ketika kau udah bekerja keras tapi yang kau dapet hanyalah amukan emosi ketidak puassan. kau seketika berpikir 'terus apa gunanya saya dari tadi? saya kan sudah berusaha! kenapa kau malah marah kepadaku?!!' tapi kau tak bisa mengatakannya dari mulutmu. mulut mu bergetar ingin mengatakannya tapi, kau juga tau itu sia-sia karena tak ada yang akan mendengarkanmu. kau lebih memilih menggurrung dirimu sendiri rasa ingin berteriak menggila. kau sudah berusaha sekuat yang kau bisa tapi kau malah mendapatkan amukan emosi ketidak puasan! 'kenapa? kenapa?!!' kau berusaha bukan untuk mendapatkan amukan emosi ketidak puasan! tapi sebuah pujian! motivasi! senyuman! teguran! saran! bukan amukan ketidak puasan. kau marah? tapi tak bisa menggunakapinya? sama aku juga berpikir seperti itu . semuanya gila!! semuanya gila!!! mereka tak berpikir apa?!! apa mereka tak pernah merasakan perasaan diposisi sepertiku?!! yah mereka hanyalah sampah dunia!! hah? apa? bunuh diri? kau berpikir seperti itu. oh, aku? aku juga pernah berpikir seperti itu. tapi, aku tak mau menyerahkan begitu saja kawan. tinggal sedikit lagi kawan!!bersabarlah! sedikit lagi kita kan keluar dari penderita ini. jadi jangan menyerah dulu tinggal beberapa tahun lagi menuju dunia baru walaupun itu lebih berat. tak apa kalau kau bisa ujian ini kau pasti bisa terus maju.
sen, 3 Mey
~ketika dunia begitu tak adil?