Hari yang begitu sibuk dijalani seorang pekerjaan kantoran bernama Tomoya. Lelaki itu pulang ketika sudah menyelesaikan tugas lemburnya yang memakan waktu banyak. Dengan setelan jas berdasi serta sepatu pantofelnya, Tomoya melangkah di tengah gelapnya langit malam. Pakaian serba hitam dan juga latar waktu yang sepenuhnya bewarna gelap, membuat lelaki itu ibarat telah menyatu dengan keadaan.
Sesekali Tomoya menemukan lampu jalan yang menyala dengan cahaya terbatas. Ruas jalan yang begitu sempit dilaluinya seiring melangkah menuju tempat kediamannya. Berjalan dan terus berjalan. Hingga dirinya menemukan satu jalan yang tidak memiliki lampu penerangan satu buah pun.
Kedua mata memandang dengan diam di tempat sejenak.
"Jalan pintas yang sangat gelap dan tidak pernah dilalui lagi, sekarang ada di hadapanku."
tangan mengepal kuat dengan pandangan satu arah.
Langkahnya dimulai dengan perlahan. Suara pijakan dari sepatu nyaris tak terdengar. Tomoya mulai memasuki area gelap tersebut dan...
Hilang setelahnya.
Jalanan itu telah menelannya ke dalam ruang kegelapan. Kini Tomoya menjadi korban dari kejadian yang di anggap sebagai mitos tersebut.
Tiada seorang pun yang tahu dimana Tomoya berada. Berbagai usaha telah dilakukan dalam pencarian dirinya. Dan usai bertahun-tahun lamanya menghilang tanpa kabar, akhirnya Tomoya dianggap telah tiada oleh pihak berwajib.
Para rekan kerja dan juga kerabat telah menerima kenyataan itu dengan lapang dada, ditengah rasa kesedihan yang sedang mereka alami.
-----SELESAI-----