Sebuah permainan dari negara Jepang yang bernama Kagome - Kagome disebut mempunyai kisah horor di belakangnya. Permainan ini dimainkan oleh sekelompok anak yang terdiri dari 5 hingga 6 orang anak.
Mereka akan bernyanyi sambil berjalan bergandengan tangan melingkari seorang anak yang menjadi oni atau iblis. Seorang anak yang menjadi oni akan duduk mendekam di tengah lingkaran dengan menutup mata dengan tangannya.
Saat lagu sudah habis, anak yang ditengah harus menebak siapakah yang berdiri di belakangnya. Jika salah, anak yang ditengah akan diberikan hukuman oleh teman-temannya.
*****
Salah satu kisah tragis yang terkait dengan lagu ini adalah kisah anak-anak panti asuhan di Jepang yang menjadi objek eksperimen gila para ilmuwan Nazi (Jerman). Kisah ini terjadi saat & setelah perang dunia ke-2 berakhir.
Di sebuah bukit daerah Shimane, dekat dengan area Hiroshima. Banyak ilmuwan Nazi gila yang melakukan eksperimen yang tidak bisa diterima oleh akal sehat. Para lmuwan Nazi di kenal sebagai ilmuwan yang sering melakukan eksperimen aneh dan selalu tersembunyi di bawah radar. Dan kali ini, mereka ingin meneliti sebuah "keabadaian". Mereka beranggapan, di dalam otak terdapat tombol kematian universal yang aktif setelah otak manusia berkembang dan tombol inilah yang mengatur kematian seseorang.
Mereka pun mulai melakukan eksperimen pada tahun 1942 di panti asuhan di Jepang. Objek eksperimen mereka adalah para anak-anak yang tinggal di panti asuhan tersebut. Sebelum anak-anak tersebut di teliti, mereka akan melalui tes psikologi dan mendapat banyak imunisasi agar terhindar dari cacat. Dan saat itu, mereka memulai experimen mereka dengan membedah salah satu staff panti tersebut untuk mencari tahu perbedaan antara otak manusia dewasa dan anak-anak. Sambil mencari tombol kematian tersebut agar dapat memulai eksperimen gila mereka.
Dari eksperimen tersebut, dapat disimpulkan bahwa tombol tersebut adalah bagian kecil dari otak manusia. Mereka mengambil anak terpandai di panti asuhan yang masih hidup dan segera membuka kepalanya. Mereka berhasil untuk mengambil tombolnya. Namun, setelah menutup kepala anak itu, sang anak tadi telah tak bernyawa.
Pada bulan Mei 1943 mereka mengambil salah satu gadis muda di panti asuhan dan mengambil tombolnya dengan teknik dan yang berbeda, dan efek dari percobaan ini adalah tidak bisa berkeringat. Keesokan paginya, gadis itu tidak bangun alias koma.
Pada awal tahun 1945 saat Hiroshima di bombardir musuh dan Jerman terkena denda, eksperimen itu di hentikan. Orang-orang Jerman itu mulai membereskan alat-alat mereka, sebagian dari mereka sudah ada yang pulang dikarenakan mental mereka yang hampir gila karena menghadapi sikap anak-anak tersebut hingga hanya 4 ilmuwan yang tersisa.
Setelah mengirim peralatan mereka yang terakhir, para ilmuwan itu menganggap mereka harus berpamitan dengan para penjaga anak-anak tersebut dan merekapun melakukannya. Dan yang membuat salah satu ilmuwan ketakutan dan mengejutkan ilmuwan lainnya, kepala penjaga tersebut mengatakan dalam bahasa Jerman yang fasih “maukah kalian bermain satu permainan terakhir dengan kami?”
Tiga dari mereka setuju, dan mereka memulai permainan tersebut. Para ilmuwan itu mulai menutup mata mereka dan anak-anak beserta penjaganya mulai mengelilingi mereka.
"Sekarang.. Jika kau curang, kau kalah..”
Satu-satunya ilmuwan yang tersisa lari ketakutan menuju truk terakhir tanpa melihat ke belakang lagi.