iwaizumi, gadis yang tengah duduk sendirian di samping kasur king size nya tengah asik bermain handphone.
tiba-tiba...
' Allahu Akbar Allahu Akbar...'
suara adzan terdengar, karena tak mau di cap sebagai anak yang lalai dengan sholat nya. ia langsung pergi ke kamar mandi dan mengambil wudhu.
setelah itu, ia membeberkan sajadahnya dan menggenakan rukuh putihnya.
iwaizumi pun sholat dengan khusuk...
namun, saat ia sedang sujud di rakaat terakhir shalat nya, ia..
bruuuuuttttt...
ya, benar..ia kentut. iwaizumi masih diam dalam keadaan sujudnya, otaknya masih memproses kejadian tadi.
saat ia tersadar, matanya langsung mengeluarkan cairan bening. apalagi kalo bukan menangis. ya, iwaizumi menangis karena mengetahui ia kentut pas sujud tadi.
ia menangis hingga sesegukan, lalu karena tak kuat dengan apa yang di pikirannya. ia pun berlari ke dapur, dimana bundanya tengah memasak.
melihat anak semata wayangnya menangis hingga sesegukan, sang bunda pun bertanya.
"loh,loh,loh...Wawa kenapa?" tanya sang bunda pada iwaizumi.
"hiks...Wawa...tadi, hiks...kentut bund..pas sholat" jawab iwaizumi sambil sesenggukan karena menangis.
"ya, kamu wudhu lagi dong...terus sholat lagi" kata bunda nya.
"tap-tapi bund, puasa Wawa batal.." iwaizumi kembali berkata.
"loh, tamu bulanan kamu Dateng" sang mama berucap. maksudnya dari tamu bulanan itu PMS.
"ng-gak bund, tapi...katanya kalo kentut pas sholat di bulan puasa. nanti puasanya batal"--iwaizumi.
"nggak nak, gak batal....itu kalo kamu kentut nya di dalem air, terus siapa yang bilang kalo kentut pas sholat di bulan puasa batal??... siapa, siapa?!! biar bunda bejek-bejek"--bunda Iwa.
"itu bund, yang bilang kentut pas sholat di bulan puasa batal itu oikawa bund..." si Iwa berkata dengan gugup.
"eh??!!" ok, bunda iwaizumi gak bisa apa-apa. soalnya kan oikawa itu calon menantunya.
"bunda jadi kan bejek-bejek oikawa??" si Iwa dengan tatapan memelas nya
"nanti bunda pikir-pikir dulu" si bunda kembali ke dapur, sedangkan si iwaizumi mengambil wudhu dan melanjutkan sholat nya. ia berdoa semoga si oikawa alias sampah itu beneran di bejek-bejek sama sang Bunda.
mari kita doakan agar keselamatan oikawa tidak terancam.