Nasibah binti Ka’ab al Anshariyah dikenal dengan nama Ummu Imarah atau Ummu Umarah. Beliau merupakan salah satu prajurit muslimah yang berani memukul mundur pasukan kafir. Kala itu, tepatnya 7 Syawal 3H/22 Maret 625 M di Bukit Uhud, kraung lebih 700 pasukan muslim bertempur melawan 3000 tentara kafir.
Tentara muslim saat itu dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW. Sedangkan tentara kafir di bawah komando dari Abu Sufyan. Karena tentara muslim mengabaikan perintah dari Rasulullah SAW, membuat tentara muslim dipukul balik bahkan Rasullulah hendak dibunuh.
Namun, seorang wanita pemberani bernama Ummu Umarah berhasil menghalau laju dari tentara kafir tersebut menggunakan pedang yang digunakannya. Keberanian dari wanita yang berasal dari Bani Mazim An-Najar ini membuat Rasulullah bangga.
Dalam kisah muslimah, Ummu Umarah merupakan salah satu wanita dari Madinah yang bersegera masuk Islam. Beliau kemudian bertugas untuk menyediakan air minum dan merawat tentara yang terluka.
Karena melihat pasukan muslim dipukul mundur, Ummu Umarah tak gentar menghalang laju Ibu Quma’ah yang hendak membunuh Rasulullah bersama dengan kedua anak dan suaminya. Karena melihat Ummu Umarah tak bersenjata, Rasullullah meminta pedang pada tentara yang lari. Ummu Umarah lalu mengambil pedang tersebut dan berperang hingga terluka parah terutama di bagian lehernya.
Dalam memperjuangkan agama Allah, beliau turut serta dalam Bai’atur Ridwan bersama Rasulullah SAW di Hudaibiyah. Bahkan Ummu Umarah meminta izin kepada Abu Bakar Ash-Shidiq untuk memerangi nabi palsu yaitu Usailamah Al-Kadzab setelah kematian Habib. Habib sendiri merupakan anak dari Ummu Umarah dengan Zaid bin Asim yang gugur setelah perang badar.
Kala itu, Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq mengutus Habib untuk mengirimkan surat ke Musailamah Al-Khadzab. Saat itu, Habib menolak dan berpura-pura tuli untuk mengakui bahwa Musailamah adalah utusan Allah. Hingga pada akhirnya, Habib syahid setelah Musailamah memotong anggota tubuhnya satu per satu.
Ummu Umarah kemudian membalas apa yang dilakukan oleh Musailamah. Namun. takdir Allah menghendaki yang lain. Karena yang mampu membunuh Musailamah adalah Abdullah yang merupakan putra Ummu Umarah yang satunya atau saudara dari Habib.
Dalam peperangan tersebut, Ummu Umarah langsung bersujud syukur setelah mengetahui bahwa Taghut al-Kadzdzab mati. Beliau akhirnya pulang dari perang setelah kehilangan 1 tangan dan anaknya Abdullah dengan membawa 12 luka di seluruh tubuhnya.
Beberapa tahun setelah Perang Yamamah, beliau wafat. Hingga akhir hayatnya, Ummu Umarah merupakan salah satu muslimah pemberani yang mencari kemuliaan di dunia dan akhirat.