hari itu aku benar-benar terluka, orang yang kucintai telah pergi, tanpa pesan dan kata, cinta pertamaku tlah pergi, selama satu tahun LDR dengan ka awan berakhir ditengah jalan, temanku dan temannya sama-sama ingin menghancurkankan hubungan kami, aku tahu temanku menyukai ka awan dan teman ka awan jua menyukaiku, tapi aku tidak tertarik sama sekali, kerna aku mencintai ka awan. tapi apalah daya kini dia sudah pergi meninggalkan aku, dia tak kuat menahan segala ujian cinta kami. irda ada apa sih kok kamu ngelamun aja, vita menepuk bahuku pelan, oh ngga papa vita aku hanya, hanya kataku menggantung. hahaha pasti awan lagi kan yang kau pikirkan, sudah lah irda, move on dong, kamu itu cantik manis lucu, sudah berapa orang nembak kamu, tapi selalu kamu tolak, ngapain sih mikirin awan yang sudah pergi, buka matamu irda, jangan seperti ini, apa susahnya sih lupain awan, dia sudah bukan cowokmu lagi, vita bicara panjang kali lebar, aku hanya menghela napas panjang, susah sekali untukku melupakannya, awan cinta pertamaku, tapi kata kata vita ada benarnya juga, aku harus bangkit aku harus move on dari awan.
hari yang cerah aku tersentak menatap seorang cowok dirumah tetanggaku, yang ku lihat pertama dia tersenyum padaku, namun anehnya yang kulihat malah wajahnya ka awan, aku tersenyum getir dan meruntuki diriku sendiri, malamnya aku ketamu dia lagi, kali ini aku benar-benar melihat wajahnya, dia cowok yang lumayan tampan, berperawakan sedang dan memiliki mata yang teduh, dia menatapku sekilas dan memalingkan wajahnya seakan akan menghindari kontak mata denganku, hei irda kenapa sih senyum-senyum sendiri, jangan- jangan kamu gila ya ha.haha, kepala vita reflek aku getok kerna bercandanya keterlaluan, dia meringis sambil nyengir, vita kamu sempat lihat tetangga kita ngga, aku mencoba bertanya padanya, oh tante popy ya, om lukman atau om heru ya, vita nyerocos lagi, bukan itu vita, itu cowok yang ada dirumah om heru, kamu tahu dia siapa , aku lihat dia dari kamaren lho, bukannya menjawab pertanyaanku vita malah menatapku dengan tatapan aneh yang sulit aku artikan, dia lalu tersenyum, oh cowok itu kamu naksir ya? eh apaan sih kamu vita aku cuma tanya doang kok. vita semakin gencar menggodaku, pipiku terasa panas, eh kenapa juga aku tanyakan pada vita, jadinya kan diledeknya begini. sore itu kami kedatangan teman-teman kami yang lain, mereka ngumpul di kedai kopi kami, oh ya aku adalah gadis desa yang hanya punya kedai kopi bersama vita sahabatku.mereka ngumpul dan ngerumpi ngelor ngidul seenaknya, dan yang paling hit iyalah membicarakan tetangga baruku, cowok tampan bermata teduh, kenapa pula aku merasa cemburu, jangankan mengenalnya, bahkan namanya pun aku tak tahu. palingan juga kami saling melempar senyum dan jujur itu pun mampu membuatku sangat bahagia. jatuh cinta lagi kah aku entah lah.
malam itu seperti biasa cowok bermata teduh nongkrong dengan teman-temannya dikedai kopi kami, tapi kali ini dia meninggalkan sepucuk surat untukku, jantungku berdebar dahsyat, kebahagian yang kutunggu telah datang, kubuka surat yang dia berikan untukku, dia meminta maaf padaku kerna memberiku sepucuk surat, layaknya orang-orang pada jaman nenek moyang hehe, dia mengatakan bahwa sangat ingin bicara langsung padaku, tapi aku terlalu sibuk, sehingga sulit untuknya hanya sekedar menyapa dan meminta no Wa ku, dia juga mengatakan bahwa dia sudah lama memendam rasa cinta untukku, bahkan rasa itu muncul saat kami pertama bertemu. Aku bahagia sangat bahagia, rasa yang kurasakan ternyata tidak bertepuk sebelah tangan, diapun merásakan apa yang kurasa, rasanya aku terbang bersama bintang-bintang dan memeluk rembulan, sungguh indah cinta ini.
ku tulis jawaban bahwa aku jua mencintainya, dan aku berterima kasih kerna dia mau menarima keadaanku ini. malamnya aku bertemu dengannya, berceritar dia cemburu dan marah padaku, dia hanya diam dan menanangkan perasaannya, kini dia kembali menyelasaikan kuliahnya, dan dia berjanji akan menjemputku nanti dan menjadikan aku permaisurinya dikehidupan yang akan datang. tamat