Di kala itu adalah tahun 1985, pelepasan lulusan anak-anak sekolah SMA, tentunya sangat riang gembira, penuh suka cita, satu sama lain saling corat, coret baju sebagai tanda kenangan dan persahabatan yang tak mungkin terlupakan, pada usia remaja, di waktu itu, mereka semua saling berkumpul, laki-laki dan perempuan berbaur tanpa rasa malu, karena mereka semuanya lugu masa-masa cinta sekolah sungguh indah sekali, sambil memegang spidol berwarna hitam untuk dicoret di halaman baju belakang.
Dari kejauhan sepertinya ada seorang perempuan dengan riangnya berlari-lari kecil, mengikuti teman-teman nya yang sedang berkumpul di lapangan depan pintu kantor sekolah, rupanya anak itu dari pintu kelas yang berbeda yang bernama Shinta.
Salah satu dari mereka ada yang mengenal Shinta, " Shinta.. Shinta, " kesini sebentar dah, sekarang kan hari terakhir kita, di sekolah gimana kalo, kita saling tukeran kado, atau.... atau... tukeran baju yang ada tanda tangannya teman-teman gimana menurut kamu, Shinta" kata Tia, dengan serius, " temannya pun ikut menimpali, " ya bener juga tuh Shin, " soalnya bagus juga kan kalo tukeran kado, atau baju, buat kenang-kenangan kita, siapa tau, " kita bisa ketemu lagi kan enak juga kalo reunian, gimana Shinta, " ucap Windra, sembari cengar, cengir, " ya dah, itu sih terserah kamu aja dah, aku sih setuju-setuju aja aja, "Oke " sahut Shinta dengan riang, " terus gimana dengan anak-anak cowok, kira setuju ga, kalo tukeran kado atau baju, " Shinta balik bertanya kepada mereka.
Tanpa di sangka-sangka, rupanya anak-anak cowok, sedang memperhatikan mereka di depan pintu kantor ruangan Sekolah, terutama Hary, sangat antusias dan semangat sekali, " Wey, Shinta tunggu, aku mau ke situ, " kata Hary sambil lari-lari, membawa map Ijazah yang baru ia terima dengan senangnya.
Bersambung
Episode 2