Aku tidak percaya akan yang namanya sahabat karena yang aku tau sahabat adalah seseorang yang selalu ada dalam suka dan duka. Bagaimana bisa aku memiliki sahabat? Jika aku sendiri memiliki teman yang tidak terlalu banyak dan sulit aku percaya, bahkan peduli padaku tidak! Apa pantas di sebut sahabat?.
Setelah kehilangan teman lama yang dulunya ku panggil sahabat kini aku mengganggap semua hanya teman biasa yang berusaha saling metabolisme meski omong kosong karena aku merasa seperti di rugikan disini.
Mencari teman baru? Aku bukan seseorang yang mudah akrab, dan itu alasan kenapa aku tidak mau memperluas pergaulan ku, coba pikir teman yang sudah satu tahun ku kenal saja sulit ku percaya apalagi harus membuka kepada orang baru lagi? Menyusahkan!!
masih ku inget saat aku pertama kali tau apa itu sahabat dari dia.
"Sahabat?"Aku terus bertanya apa itu arti sahabat. "Iya sahabat kamu adalah sahabatku, makasih selalu ada untukku mau mendengarkan keluh kesah dan peduli padaku ku harap kita akan terus bersama"Memelukku. "Makasih sudah mengganggap begitu"Tersenyum.
sahabat? aku tidak tau apa itu sahabat? kenapa dia berpikir bahwa aku sahabatnya? perasaan aku berperilaku selayaknya biasa saja, ahh membingungkan aku tidak peduli. "Kamu sahabat terbaik ku aku harap kamu akan selalu ada di sisiku"Menatap dirinya. "Kamu adalah kawan ku"menatapku.
hah kawan? jadi sekarang dia anggap aku kawan? lucu, memang benar tidak ada yang namanya sahabat!!