ini bisa di bilang adalah langsung cerita hidupku.
Aku bukan gadis yang seperti gadis lainnya yang memiliki teman dimana-mana, aku orang yang private, pendiam, selalu ingin sendirian. Tapi bukan berarti aku tidak memiliki teman. Disaat aku sendirian aku mencari teman melalui media sosial dan berinteraksi dengan orang jauh melalui internet. Aku mengenal dia melalu medsos. Di 2020 Maret aku mengenal dia, dia mengechat ku duluan. Pesan FB lite...
"P". "Y" balas ku setelah beberapa detik pesannya muncul. "pacar Firzan?". "Iya"Singkat ku. Waktu itu aku sedang berpacaran online dengan Kaka kelas ku yang tidak pernah sama sekali ku temui. "Intro duluan".
Jujur saja waktu itu aku bingung apa itu intro? Lalu aku mencari kemana-mana arti intro dan aku baru tau bahwa intro itu memperkenalkan diri. Setelah aku paham aku pun membalas pesan dia yang tadinya ku read. "duluan"Balas ku, karena aku bingung mau mulai darimana jadi ku pinta dia. "Satya, Bandung, SMA. Kamu". "Hiyla, Jakarta, SMP." "salam kenal". "juga". Waktu itu aku benar-benar bingung mau membalas bagaimana. "Udah berapa bulan atau tahun pacaran sama farzan?"Balas dia, mungkin dia tidak ingin percakapan itu hanya sebatas perkenalan. "Baru 5 hari"Balas ku jujur. "Oh, langgeng ya". "Makasih". "Sama-sama", "Nanti tanggal 2* jangan lupa ucapkan ultahku"balasnya lagi. "pasti tapi jangan lupa traktirannya"balas ku so akrab. "Iya maunya apa?"balas dia bertanya. "Kue ya boleh juga😃🤣"balas ku yang sudah tidak segan memakai emot. Aku lupa apa saja yang ku bahas dengan dia tapi yang jelas ada pertanyaan. "lagi apa?" Yang ku ingat dia yang memulainya tapi percakapan kami tidak begitu lama. Setelah 2 hari perkenalan ku dengan dia aku dan farzan putus karena aku bosan dengan dia. Lalu dari saat itu aku dan Satya agak dekat apalagi setelah aku memperhatikan dia saat dia terkena alergi. "lagi apa?"tanya ku yang menyalakan topik percakapan karena hampir mati oleh pesan singkat kami berdua. "Garuk"singkat dia. "Tubuh?"aku yang fsr(Fanst respon) atau lebih tepatnya cepat respon. "Iya"singkatnya. "Abis makan atau minuman yang buat alergi?"tanya ku yang bingung merangkai kata itu. "Abis makan udang". "Kalo alergi kenapa di makan?"Tanya ku yang di real ya agak kesal juga. "Nyoba"singkatnya. "Udah minum obat?"tanyaku yang seolah-olah so perhatian. "Ini mau pake salep". "Taro dulu hp ya"Perintah ku kepada dia. Ya karena kalo pake salep pas online di hp pasti susah juga. "Udah juga pake salepnya"balas dia yang memang agak lama balasnya tadi. "Ya udah jangan di garuk"ya karena yang aku tau kalo di garuk malah tambah parah. "Tapi gatel". "Tahan aja"Balasku. "Ya udah off ya soalnya udah gak tahan"Izinnya. "Ya udah gws''. "Makasih"balas dia yang setelah ku balas "sama-sama" lalu FB ya pun off 1 menit lalu. Waktu itu ada dekan(ade Kaka online) ku yang menjodoh-jodohkan aku dengan dia sampe membuat ku berharap untuk menjalin hubungan dengan Satya tapi sayangnya menurut ku itu hanya mimpi. Setelah itu kami mulai dekat. Setiap aku membuat story FB dia pasti akan membalas story itu, malah sampe kadang-kadang aku sengaja membuat story FB sering-sering agar bisa chatan dengan dia, ku akui saja aku juga mulai menyukai dia. Lalu pas puasa aku di jodoh-jodoh kan oleh teman online ku, dan aku tak percaya bahwa dia juga menyukaiku. Aku dan dia berpacaran di tanggal 23 di lebaran kemarin. Kami pacaran selama 6 bulan tapi rasanya berarti sekali bagiku. Dia hubungan ku dan dia aku mendapat pendewasaan secara perlahan. Dan aku mencintai dia. Sayang sekali di tengah hubungan ku dan dia kandas, dia menghilang. Aku hampir menggila karena hubungan ku yang kandas dan dia yang menghilang, aku terus mencari dia. Aku mempertanyakannya dan dia jawab bahwa pacaran itu adalah zina, dari situ aku tidak berpacaran namun sayangnya aku dan dia kadang-kadang seperti saat pacaran. Setelah itu aku dan dia mulai dekat lagi selama 4 bulan. Ada sesuatu yang terjadi padanya sehingga dia harus menghilang untuk sementara waktu, tapi aku yakin dia akan kembali:) aku terus menunggu dia, karena semasa pacaran aku selalu berusaha tidak merespon laki-laki lain maka sampe putus itu menjadi kebiasaan ku. Aku harap kami bisa chatingan lagi:) dan ku harap penungguan ini tidak akan pernah sia-sia dan mengecewakan.