bagian 1: telat
"aduuh ini si asha mana sih!" ucap sahabat asha ia bernama ani. Hari ini ada ulangan dan itu pelajarannya pak bugi kalo sampe asha telat bisa-bisa ga di bolehin ikut ulangannya.
"an asha blm dateng?" Tanya salah satu teman baik asha namanya riski
"belum ki, tadi aku uda chat katanya otw tapi ga nyampe-nyampe" jawab ani.
Riski mengeluarkan ponselnya dan menelpon asha
*tersambung*
"iya ris,kenapa??" tanya asha
"kamu di mana? habis gini bel pak bugi pasti langsung otw ke kelas" jawab riski
"lagi nungguin angkot ris" ucap asha
"oke,nanti km chat aja kalo uda sampe"jawab riski
tak lama riski melihat pak bugi jalan ke arah kelasnya
"asha pak bugi uda otw kelass!!" beritau riski
"iya gak papa riski duluan aja nanti asha nyusul" jawab asha lalu mematikan sambungan telponnya.
sejujurnya asha juga panik dan bingung gimana kalo pak bugi ga bolehin asha ikut ulangan teruss buat apa asha begadang sampe tengah malem buat ulangan hari ini.
Tak lama akhirnya angkot datang yang membuat asha sedikit lega
di dalam angkot asha terus berdoa agar pak bugi mau berbaik hati dengannya karena pak bugi sangatt disiplin ia tidak suka dengan orang yang teledor. Di lain tempat pak bugi sudah memasuki kelas, ani dan riski pun sudah ada di bangku mereka. Setelah berdoa pelajaran langsung di mulai
"assalamualaikum anak-anak, seperti yang sudah saya umumkan minggu kemarin bahwasanya hari ini kita ujian!" ucap pak bugi tegas.
lembar ujian di bagikan sedang kan asha baru turun dari angkot.
Saat riski hendak mengerjakan ponsel riski mendapat notif dari asha
{asha}
ris,aku otw kelas
setelah membaca pesan itu riski memberanikan dirinya untuk ijin keluar, riski memang orang yang baik ia begitu ingin membantu gadis lugu itu
"pak bugi" ucap riski sambil mengacungkan tangan
"ADA APA!!" jawab pak bugi dengan nada tak bersahabat
riski mengambil nafas
"permisi ke belakang pak" ucap riski
"kamu ini menggangu suasana ujian sajaaa!!!, silahkan asal jangan lama" jawab pak bugi.
Riski pergi keluar kelas dia tidak mempunyai waktu banyak selain ia harus mengerjakan ujian ia juga harus membantu asha.
asha berjalan menuju kelas dan riski yang melihat itu ia langsung menarik tangan asha ke tempat lain
"ris, mau ke mana??" tanya asha
"kita ke ruang telat" jawab riski
"hah?,aduh gausah deh ris, biar aku minta maaf aja sama pak bugi" jawab asha polos
"percuma sha" ucap riski.
asha tidak suka dengan riski ketika keras kepala begini, tapi ada benernya ucapan riski kemungkinan kecil aku di bolehin kalo tanpa minta ijin ke ruang telat.
jadi di Sma swasta ini ada ruangan di mana anak terlambat akan mendapat surat ijin masuk kelas
tapi untuk mendapatkan itu bukanlah hal yang mudah,ada seribu pertanyaan yg di ajukan dari alasan terlambat, rumahnya di mana,guru mata pelajarannya siapa, dan yang paling menyeramkan adalah mendapat hukuman.
Aduh asha kembali panik, sekarang asha berada di depan bu nita
bu nita orangnya baik dia juga sabar tapi tetep aja orangnya kritis.
"asha km terlambat 20 menit, apa yang membuatmu terlambat?,apakah rumah mu jauh?" tanya bu nita
"asha tidur terlalu larut bu, terus tadi pas mau berangkat susah dapetin angkot nya, rumah asha ga jauh dari sini tapi juga ga deket" jawab asha apa adanya
"sapa guru jam pertama?" tanya bu nita
"pak bugi" jawab asha
"ini suratnya saya juga sudah tanda tangan, oiya sha untuk hukuman nanti km pas pulang beresin toilet"ucap bu nita
asha hanya mengangguk ragu
setelah keluar dari ruangan ia menghampiri riski
"aku di hukum ki" ucap asha.
"konskuensi sha" jawab riski
kedunya berjalan menuju kelas.
"sha duluan masuk gih" ucap riski
"makasii ya riski" ucap asha sambil terseyum manis.
Asha memasuki kelas,ia menyerahkan surat izin sera hukuman yang di dapat
pak bugi menatap asha sinis yang membuat tangan asha gemetarr.
^^ Terima kasii yang sudaah bacaa, maafkan kesalahan yang ada dalam tulisan semoga menghiburr^^