Hamparan pegunungan yang membentang luas, serta pohon cemara yang menutupi sebahagian dari wilayah pegunungan tersebut. Tampak alam dipenuhi warna putih nan dingin. Itu adalah sebuah salju yang turun dari atas langit.
Marco memandang alam sekitarnya yang sedang dilanda musim dingin tersebut. Dengan pakaian tebalnya ia coba menelusuri jalan meski badan sempat terkena hembusan angin musim dingin yang dirasa sangat sejuk. Sebuah uapan keluar dari mulut Marco sesaat dirinya sedang menghela nafas.
Berada di suhu dingin, membuat Marco merindukan rasanya akan kehangatan sinar mentari di masa sebelumnya. Kini musim dingin sedang terjadi, dan ia harus merasakannya untuk beberapa waktu kedepan.
"Dingin yang tak bisa kubayangkan sebelumnya dikala masih merasakan hangatnya sinar mentari."
Marco berjalan menuju sebuah tempat yang terdapat di dekat lereng pegunungan. Bukan tempat bermain ski, melainkan satu tempat bernama sauna. Dirinya berniat untuk menghangatkan badan kala musim tidak bersahabat dengan tubuhnya.
Sesampainya di sauna, Marco menikmati hawa hangat yang terasa di satu ruangan itu.
Uapan dari bebatuan yang dipanaskan itu, membuat Marco coba untuk menghangatkan telapak tangannya sejenak.
Setelah menghangatkan diri, Marco bergegas pergi dari sana. Sesaat melangkah keluar dari sauna tersebut, tiba-tiba ia bertemu dengan seorang perempuan yang bernama Rachel. Perempuan itu baru saja melakukan hal yang sama dengan dirinya, yaitu menghangatkan badan.
Seusai saling sapa, Marco pun pergi berjalwn-jalan dengan Rachel. Mereka berdua melangkah sambil berbincang-bincang. Tampak canda tawa terselip dalam percakapan mereka berdua. Dan kebersamaan itu berlangsung kurang lebih satu jam lamanya. Setelah itu, Rachel pun pergi dari tempat dimana mereka berdua berbincang sebelumnya.
Diatas jembatan yang mana air sungai sedang membeku. Marco memandang ke bawah sembari merenung.
"Perempuan itu begitu hangat layaknya sauna yang kurasakan sebelumnya. Aku begitu nyaman berada di dekatnya selama ini."
Dirinya berpikir mengenai perempuan bernama Rachel tersebut. Dan pada akhirnya ungkapan yang ada pada dirinya tak bisa terucap langsung kepada sang lawan bicara sebelumnya itu.
"Sekarang, aku masih belum bisa mengungkapkan mengenai apa yang ada didalam hati ini. Apakah ini hanya sekedar cinta dalam diam?"
Marco berdiam diri disana hingga hari menuju petang.
-----SELESAI-----