Setelah mendapat wahyu dari Allah SWT, Nabi Muhammad SAW pun mulai melakukan dakwah. Pada awalnya, dakwah yang disampaikan dengan cara bersembunyi-sembunyi.
"Kemudian, satu demi satu umat masyarakat masuk islam seperti Bilal bin Rabah, Abu Ubaidah Amin bin Jarrah, Abu Salamah, Arqam bin Abi Arqam, Utsman bin Madz'un, Fatimah binti Khatab, dan lainnya. Mereka semua masuk Islam secara sembunyi-sembunyi karena Nabi Muhammad menyampaikan dakwahnya secara individu dan rahasia," sebagaimana dikutip dari buku 'Sejarah Hidup dan Perjuangan Rasulullah SAW' yang diterjemahkan oleh Abdullah Haidir.
Adapun yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW yang pertama adalah sang istri, Khadijah, lalu para sahabatnya, yakni Ummu Aiman, Ali bin Abu Thalib, Abu Bakar Al-Shiddiq dan Zaid bin Haritsah.
Setelah itu, Nabi Muhammad SAW kembali mendapat wahyu lewat Surat Al-Hajr. Dalam wahyu tersebut, Allah SWT memerintah Nabi Muhammad SAW untuk mulai berdakwah secara terang-terangan.
فَٱصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ
Faṣda' bimā tu`maru wa a'riḍ 'anil-musyrikīn
Artinya: "Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik."
Nabi Muhammad melakukan Isra Mi'raj
Isra Mi'raj merupakan peristiwa penting umat Islam yang dijalani oleh Nabi Muhammad SAW, Bunda. Ini merupakan perjalanan yang dilakukan selama tujuh hari oleh Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh.
Peristiwa bersejarah ini terjadi pada 27 Rajab di tahun Kenabian. Kisahnya pun tertulis dalam Al-Qur'an surat Al-Isra.
Di malam itu, Rasulullah bersama Malaikat Jibril melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, Bunda. Lalu, Nabi diangkat ke langit ke tujuh untuk bertemu dengan Allah.
Saat diangkat ke langit ketujuh, Nabi bertemu dengan malaikat dan nabi-nabi terdahulu. Di sana, Nabi Muhammad SAW pun menerima perintah salat 5 waktu oleh Allah SWT, juga diminta untuk memperhatikan umatnya oleh para nabi-nabi terdahulu