Jalan buntu..
Otak buntu..
Jangan tambah usus buntu..
Aku celingak celinguk menatap jalan buntu di hadapanku. Bagaimana ini? Harus kemana aku sekarang? Bagaimana bisa setelah aspal langsung bebatuan curam dan lautan seperti ini? Ah, ini jalan lepas landas untuk pesawatkah? Kenapa otakku malah memikirkan sesuatu yang tidak penting disaat genting seperti ini..
Di belakangku mulai terdengar suara kendaraan motor dan mobil bersahutan. Berfikir.. berfikirlah otak, kemana kamu akan membawa ragamu bersembunyi dari amukan massa itu sekarang.
Tunggu.. jangan salah sangka dulu, aku bukanlah maling! Aku hanya manusia gabut yang sedang mencari kejernihan fikiran, tetapi malah kerusuhan yang kudapat.
Tadi saat sedang jalan-jalan santai mengendarai sepeda motor bututku sambil menyesap tembakau linting racikanku sendiri. Aku membuang putung lintinganku ke sembarang arah, tanpa kusangaka putung itu mengenai jligen bahan bakar dan otomatis langsung meledak begitu saja. Aku kaget dan langsung ngacir begitu saja, karena jika aku diminta untuk mengganti rugi, aku tak punya apa-apa selain nyawa yang ada pada raga krempengku ini.
Mau menceburkan diri ke laut, aku tak bisa berenang. Jadi aku memilih masuk saja ke rerumpunan semak-semak. Aku mendorong sebuah batu besar kedalam laut, agar mereka semua mengira aku terjun ke laut. Semakin jauh aku menuntun motor bututku kedalam semak yang menuju hutan dengan susah payah.
Di dalam hutan aku melihat sebuah gua besar yang dikelilingi bunga-bunga indah yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Kutinggalkan motorku begitu saja untuk memasuki gua itu. "Wuaahh.. apakah ini benar-benar gua? Sangat indah.." gumamku berdecak kagum. Aku terus berjalan kedalam gua, lama kelamaan muncul cahaya yang semakin terang. Kupejamkan mataku karena tak sanggup melihat silaunya. Setelah kurasa agak redup, kubuka mataku perlahan. Betapa terkejutmya diriku saat sudah berada pada dunia yang mirip seperti negeri dongeng.
Peri-peri kecil beterbangan kesana kemari dengan sayapnya yang indah, bunga-bunga nampak menjadi raksasa bagiku. Saat ku melihat tubuhku, "Huaaa... aku mengecil? Menjadi peri seperti mereka?" Pekikku, "Tidak mungkin, ini pasti hanya mimpi." ucapku tak percaya pada hal yang menimpaku.
Apakah sekarang aku akan bisa terbang seperti para peri-peri itu? Pikiranku mengembara, mulai membayangkan aku bisa mengelilingi dunia dengan mudah tanpa harus repot menaiki motor ataupun kendaraan yang lainnya.
Aku berharap ini nyata. .