Seorang perempuan, dengan banyak keluhan dalam hidupnya. "Namaku indah, tapi kenapa hidupku tidak seindah namaku", salah satu keluhannya. Dia adalah Yunita Mentari Belliani, dia kerap dipanggil Mentari. Namanya indah bukan? Perempuan yang begitu kuat dan pintar, hanya saja ia terlalu insecure dengan dirinya. Ia sangat amat insecure dengan wajahnya yang penuh jerawat dan bruntusan,badannya yang tepos, kakinya yang penuh luka, rambut yang kusut , gigi yang berantakan , dan permasalahan yang datang silih berganti dalam hidupnya. Ia sering mengeluh,kadang berpasrah,kadang menyalahkan diri sendiri. Orang-orang sering melahkukan bullying verbal dengannya, sampai ia mendapat julukan sebagai "Buruk Rupa". Tentu saja, julukan itu sangat amat menyakitkan hati, batinnya tertusuk nyeri hingga dia merasakan pedih yang teramat dalam. Setiap hari ia selalu menutup cermin dan kameranya, ia tidak ingin melihat dirinya sendiri. Ia lebih memilih untuk termenung dikamar tanpa harus melahkukan hal yang merubah dirinya sendiri. Suatu ketika, ia memilih untuk keluar dari rumah, penutup kepala,masker,celana panjang,baju jaket,sepatu,dan semua hal yang digunakan untuk menutupi seluruh badan serta wajahnya. Ia sangat amat menikmati keluar mengenakan semua itu, tidak banyak orang mengetahui bahwa itu adalah dirinya. Ia merasa puas, selama seminggu hari berlalu ia selalu berjalan-jalan keliling taman mengenakan semua itu. Tetapi, saat ia memutuskan keluar dan berjalan-jalan mencari gulali ditaman, ia bertemu seorang pria yang menyapanya dan berkata "Hii, kenapa kamu sangat tertutup?Kamu sedang sakit?" Lalu Mentari pun dengan pelan dan gugup menjawab "tiii daaakkk, aaaa kkkuu hanyaa sedikittt insecur eee". Pria itupun dengan lancang membuka topi,masker yang dikenakannya, dengan rasa gugup dan kesal, "Lancang sekali anda membuka hal yang saya kenakan!, apakah anda tidak diajarkan untuk sopan santun dengan orang yang tidak dikenal?" Ucap Mentari. Pria itu pun tidak merasa bersalah dan terus menjawab dengan santai pertanyannya, "Aku tidak peduli jika kamu akan marah,membentak,atau bahkan memaki-maki ku, satu hal yang saya ingin ajarkan kepada semua orang bahwa bersyukur itu penting selagi kita diberi nafas untuk hidup" Ucap Pria itu. Mentari pun menarik nafas secara perlahan dan berkata "Apa yang sekarang anda pikirkan tentang saya? Anda ingin menganggap saya seseorang yang buruk rupa seperti perkataan orang lain sebelumnya?". Pria itu pun menjawab "Oh tentunya tidak, kamu memiliki keindahan, kamu memiliki kesempurnaan, seluruh tubuhmu masih utuh, hanya saja tekstur kulit,dan segala hal yang mungkin perasaanmu itu buruk menjadi rasa insecure terbesarmu!". Tanpa basi basi yang panjang, pria tersebut menariknya untuk keliling taman dengan penampilannya yang terbuka tanpa harus mengenakan hal yang menutup luka atau bahkan fisik yang membuatnya insecure. Tibanya disuatu tempat yang indah,penuh anak-anak yang cacat, Mentari pun merasa kaget, lalu bertanya "Apa semua ini?". Pria itu terdiam beberapa menit lalu berkata "Setelah diamku adalah jawaban, apakah kamu mengerti apa yang ku maksud?", Mentari pun berkata "Apa?saya masih tidak paham, saya hanya melihat anak-anak yang cacat". Seorang Pria itu pun menatapnya dengan penuh perasaan dan berkata "Kamu terlalu dihantui dengan rasa ketakutanmu, rasa insecure yang masih mengerogoti tubuhmu. Andai kamu bisa melihat sisi positif dari semua ini, kamu akan paham kenapa aku mengajakmu ke tempat dimana semua orang dipenuhi oleh ketidaksempurnaan fisik yang dimilikinya". Pria itu menunjuk ke semua anak-anak yang sedang asyik tertawa terbahak-bahak, "Lihat, beberapa anak-anak itu dengan kaki dan tangan yang lumpuh,hanya dapat berada pada kursi roda,tetapi senyum diwajahnya tidak pernah pudar" Sambung Pria tersebut. Sontak kaget dan menangis, Mentari pun memahami maksud dari Pria itu. "Kenapa menangis? Apakah rasa syukur pada dirimu sudah ada? Kamu memiliki jerawat,luka kaki,rambut rusak,dan hal lainnya yang bisa diperbaiki seiring berjalannya waktu , sedangkan anak itu?..." Ucap Pria itu dengan nada tinggi. Mentari pun berkata dengan terbata-bata beriringan dengan tangisan yang diluncurkannya, "Maa fff..., saaa yyy aa hanya berfikirrrr bahwwaa saaayaa lahh oraangg palingggg menderitaaa yangg tuhann ciptakannn, saaaa yaaa terlaluuu melihatt kekurangan tanpa melihatttt kelebihannnn dalammm diriiii sayaaa". Pria itu pun menjawab "Hal ini memang manusiawi, tapi jangan sampai berlebihan, itu tidak baik untuk diri sendiri dan orang sekitar. Bersyukur itu harus, tunjukkan apa yang kamu miliki, itu adalah identitas dirimu. Percaya, kamu indah,cantik,dan akan selamanya begitu. Semua manusia dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, nikmati saja porsimu dan jangan iri dengan porsi orang lain, tanpa disadari banyak orang yang masih menginginkan untuk berada diposisimu".