Aku terus menyusuri Jalanan kota Barcelona ini menuju gereja Sagrada familia untuk memuaskan dahaga fotografiku sambil menikmati sejuknya semilir angin musim semi negara Spanyol.
Sembari berjalan pikiranku melayang ke kejadian dua minggu yang lalu,kejadian yang membuatku yang awalnya ingin pulang ke Indonesia menjadi berbelok dan berakhir terdampar di negara Spanyol ini.
*** Dua minggu yang lalu ***
'Bam bam bam!!'
"Sa...Sa...Risaaa!!"
Gedoran kencang dan teriakan dari luar apartemenku sontak membuat tidur yang tidak terlalu nyenyakku terganggu.
aku tahu siapa tersangka yang pagi-pagi sudah berteriak diluar,siapa lagi kalau buka Diana,teman senegara sekaligus teman baikku dari SMP sampai akhirnya menuntut ilmu di Negeri orang ini.
Karena gedoran dan teriakan dari luar sudah berhenti,aku yang berencana untuk bangun dan membuka pintu mengurungkan niatku dan kembali terlentang di tempat tidur,
sampai....
"Risaaaa... buka pintunya,dasar kebo!!"
'Diana please,gue cuma mau tidur' batinku dongkol
dengan menghentakkan kaki aku berjalan menuju pintu masuk,dan membuka pintu
"ngapain sih loe pagi-pagi udah berisik di rumah orang?" tanyaku sambil melotot ke arah Diana
"Ris,loe harus liat ini!!" oceh Diana heboh sambil menunjukan layar Hpnya ke arah ku
"apaan sih,coba gue liat"
aku mengambil hp Diana dari tangannya sambil memperhatikan apa yang ada di dalamnya
Biru :
Diana,15 September nanti gue mau nikah sama ajeng,Gue denger dari Om Anwar (Ayah Diana) kalian bakalan pulang ke Indonesia
Diana :
Oh,selamat kalo gitu,tapi kayanya gue gk bakalan dateng deh
Biru :
Lo masih benci ya Di sama gue??
Diana :
Kalo gue gak benci sama loe,gue bukan manusia!
dan gak ke elo aja,gue juga benci sama calon istri loe,cewek gak tau diri yang merebut pacar kakaknya sendiri.
Biru :
Di,plis gue minta maaf sama loe,gue berharap banget loe datang,dan gue pengen lo ajak Risa,gue pengen minta maaf ke dia
Diana :
kenapa gak lo chat aja anaknya langsung
Biru :
Risa ngeblok gue,ajeng juga di blok,bahkan om ikhsan dan keluarganya juga di blok,kita gak punya cara untuk hubungin dia
Diana :
wajarlah!
Biru :
Jadi Di,plis dateng yaa,ajak Risa juga
Diana :
Insyaallah
Rasa sesak dan sakit itu masih ada,meskipun semua itu sudah berlalu empat tahun yang lalu.
aku mencoba menyembunyikan kesakitan dari ekspresiku agar tidak dilihat oleh Diana
"Risa,loe gak apa-apakan" tanya Diana cemas melihatku terdiam
"yaa,menurut loe gue kenapa-kenapa gitu" Jawabku cuek pada Risa
"yah,mana tau loe masih marah gitu"
"gak lah,lagian udah lama juga,gue udah ikhlas dan maafin mereka" Jawabku tulus
"kalo loe udah maafin,kenapa mereka masih loe blokir"
"lupaa... karena udah keenakan hidup sendiri gue sampe lupa,kalo gue masih punya keluarga,hehehe" sanggahku nyengir ke arah Diana
"Jadi loe bakalan dateng nih kenikahan mereka"
tanya Diana lagi
"Ya datenglah,kan Ajeng adek gue,yakali gak dateng"
"alah,sok iye lu" ledek Diana sambil mencubit pipiku
"Dianaa...Syakit phipi gue!!!"
aku berteriak sambil memukul tangan Diana yang mencubit pipiku kejam.
"Udah sana loe mandi,kita bakalan kumpul sama anak-anak buat yang terakhir kali sebelum minggu depan balik ke Indo"
tambah Diana sambil mendorongku masuk ke apartemen
"oke,loe tunggu gue dibawah"
jawabku seraya masuk dan mengedipkan mata ke arah Diana
Malam hari
Setelah seharian main diluar dan berkumpul bersama teman-temanku,akhirnya aku dan Diana Sampai kembali di apartemen.
Setelah mandi,untuk menhilangkan bosan aku mulai mengotak-atik Handphone milikku
dari main Game,mesia sosial sampai aplikasi Chat.
sampai akhirnya aku ingat niatku untuk membuka blokiran Biru, Ajeng,dan keluargaku di Indonesia.
Biru :
Unblock
Ajeng :
Unblock
Ayah :
Unblock
Mami :
Unblock
Huh,aku menghela nafas,menyimpan Hp di samping tempat tidur,dan akhirnya tidur
Dini hari
Aku terbangun karena hempasan pintu dari apartemen sebelah,meskipun sudah cukup sering aku sama sekali tidak terbiasa,tetanggaku adalah orang Amarika latin yang selau pulang dari Club malam dalam keadaan mabuk,dan setiap kali masuk ke apartemen dia selalu membanting pintu tanpa peduli orang sekitar.
Saat ingin mengganti posisi tidur,aku tidak sengaja melihat layar Hpku menyala.
denga. sedikit penasaran,aku mengambilnya dan melihat layarnya
11 pesan,85 Miss call
aku mulai membuka pesan satu per satu
Biru :
Risa??,Ya Allah Sa
akhirnya kamu ublock aku juga,Sa aku telpon ya? angkat ya saa.
