Kisah muslimah berikutnya adalah Hamnah binti Jahsy. Beliau merupakan salah satu perempuan yang berada di barisan belakang ketika Perang Uhud berlangsung. Beliau bertugas untuk memberi minum serta mengobati para tentara muslimin yang sedang terluka.
Berasal dari golongan Bani As’ad bin Khuzaimah. Beliau merupakan saudara dari Zainab binti Jahsy yang merupakan istri Rasullulah. Beliau juga memiliki hubungan saudara dari istri Abdurrahman bin ‘Auf yaitu Ummu Habibah. Hamnah dan Rasullullah adalah saudara. Ini karena ibu Hamnah yaitu Umaimah binti Abdul Muthathalib merupakan bibi dari Rasulullah.
Karena kedekatan tersebut, Hamnah menjadi salah satu perempuan berbaiat kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau kemudian menikah dengan Mush’ab bin ‘Umair dan memiliki seorang anak.
Dalam perang yang berlangsung di Bukit Uhud menghadapi kaum kafir Quraisy yang dipimpin oleh Abu Syufayan, Hamnah bersama 13 perempuan yang lainnya bertugas di bagian belakang. Tugasnya adalah membawakan minum dan mengobati luka dari pertempuran tersebut. Salah satu wanita yang juga ikut berperan adalah Fatimah Ra yang merupakan putri Rasulullah dan istri dari Ali bin Abi Thalib.
Dalam peperangan ini, kaum muslimin kalah karena kaum muslimin yang tidak mentaati perintah Rasulullah SAW. Akhir perang Uhud ini meninggalkan banyak kesedihan dan hal tersebut tak terkecuali kepada Hamnah.
Hamnah bintu Jahsy RA juga termasuk sebagai perempuan yang tegar. Ketegarannya diuji setelah perang Uhud. Kala itu, Rasulullah mengabarkan jika 3 orang yang dicintai Hamnah mati syahid.
Saudaranya yaitu Abdullah bin Jahsy Ra mati syahid dalam perang Uhud. Pamannya yang bernama Hamzah bin Abdul Muthalab juga meninggal di perang tersebut. Hingga pada akhirnya, kabar kematian suaminya juga terdengar olehnya.
Kehilangan 3 orang yang dicintai dalam waktu yang bersamaan tidaklah mudah. Cobaan yang besar tersebut harus diterima oleh Hamnah. Akan tetapi, menghadapi cobaan tersebut Hamnah tetap ikhlas, tegar dan menerima cobaan dengan sabar. Beliau pun sadar selama dirinya sabar dan meridhai ketika sudah berhadapan dengan cobaan Allah SWT, ia pasti naikkan derajat bahkan dapatkan kemuliaan dari Allah SWT.
Setelah perang, beliau hidup berdua dengan puterinya hingga beliau kemudian dipinang oleh salah satu sahabat yaitu Thalhah bin Ubaidillah. Dari pernikahannya tersebut, beliau dikaruniai 2 putra yaitu Muhamad dan Imran.
Dalam riwayat, Hamnah tidak hanya dikenal karena memiliki kesabaran yang luar biasa namun juga karena beliau, hadits mengenai aturan ibadah saat mengalami darah istihadhah, diriwayatkan.