seorang pemuda yg Suka main game Dan Baca komik selalu Saja bergadang dan sangat sibuk dengan gamenya, "ah sial kenapa selalu kalah dasar cheater" ucap si pemuda beberapa hari ia lalui dengan bermain game membaca komik selalu begitu sampai di suatu hari suara muntah darah "apa aku muntah darah yg benar saja" si pemuda tersebut membeli obat dengan muka yg sangat pucat dan dia di perhatikan oleh banyak orang "kenapa semuanya melihat kepadaku apa aku terlalu ganteng hihi" ucap si pemuda itu lalu ada seorang cewek yg menghampirinya setelah ia membeli obat " hei apa kau baik baik saja kenapa mukamu sangat pucat" ucap sang cewe "apa mukaku pucat kirain mukaku sangat ganteng hehe" ucap si pemuda "ummm eh aku duluan yah sampai jumpa lagi oh ya dan lagi namaku hani" ucap sang cewek "oghey bye hani sampai bertemu lagi" ucap si pemusa (iyah semoga tidak bertemu lagi) ucap dalam hati si pemuda sesampai nya di rumah ia mengambil air dalam gelas dan dia menelan banyak obat " glek...ah rasanya agak mendingan mungkin aku istirahat dulu kali yah" ucap si pemuda tersebut beberapa jam kemudian dia "huek...huek aku sudah tak kuat lagi tapi ya tuhan jikalau saya mati saya berharap ingin melihat bunga dan menghirup udara segar huek.." dan dia is dead, dikehidupan nya dia sangat tertekan tak mempunyai orang tua dia berkerja keras demi kehidupan nya dia mati dalam keadaan yg naas dan dia dihidupkan lagi kemasa lalu *kok jadi nostalgia ya* kehidupan yg penuh dengan pohon rumput dan macam²,si pemuda terbagun di tubuh anak pemimpin desa yunche dan ayahnya xin yun dan ibunya aiko harumi anak desa terpencil dan menikah dengan xin yun dan mempunyai anak namanya xin che dia pangeran di desa yunche dan disegani oleh orang orang namun naas nya anak pertamanya dia terlahir sebagai orang yg cacat dan tak mempunyai merdian nya *udah mah naas dikehidupan sebelum nya sekarang juga naas dah lah* tapi xin che tak pernah menyerah dia gigih menghapal matrial matrial di sekolah nya samai akhirnya dia menemukan cinta eh buku yg dia impikan yaitu buku alchemist untuk membangunkan merdianya, dia menghapal obat yg ingin dia beli sesampainya di pasar " ehhhh banyak sekali pedagang yg mana nih" ucap xin chen "nak sini pengen beli apa" ucap pak tua " emmm aku mau membeli obat herbal 1 jamur bersayap puluhan tahun 2 gingseng yg berumur puluhan tahun 3 akar ying yang berumur puluhan tahun 4 Teratai pelangi yg berumur ratusan tahun sudah pak apa ada" ucap si xin che " bapak tersebut tidak kedip satu matapun darimana aku mendapatkan nya nak ada nak tapi level nya rendah " ucap si pak tua itu " oghey bungkus ya pak nih uang nya " ucap si xin che dan memberikan uang nya " ini nak kembalianya " ucap si pak tua (hadeh udah lah gak papa level rendah yg penting merdian ku bangkit) ucap xin che di dalam hati,sesampainya di pendopo "yosh... yg ini yg itu dan bum eh belum di nyalain apinya" ucap xin che setelah beberapa jam atau menit sudah jadi " nice udh jadi nih glek.. emmm bau dan sangat tidak enak oke aku akan fakus pada pill nya" ucap xin che yg lagi serius " uhhhh panas hawa panasnya meningkat aaaaaahhhh keluar cairan hitam di tubuhnya,akhirnya aku bisa membangkitkan merdianku tapi apakah harus aku memberitahu kedua orangtua ku aku sembunyikan saja deh untuk jaga jaga " ucap xin che dan dia pun berjalan di pendopo ke rumahnya dan disitu ada seorang pemuda yg sangat berani "woi orang bodoh kau abis dimana hah mau bagaimanapun ku tetaplah sampah " ucap si sodaranya xin ce namanya xin hua "apa kau gak berani, sambil mendorong bahunnya, apa hah dasar seorang pecundang udh lah kau jangan sok jagoan di hadapanku lihat material baruku" xin hua, dia mengeluarkan jurus ying yg sangat pekat namun masih belum memahami niat ying nya.dan mengeluarkan macan kegelapan, " oh jagoan baru datang biar kukasih pelajaran kau ya, dia mengeluarkan aura biru dan membentuk sebuah pedang atau katana,kecepatan ying heaaaah treng menembus tangan kirinya, dasar tak tahu diri jabingan " xin che. " nani kenapa baju zirah ku bisa terbelah dan tangan kiriku huaaaaa mamah" xin hua. "cih sangat memalukan bocah belajar dulu yah hahahaha"xin che. xin hua pun lari menuju ayah nya "gawat dia berulah ayo kabur nanti kita mati"ucap orang orang bakka "buat lu semua fucek bodoh cih segerombolan anak anak sampah mau mengalahkan ku mimpi dulu dasar bakka " xincen. dia berjalan kaki dengan sangat santai selerti tidak ada pikiran dan sesampai nya dirumah dia di nasehati karna perbuatan dia yg memotong tangan kirinya xin hua dengan katana dia di marahi oleh ibunya dan ayah nya hingga dia tertekan oleh apa yg dia dengar dan selesai di penghukuman dia berjalan lagi ke pendopo yg dia sangat sukai dan di juluki sebagai " master iblis " karna tak mempunyai belas kasih dan dia mengeluarkan katana yg dia pegang "akan aku bawa kau sampai aku menjadi orang abadi sampai level saoul max tapi sebelum itu aku ingin membuat masker tengkorak iblis hahahaha " dia pun membeli masker namun hanya ada topeng yg menggerikan dia tertarik dan membelinya kebetulan uangnya pas dan tak ada lagi uang di sakunya yah karna dihukum tak dapat uang dari klannya dia membaca dan membikin pill saja untuk keseharian nya dan menjual pill le toko "pak pelelangan kali ini aku ingin menjual pill pembangkit merdian level rendah " xin che "oh siap pelanggan silahkan duduk " ucap nona pelelangan
"yo kawan sedang apa kau apa kau sama dengan ku sedang menjual barang karna bokek huhu" shuan huan "eh iya aku lagi dihukum jadi aku menjual pil saja oh iya kenalkan namaku xin che " nani master iblis menggerikan sekali boong deng hehe :v namaku shuan huan yo salam kenal kawan"
shuan huan level matrial bumi " wow kau meningkat ke level bumi apa yg kau makan shuan" xin che,(repot sekali yah mempunyai kawan yg level nya berbeda) dan tak kerasa waktu sudah kelewat beberapa jam saat mengobrol dan sesampainya dia mengambil uang nya dan pergi setelah mengambil ratusan yuan dan pergi menuju pendopo dan pamitan sama shuan "sampai jumpa shuan"