Siapa coba yang tidak pernah mencintai seseorang dalam diam? pasti semua orang juga pernah. aku sekolah di SMP negeri. aku masih duduk di kelas 7, bisa di bilang aku murid baru disana. waktu itu ada pembagian kelas. aku masuk ke kelas 7C.
aku bertemu dengan seorang laki-laki yang tempat duduknya tidak beda jauh dariku. kami saling bertatapan.
dari saat itu aku menyukai dia dan selalu memperhatikan dia.
dia beda dengan laki-laki lain yang selalu menganggu ku, sementara dia tidak pernah mengangguku, itu yang membuat ku tambah tertarik padanya. dia seorang pria yang manis.
pernah sempat dia duduk di dekat ku dan menyapa ku.
"Hy namamu siapa?"Dia menyapaku, aku yang mendengarnya langsung ingin terbang rasanya apalagi dia duduk di dekat ku. aku pun menatap dia "Cinta"Ucap ku yang agak malu-malu. "Cinta kamu"Ucap dia yang lalu membuat love mengunakan kedua tangannya. "Itu pujian atau ledekan?"Ucap ku yang agak kesal karena dia. dia malah hanya tertawa. "Tentu saja pujian aku hanya becanda tadi"Ucap dia yang lalu mengusap rambutku. "Tidak lucu"Ucap ku yang seolah-olah kesal. dia menatapku lalu seperti meminta maaf "Maaf jangan serius aku hanya bercanda''ucap dia yang agak mau tertawa. "Yaya dan kamu?"Singkatku yang menatapnya. "Revan"Dengan senyuman manis ya. dia 2 pipinya ada lesung, coba bayangkan saja betapa manisnya dia.
sejak perkenalan itu kami mulai dekat menjadi teman namun sepertinya dia hanya anggap aku sebagai temannya dan ada yang paling membuat ku hancur, dia berpacaran dengan teman sekelas ku. kami berteman sudah 2 tahun dan kami berbeda kelas namun masih tetap berteman baik. waktu itu aku benar-benar hancur tapi aku ingat cinta ku padanya hanya CINTA DALAM DIAM atau lebih jelasnya "CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN".
lalu setelah beberapa Minggu mereka berpacaran mereka putus karena Revan yang tidak tahan dengan sikap pacarnya yang selalu melabrak ku. di saat itu aku merasa ada kesempatan namun sayangnya dia hanya anggap aku sahabat.
setelah lulus SMP kami masuk ke sekolah SMA yang sama dan aku masih memendam perasaanku sampai kelas 12 sekarang. aku selalu bertanya-tanya apa aku harus memberitahu ya tentang perasaanku? atau tetap menjadi sahabat meski harus sakit karena melihat dia dengan wanita lain dan mantan-mantannya. tapi yang jelas aku takut karena ku ungkapkan cinta ini persahabatan kami hancur jadi ku putuskan untuk memendam perasaan ini dan tetap mencintai dia dalam diam