Mami :
Ya Allah Risa,anak mami,mami kangen nak,kata ayahnya diana kamu mau pulang yaa,kita jemput ya nak?
ajeng sama biru mau nikah,gpp kan nak?,kamu udah maafin mereka kan?
Ajeng :
kak Sasa...
kak,makasi udah unblock aku,kakak ajeng minta maaf,kakak pulang ya,kita bicarain baik-baik
Biru :
Sa,kenapa gak diangkat??
Biru :
Sa kamu masih benci ya sama aku?
Biru :
Risa,plese forgive me...
Biru :
aku bakalan jelasin semuanya sama kamu sa,pas kamu pulang ayo kita nyobrol
Biru :
Risa
Biru :
Risa
Risa :
Risa i misa u
Biru :
and i still love you
Wtf!!,pesan terakhir dari Biru sontak membuatku berkata kasar dan nyaris membanting handphone
'Sialan si biru,udah mau nikahin adek gue,masih aja bisa bilang cinta ke orang lain,emang brengsek jadi cowo' batinku marah
5 hari kemudian
"Risa,barang loe udah di packing semua kan,gak ada yg ketinggalan"
"iya,udah Di,udah beres semua"
"bagus,jangan sampe loe mewek di bandara gara-gara dompet ketinggalan" cerewet Diana sambil berkacak pinggang
"iyaaaa,bawel!!" jawabku cemberut.
'Drrrtt drrrtt'
Mendengar getaran diatas meja,aku dan Diana langsung menalihkan pandangan kami.
aku melihat nama penelpon
'Ajeng'
"Halo"
"Halo kak Sasa,ini ajeng"
"iya gue tau,kenapa Jeng??"
"hmmm... kak,Sasa?"
"aku mau ngomong"
"ya,kalo mau ngomong, ngomong aja kali"
"Kak,aku sama biru batal nikah"
'hah' batinku
sontak saja aku sangat keget atas penuturan Ajeng
"maksud kamu apa?,batal gimana?"
"iya,batal Biru balik ke tempat ayahnya di Barcelona dua hari yang lalu,dan batalin pernikahan kami"
"Brengsek,maunya apasih tu orang,bajingan banget"umpatku tak tahan
"jadi mau kamu apa sekarang" tambahku bertanya pada Ajeng
"kakak bisakan sebelum ke Indonesia,nyusulin dia ke Barcelona dulu,plis kak"
"kenapa gak kamu aja?"
"kakak kan tau aku gk pernah ke Luar negeri sendirian,jadi kakak mau kan"
"oke,tapi loe tau alamatnya kan?"
"tau,nanti aku kirim ke kakak"
"oke,gue matiin dulu"
biip–
"kenap sa,batal apaan" cerocos Diana yang sedari tadi mati penasaran
"Ajeng sama biru batal nikah" jawabku datar
"hah??,becanda lo?"
"ya enggak lah,si biru balik ke tempat bokapnya di Barcelona dan batalin pernikahannya sama Ajeng"
jelas Risa
"bajingan,apa sih maunya tu cowok,4 tahun lalu dia nyakitin loe dengan selingkuh sama Ajeng adek lo,dan bikin keluarga kalian kacau,dan sekarang setelah dia dapatin adek lo,dia malah buang Ajeng gitu aja?,hebat banget ya tu cowok" Kata Diana menggebu-gebu.
"Gue juga gak habis pikir" jawabku lemah
"jadi sekarang gimana?"
"Ajeng minta gue nyusulin Biru ke Barcelona sebelum balik ke Indonesia,dan itu artinya lo balik sendirian,gpp kan Di?"
"ya gpp,tapi lo yakin gak mau gue temenin?"
"yaa,gue yakin,gue bisa sendiri kok"
***
Setelah menempuh perjalanan udara dari US ke Barcelona,aku segera menuju ke kediaman keluarga Ayah dari biru sesuai alamat yang di kirimkan Ajeng.
Taksi yang aku pesan berhenti tepat di alamat tujuan,disini terlihat sebuah rumah cukup besar dan berhalaman luas,dan seorang wanita paruh baya sedang menyiram tanaman.
"Permisi,apakah ini benar kediaman keluarga Adrian" Tanyaku ke arah wanita tersebut
"yaa,benar" wanita itu melangkah ke arahku sambil tersenyum
"apakah Biru angkasa Adrian ada disini" tanyaku tanpa basa-basi
Wanita itu terlihat kaget tapi detik selanjutnya dia langsung tersenyum kearahku
"apakah kamu Risa?"
aku mengangguk
"Biru bercerita banyak tentangmu,aku ibunya biru,lebih tepatnya ibu tirinya,tapi hubungan kami sama seperti ibu dan anak kandung" jelasnya masih tersenyum
aku masih tersenyum,tidak tau harus menanggapi apa.
"apa kamu ingin bertemu dengan biru?"
"aku kesini memang ingin bertemu dengannya,apakah dia ada dirumah"
"Dia tidak ada dirumah,tapi aku bisa mengantarmu ketempatnya,ayo ikut" ibu Biru berbicara sambil memegang tanganku untuk mengikutinya.
Setelah sekitar 25 menit berjalan kaki,kami sampai ditempat tujuan
sesampainya disana tidak terasa seluruh tubuhku terasa lemah,nafasku sesak,dan air mataku mengalir begitu saja.
nama tempat itu adalah 'Cementerio de Pueblo Nuevo' atau pemakaman Pueblo
***
yaah,Setelah Satu minggu menangis dalam rasa menyesal aku menjadi enggan untuk pulang dan berencana menghabiskan banyak waktuku menikmati Kota Barcelona bersama kenangan tentang Biru
Sorry For Typo