Aaaaww... seseorang memukul kepalaku dan aku pun pingsan.
Saat terbangun aku sudah berada di rumah yang besar dengan orang asing yang pingsan.
Aku mencoba mendobrak pintu dan memecahkan kaca tapi sia-sia rumah ini sangat kuat.Mereka berlima akhirnya terbangun mendengar aku yang begitu berisik.
Berisik sekali,ucap mereka berlima. Tiba-tiba muncul suara lain.
Halo,selamat datang di rumahku untuk kalian berenam. Kalian aku kumpulkan untuk eksperimen dan tontonanku. Hanya satu orang yang bisa bebas dari sini dan mendapat uang sebesar 10 miliar rupiah.
Rumahku ini begitu kuat.Kalian tidak bisa kabur. Aku juga sudah memasang CCTV di setiap ruangan kecuali kamar mandi.
Kenapa kamu menculik kami,teriak seorang pria tinggi.
Aku menculik kalian secara random tapi aku sudah melihat kalau kalian memiliki sifat masing-masing yang sangat berbeda dan sangat menarik untuk menjadi tontonan ku. Jadi,selamat bersenang-senang. Aku tidak akan kembali lagi.
Dasar psikopat,teriakku kesal. Bagaimana ini ? Apa kita harus saling bunuh untuk bisa bebas ?
Aku pikir kita tidak boleh saling bunuh. Bagaimana kalau orang itu berbohong,ucap pria tinggi.
Masuk akal.Tapi bagaimana cara kita kabur ? rumah ini sangat kuat aku sudah mencoba mendobrak pintu dan memecahkan kaca tadi,ucapku.
Kita pasti bisa kabur dari rumah ini. Aku akan mencoba menelpon atasanku. Sial tidak ada jaringan di sini,ucap pria tinggi.
Baiklah,kita pikirkan nanti masalah kabur. Bagaimana kalau kita berkenalan dulu. Namaku Lia.
Namaku Adam.Aku seorang polisi,ucap pria tinggi.
Namaku Sam.Aku mantan narapidana,ucap pria berkulit gelap.
Namaku Mario.Aku seorang paul di gereja,ucap seorang pak tua.
Namaku Chika.Aku bekerja di klub malam,ucap gadis berambut cokelat.
Namaku Jessi.Aku hanya siswi biasa,ucap gadis berambut hitam.
Setelah kami berkenalan muncul makanan berupa ubi dari lift.
Sedikit sekali jumlahnya hanya 12.Kami pun membaginya rata.
Setelah selesai makan.Kami mencoba kabur dari rumah ini.Kami kecuali Chika berusaha mendobrak pintu dengan meja.
Lia : Chika tolong kami dong.
Chika : Tidak mau nanti tanganku kotor dan sakit.
Lia : Dasar.Awas saja kamu.
Usaha kami sia-sia dari mendobrak pintu, memecahkan kaca,membongkar lantai. Rumah ini benar-benar tidak ada celah.
Hari sudah malam.Kami mau beristirahat tapi Sam dan Chika malah mabuk-mabuk.
Lia :Kalian udah sakit ya ? Disaat seperti ini kenapa kalian masih bisa minum-minum ?
Chika : Berisik. Dasar rambut ungu.
Lia : Memang kenapa kalau aku rambut ungu ? Kamu sendiri wanita malam.
Chika : Pergi sana (mendorong)
Jessi : (Menangkap ku) Kamu keterlaluan Chika (mendorong Chika sampai terbentur tembok )
Kepala Chika berdarah dan ia meninggal.
Lia : Syok
Jessi : Syok.Sumpah aku tidak bermaksud membunuhnya.
Ya lain sudah berkumpul di sini. Apa yang terjadi ?
Jessi: Aku bersumpah aku tidak sengaja mendorongnya.
Paul Mario : Baiklah aku akan mendoakannya.
Keesokan harinya,makanan datang lebih banyak dengan tulisan kerja bagus.
Aku mengerti karena sudah ada 1 korban makanannya menjadi lebih banyak.
Aku pikir Jessi berhak untuk mendapat lebih makanan hari ini.Aku lalu membawa makanan ini kepadanya.
Lia: Jessi,ini untukmu makanlah.
Jessi : Tidak, aku tidak selera makan.
Lia : Makanlah,kamu berhak atas makanan ini.
Jessi:Baiklah,kalau kamu memaksa.
Aaaawww... terdengar teriakan seseorang.Aku langsung berlari ke arah suara.
Lia: Astaga,Pak Adam.
Pak Adam: Sam berhati-hati dengan sam.
Lia: Apa yang terjadi ? Kenapa dia menusuk pak Adam ?
Pak Adam : Dia sedang mabuk-mabuk tiba-tiba saja dia menusukku dari belakang dan berteriak uang uang.
Lia : Yang benar saja.Terjebak di rumah ini saja sudah sial sekarang lebih sial lagi karena ada psikopat.
Apa aku masih bisa bertahan ? Apa aku akan jadi korban berikutnya ? Aku segera berlari dan mengunci kamarku.Di dalam kamar ternyata ada Jessi yang sedang memegang pisau.
Lia:JESSI ! Apa yang kamu lakukan ?
Jessi : Sttt,tenang saja.