Double up hari ini
Horeeeee
Cara cewek dan cowok dalam menunjukan rasa cinta mereka itu berbeda
Ini cuma pendapat author loh
Kalau ada yang pendapatnya beda ya tidak masalah 😁😁😁
Oh ya, untuk ceritanya Rizki dan Rani ini, ceritanya tidak terlalu panjang, karena seperti yang author pernah katakan author ini lemah kemampuannya kalau membuat cerita yang panjang-panjang 😁😁😁
Karena apa?
Nah dari pada author membuat para readers setia author menunggu lama dalam ketidak pastian (karena author tidak akan pernah tau kapan ide penulisan akan muncul kembali) jadi author memutuskan untuk menulis cerita dengan ide yang author dapat saat itu juga.
Author tidak ingin karena author memaksakan ingin menulis cerita yang panjang malah membuat jalan ceritanya seperti di paksakan dan bikin para readers yang baca jadi merasa aneh
Happy reading
***
Rani mengerutkan bingung saat Rizki membawanya ke sebuah rumah kecil
"Ini rumah siapa Riz?" tanya Rani penasaran
"Rumah aku yang dulu, saat aku memilih pergi dari rumah" jawab Rizki santai membuat Rani paham
"Kamu lebih memilih tinggal di rumah kecil seperti ini saat kamu memiliki orangtua yang kaya raya seperti itu?" tanya Rani tidak percaya membuat Rizki terkekeh
"Ya begitulah pikiran pria muda jaman dulu, pria muda yang masih dibutakan ambisi dan cinta butanya" jelas Rizki membuat Rani menatap Rizki
"Siska?" tanya Rani memastikan membuat Rizki mengangguk
"Kamu siap mengetahui semua masa lalu aku?" tanya Rizki membuat Rani mengangguk mantap
Rizkipun membuka pintu rumah itu, Rizki menggenggam jemari Rani dengan erat, mengajak Rani memasuki rumah mungil itu.
Keduanya pun masuk ke dalam rumah itu.
Tatapan Rani langsung terpaku pada deretan lukisan-lukisan wajah Siska di setiap kanvas
"Kamu dulu sangat mencintai Siska ya?" tebak Rani yang merasa begitu iri melihat Rizki yang begitu mencintai Siska, sepupu Ana yang centil yang tidak begitu disukainya itu
"Iya, dulu" jawab Rizki mantap
"Aku dengar dari mbak Naomi, Siska selingkuh dengan mantan suaminya mbak Naomi ya makanya kalian putus" ujar Rani membuat Rizki terkekeh
"Kisah yang tragis kan" ujar Rizki membuat Rani menatap Rizki
"Iya, kisah yang tragis, tapi aku bersyukur akhirnya kamu bebas dari wanita bernama Siska itu" ujar Rani membuat Rizki tertawa pelan
Rizki langsung memeluk istrinya erat
"Kamu memang wanita pilihan ku yang paling tepat, jika Siska wanita yang membuat ku begitu berambisi untuk hidup sendiri, tapi kamu wanita yang bisa membuatku lebih dewasa, membuat aku ingin menjadi pria baik yang memiliki pekerjaan agar bisa memiliki masa depan yang lebih baik" jelas Rizki membuat Rani tertegun
"Kamu cinta sama aku Riz?" tanya Rani penasaran
"Memangnya perlu aku katakan lagi?" tanya Rizki membuat Rani tersenyum lebar
"Sejak kapan?" tanya Rani membuat Rizki tersenyum pelan
"Rahasia" bisik Rizki mesra membuat Rani langsung melepaskan pelukannya
"Rahasia?!" tanya Rani tidak terima membuat Rizki terkekeh, Rizki mengecup mesra bibir istrinya
Rizki mengeluarkan 2 buah tiket dari saku bajunya dan menyodorkan ke arah Rani, Rani meraih tiket itu dan mengamatinya
Seketika kedua bola mata Rani terbelalak lebar
"Tiket ke Jerman? Kita mau berbulan madu ke jerman?" tanya Rani semangat membuat Rizki terkekeh
"Kamu bisa menganggapnya begitu, tapi kita akan tinggal di sana selama 3 tahun" jelas Rizki membuat Rani ternganga kaget
"Kita tinggal di jerman selama 3 tahun? Untuk apa?" tanya Rani bingung
"Aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah bisnis di sana" jelas Rizki santai membuat Rani berdecak kesal
"Memangnya kamu sanggup berpisah lama denganku?" tanya Rizki membuat Rani berpikir sejenak
"Kalau aku, aku tidak sanggup berpisah dengan kamu,karena kamu sumber kebahagiaan ku" ujar Rizki begitu romantis membuat Rani tersipu-sipu
"Berapa lama kamu menghapal kalimat itu?" tanya Rani penasaran membuat Rizki tertawa pelan
"Hm! Sekitar 3 hari" jawab Rizki membuat Rani terkekeh pelan
"Kamu pasti belajar kalimat-kalimat aneh itu dari Yudha ya?" tebak Rani membuat Rizki tersenyum
"Kamu tidak perlu belajar jadi romantis, kamu cukup menjadi diri kamu sendiri, karena aku mencintai kamu apa adanya, aku mencintai sosok kamu yang lebih aktif bergerak dan bertindak ketimbang berucap" jelas Rani sambil mengecup mesra bibir suaminya
Rizki tersenyum lebar
"Kalau begitu sekarang kita bisa?" tanya Rizki dengan tatapan menggoda
"Disini?" tanya Rani memastikan membuat Rizki mengangguk mantap
"Atau kamu mau kita berkreasi di mobil?" tawar Rizki membuat Rani langsung memukul dada Rizki pelan
"Rizki!" pekik Rani membuat Rizki terkekeh
"Oh ya, perlu kamu tau, tiket itu yang memberikan mbak Naomi" jelas Rizki membuat Rani kaget
"Oh ya? Kalian sudah baikan?" tanya Rani senang
"Tentu saja, berkat kamu" ujar Rizki bahagia langsung mencium bibir Rani dengan penuh cinta
End 😁😁😁😁😁 just kidding
Belum sepenuhnya tamat ini, masih ada beberapa part lagi, nantikan saja yaaa
😘😘😘😘😘