Setangkai bunga dipegang oleh tangan lembut dari seorang gadis yang sedang duduk di sebuah bangku taman. Jari jemarinya sibuk memetik bagian dari bunga yang sudah mekar tersebut. Satu persatu bunga yang semula mekar dengan indah, kini mulai berubah bak kehilangan bentuk murninya.
"Hatiku begitu rapuh layaknya bunga ini."
Pandangan kebawah dengan bunga yang masih dipetik tiap bagiannya.
Tina meratapi nasibnya yang baru saja di putusin oleh sang kekasih. Dirinya tak kuasa menahan rasa sedih lantaran ia masih mengingat momen kebersamaan yang pernah ia jalani dulu dengannya.
"Banyak kenangan yang sudah melekat di diri ini. Bahkan wajahnya saja selalu terbayang olehku di setiap harinya. Dan kenapa hal ini harus terjadi padaku? Kenapa?"
Tina bertanya-tanya perihal kandasnya hubungan antara ia dan sang kekasih terdahulu yang sekarang sudah berubah menjadi mantan.
Dengan mata sembab, ia terus memikirkan hubungannya itu.
Usai beberapa lama meratapi kesedihan yang menyakitkan hati tersebut, Tina mulai tegak dan memandang bunga yang dipegangnya.
"Mungkinkah dia bukan seseorang yang ditujukan padaku?"
Bunga yang sudah terkelupas itu langsung diletakkan Tina di atas bangku taman yang barusan didudukinya tadi.
"Aku harap di lain waktu, diriku ini mampu melupakannya dan kelak bisa mendapatkan orang yang lebih baik dibanding dirinya."
Setangkai bunga ditinggalkan oleh Tina yang mulai melangkah pergi menjauhi bangku taman tersebut.
-----SELESAI-----