Dibalik dinding yang berdiri kokoh itu, terdapat sebuah dimensi yang menembus waktu dan tempat. Luna mencoba meraih sebuah permukaan dinding yang ada di hadapannya.
"Katanya bila seseorang memegang dinding ini, maka dia akan bisa menembus masuk ke dalam dimensi itu." gumam Luna.
Tangan telah menyentuh permukaan dari dinding tersebut. Dan perlahan jari jemari mulai menembus masuk ke dalam.
"Ini beneran ada?!" Luna tak menduga.
Setelah tangannya masuk ke dimensi itu, Luna pun menyusul dengan pergerakan seluruh badan agar bisa menembus seluruhnya.
Sekarang, perempuan itu sudah berada di sisi lain dari dunia yang dimasukinya.
Dimensi itu dipenuhi oleh pemandangan yang aneh. Sebab tampilannya berbeda dari apa yang seharusnya ada. Mulai dari bangunan, hingga langit pun terkesan terbalik disana.
Luna memandang ke bawah dan melihat bahwa langit berada didekatnya.
"Ini sangat aneh."
Perempuan itu berjalan sembari melihat keadaan sekitarnya. Tidak ada seorang pun disana dan sangat sepi tanpa suara.
"Ini tempat seperti apa? Tiada suara dan juga tanpa adanya makhluk hidup satu pun."
Luna bertanya-tanya tentang keadaan yang ada di sekitarnya.
Setelah berjalan cukup lama, ternyata Luna malah kembali ke tempat yang sama persis dengan awal ia melangkah. Selama ini dia hanya berjalan di area itu saja tanpa ia sadari. Tak berapa lama permukaan dimensi itu mulai berubah menjadi putih. Luna terperanjat setelah melihat kejadian itu. Kini ruangan seluruh ruang menjadi putih sepenuhnya.
Luna kebingungan dengan apa yang telah terjadi. Dan firasatnya sedikit tidak enak.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"
Luna bingung tidak tahu mesti ngapain. Ia berdiri diam menoleh ke berbagai arah yang latarnya sama semua.
"Apa sebaiknya aku kembali saja? Tapi bagaimana caranya?" tanyanya pada diri sendiri.
Ruang dimensi itu kembali menampilkan sebuah penampakan aneh secara tiba-tiba. Tampak lubang hitam besar muncul didekat Luna. Perempuan itu mulai mundur secara perlahan. Akan tetapi aksinya itu tidak membuatnya makin jauh, malah membuatnya terus diam di tempat tanpa gerak sedikit pun.
"Aku tidak bergerak dari tempatku berdiri? Apa-apaan ini?"
Sesaat kemudian, lubang hitam itu mulai menarik Luna. Menyadari akan hal itu, Luna langsung bergerak melawan arah. Namun, itu sia-sia saja. Dia terjatuh dan masuk ke dalam lubang hitam tersebut. Dirinya jatuh ke tempat yang dirasa tidak memiliki dasar sama sekali.
Perempuan itu panik setengah mati karena kejadian yang tiba-tiba saja menimpanya. Ia terus berteriak ketika jatuh ke dalam.
Ruang dimensi mulai sepenuhnya gelap dan Luna tidak bisa melihat apa-apa lagi.
"Tempat macam apa ini?! Aku ingin pulang!"
Dirinya menangis karena tak tahan dengan fenomena yang ada di sekitarnya. Air mata mulai keluar dan suara tangis terisak-isak pun terdengar.
Air mata dari Luna itu jatuh ke bawah dan membuat seluruh dimensi itu berubah. Berbagai macam tampilan di perlihatkan kepada Luna. Matanya tak sanggup melihat seluruh isi dari ruang dimensi yang berubah setiap saatnya. Mata Luna mulai merasa sakit melihat paduan warna yang juga kuat tersebut. Hingga akhirnya, dirinya pingsan dalam sekejap.
---
Mata terbuka dan berkedip beberapa kali sebelum mulai melihat dengan jelas. Luna siuman dan melihat sekitarnya. Sekarang dirinya berada di depan dinding itu, pertanda sudah keluar dari ruang dimensi tadi.
Berdiri sembari memandang dinding yang ada di depannya.
"Aku tidak akan kembali ke sana lagi. Tidak akan!"
Kemudian ia pun pergi dari tempat itu.
Sebuah kertas tertinggal di dekat dinding yang sebelumnya ditembus oleh Luna.
Terdapat sebuah tulisan yang berbunyi bahwa sesuatu yang ada di balik dinding itu adalah sebuah dimensi perusak batin yang ditemukan 100 tahun silam secara rahasia oleh pendahulu Luna.
-----SELESAI-----