Awal perkenalan yang biasa saja sampai akhirnya menjadi rasa, sudah ku ceritakan tentang cinta tanpa pertemuan yang kini berubah menjadi rasa egois. kekecewaan tidak akan menaklukkan rasa ingin memiliki ini. dari awal putus masih ku kejar dirinya dengan semangat tanpa ragu. mungkin memalukan, aku mengejar seorang pria hanya karena perasaan? jelas-jelas derajat ku sebagai wanita lebih tinggi tapi bodohnya aku menurunkan derajat ku hanya karena cinta? menurutku siapapun yang mengenalnya pasti akan sulit melepaskan pria sebaik dia dan pastinya akan berusaha untuk memilikinya.
aku masih sadar akan kenyataan dimana mimpiku untuk memilikinya hanya mimpi apalagi dengan sikap prosesif ku, menyebalkan!
banyak cerita yang ku ingat yang dimana setiap ketikan menjadi pelajaran berharga.
aku baru pertama kali merasakan yang namanya di tinggalkan oleh seseorang yang benar-benar ku cintai bukan hanya sekedar kagum biasa.
dia tahu Bahwa aku mencintainya dan ingin memiliki dia dengan egois tapi dia tetap memilih ku untuk menemaninya padahal dia tahu jelas sifat ku yang pencemburu yang bisa mengeluarkan kalimat kasar dan kotor.
aku tidak pernah tahu apa itu cinta pertama?
ayah ku cinta pertamaku tapi dia berhasil membuat rasa kagum ku padanya memudar
sementara dia? dia cinta keduaku yang selama 11 bulan ini masih berhasil membuat ku tetap kagum padanya. apa mungkin nanti dia akan menjadi milikku? atau ini hanya khayalan? tapi jika ini hanya mimpi aku ingin terus melihatnya di bawah alam sadar ku dan menjadikannya milikku sepenuhnya tanpa memperdulikan orang lain!!