunggu para teman-temannya datang ke lokasi. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya satu persatu teman dari Arga berdatangan dengan sapaan di awal pertemuan.
"Hai. Apakah semuanya sudah siap?"
Tanya seorang teman bernama Riana.
"Sudah. Hanya tinggal menyalakannya saja."
jawab Arga.
"Baguslah. Aku juga sudah mempersiapkan makanan yang akan kita santap nanti."
Riana menunjukkan barang bawaannya kepada Arga.
Setelah kedatangan Riana, teman-teman lain menyusul. Dari Axel, Dirga, Lina, Sekar, hingga Tasya.
Kini mereka sudah bertujuh. Dan semuanya berkumpul untuk memulai kegiatan. Masing-masing bertugas. Ada yang memasak, dan ada juga yang mempersiapkan perlengkapan dekorasi.
Kini rooftop tersebut telah tampak cantik.
Mereka semua mulai menyantap masakan yang sudah dipersiapkan. Selingan gelak tawa terdengar kala mereka sedang makan bersama. Masing-masing menceritakan berbagai hal. Dari soal kehidupan hingga menyampaikan humor yang membuat pecah suasana.
Usai makan bersama, kini saatnya bermain kembang api. Arga memimpin penyalaan kembang api itu. Semuanya memegang setangkai kembang api dengan cahaya yang indah. Berputar dalam tarian dan mengangkat kembang api ke atas. Tak lupa berswafoto disaat sedang bermain kembang api. Suasana sangat menyenangkan ketika semua orang dipenuhi kebahagian.
"Siap-siap! Saatnya kembang api yang besar di nyalakan!"
Arga mulai menyalakannya. Dan seketika kembang api pun meledak di udara. Berbagai pasang mata melihat indahnya cahaya yang di pancarkan itu. Mereka semua berbaris sejajar.
Arga, Riana, Axel, Dirga, Lina, Sekar, dan juga Tasya saling merangkul seraya melihat kembang api yang sedang menyala tersebut.
"Malam yang indah ya." ucap Axel.
"Benar. Ini malam yang indah." balas Lina.
"Momen ini bisa jadi yang tak terlupakan dan berharga bagiku." ungkap Dirga.
Tasya memandang Dirga dan berkata.
"Bukan berharga bagimu saja, tetapi momen ini berharga bagi kita semua."
"Itu benar. Aku juga tidak akan melupakan momen kebersamaan ini. Semoga kita bisa tetap menjaga hubungan ini dan terjalin dengan lama."
ujar Sekar diselipin senyuman.
Arga melihat seluruh teman-temannya itu. Raut wajah bahagia yang di tampilkan oleh mereka, membuat dirinya merasa beruntung telah memiliki teman baik seperti mereka semua.
Dibawah mekarnya kembang api dalam gelapnya langit malam, tujuh orang sedang larut dalam rasa bahagia dan penuh harap akan kekalnya hubungan antar mereka semua.
"Semoga hubungan ini kekal hingga akhir hayat."
Arga memandang kembang api yang ada di atasnya dengan tersenyum lebar.
-----SELESAI-----