Nabi Muhammad wafat saat berusia 63 tahun, Bunda. Kematiannya terjadi setelah mengalami sakit dalam beberapa waktu. Lalu lima hari sebelum Nabi Muhammad menghembuskan napas terakhir, suhu tubuhnya begitu tinggi, sehingga meminta para sahabatnya untuk menyiraminya dengan air.
"Para sahabatnya pun melakukanya dan menyiramkannya. Sehingga beliau berkata, 'cukup...cukup," tulis Abdullah Haidir.
Di hari kematiannya dan dalam sakaratul maut, Nabi Muhammad SAW berada dalam pangkuan istri ketiganya, Aisyah. Saat mata Nabi Muhammad SAW memandang ke arah langit-langit rumah, bibirnya bergerak dan Aisyah pun berusaha mendengarkan apa yang diucapkannya.
"Ya Allah, ampunilah dan kasihanilah aku, pertemukan aku dengan teman-teman yang tinggi (kedudukannya), Ya Allah pertemukan aku dengan teman-teman (yang tinggi kedudukannya)," ucap Nabi Muhammad SAW.
Kalimat tersebut diulang sebanyak tiga kali, Bunda. Kemudian tangannya menjadi lemas dan jiwanya pun terpisah dari raga. Nabi Muhammad meninggal pada waktu Dhuha, Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah.
Baca Juga :Resep Kuah Beulangong, Menu Spesial Rayakan Maulid Nabi
Nah Bunda bersama buah hati, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bisa dijadikan momentum untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah dengan meneladani sifat dan kisah perjuangannya.
Mengutip CNN, Ustaz Yusuf Mansyur pun memaknai kisah ini, Bunda. Menurutnya, siapapun yang dekat dengan Nabi Muhammad SAW, maka Allah akan SWT berikan kelancaran dalam kehidupannya.
"Dari kisah ini, dapat diambil hikmah bahwa siapa saja yang dekat dengan Nabi akan diberi kemudahan, rezeki mengalir terus," katanya.