Setelah tumbuh dewasa, Nabi Muhammad SAW menikah dengan Siti Khadijah, Bunda. Khadijah merupakan wanita terpandang, cantik rupawan, dan berasal dari golongan orang berada di Arab.
Awalnya, Nabi Muhammad SAW dan Khadijah bekerja sama saat berdagang. Namun dengan pribadi Nabi Muhammad SAW yang baik, jujur, dan patut diteladani, Khadijah pun jatuh hati dan meminta sahabatnya, Nafisah binti Munyah, datang untuk meminang Nabi Muhammad SAW.
"Muhammad, aku Nafisah binti Munyah, datang membawa berita seorang wanita agung, suci, dan mulia. Pokoknya ia sempurna, sangat cocok denganmu. Kalau kau mau, aku bisa menyebut namamu di sisinya," kata Nafisah kepada Muhammad, dikutip dari buku Bilik-bilik Cinta Muhammad, karya Nizar Abazhah.
Nabi Muhammad menikah saat berumur 25 tahun. Sedangkan Khadijah saat itu berusia 40 tahun. Khadijah disebut sebagai cinta pertama Nabi Muhammad SAW, Bunda. Ini terbukti karena dalam pernikahan mereka, Nabi Muhammad SAW tak pernah menikahi wanita lain.
Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu
Wahyu pertama yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW datang melalui mimpi saat ia berusia 40 tahun, Bunda. Dalam mimpi tersebut, Nabi Muhammad berada seorang diri dalam Gua Hira di Jabal Nur, dan bertemu dengan Malaikat Jibril.
Melalui Malaikat Jibril, wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT adalah surat Al-Alaq ayat 1-5. Sebagaimana yang dikutip dari buku berjudul Tafsir Pendidikan: Konsep Pendidikan Berbasis Alquran, karya Ahmad Izzan dan Sehudin, dijelaskan bahwa ulama tafsir berpendapat bawah 5 ayat tersebut menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diperintahkan oleh Allah SWT untuk membaca.
Selain itu, perintah tersebut pun dibarengi dengan mengajarkan kekuatan serta sifat-sifat Allah pada manusia dalam berdakwah. Berikut isi surat Al-Alaq ayat 1-5 serta terjemahannya:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ - ١
Iqra' bismi rabbikallażī khalaq
Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan."
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ - ٢
Khalaqal-insāna min 'alaq
Artinya: "Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah."
اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ - ٣
Iqra` wa rabbukal-akram
Artinya: "Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,"
الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ - ٤
Allażī 'allama bil-qalam
Artinya: "Yang mengajar (manusia) dengan pena."
Baca Juga :Resep Nasi Tumpeng, Sajian Istimewa Menyambut Maulid Nabi
عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ - ٥
'Allamal-insāna mā lam ya'lam
Artinya: "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."