Cerpen Karangan: Dewika Syarma
Kategori: Cerpen Romantis
Malam sudah larut, suara gemuruh hujan samar-samar mulai terdengar dari arah selatan. Langit diluar sana mungkin sudah sangat gelap dan mengerikan. Dengan hati yang begetar aku bersembunyi di balik selimut tebal, berdoa memohon agar hujan itu tidak turun. Namun, tidak perlu menunggu waktu yang lama butiran-butiran air dari langit itu turun dengan amarah. Tidak ada kelembutan yang terdengar, keringat dingin sudah bercucuran. Aku ingin sekali menghilang, dan tidak perlu mendengarkan kemarahannya. Sayang, kenyataanya aku masih terdiam dengan balutan selimut di seluruh tubuhku.
Semakin larut, hujan itu malah semakin menjadi. Bagaimana denganku yang phobia hujan?.
Dapat dipastikan saat itu aku sudah menangis, hingga bunyi dering ponsel yang kupegang membuatku sedikit berharap. Seseorang disana bisa membawaku dalam kondisi yang tenang.
Hanya sebuah pesan singkat dari seseorang yang waktu lalu kukirimkan pesan padanya. “Enggaklah, kan ada adek yang nemenin.” bacaku pada pesan itu. Ada sedikit rasa senang, hingga tanpa sadar aku tersenyum dan mengetikkan pesan untuknya “Adek siapa?” jawabku memastikan. Tidak perlu menunggu lama pesan itu sudah terbalas, “Ya kamu, adek.” Lagi-lagi senyum itu mengembang ditengah rasa takut yang tentu belum menghilang.
Dengan rasa yang bimbang, aku mulai memberitahukan kondisiku disini pada seseorang disana. “Kak, hujannya sampai sini. Aku takut, aku harap kakak tidak tidur duluan.” Begitulah pintaku terlalu jujur padanya. Aku masih menangis, berharap dia disana menenangkanku meski dengan balasan pesannya.