Sebuah pepatah berkata kalau hubungan darah lebih kental daripada air,Memang benar seperti itu jika direalisasikan di kehidupan nyata.Namun tidak semua orang percaya akan pepatah itu.Hal ini karena pengkhianatan,Kekecewaan,Dan lain sebagainya dalam sebuah hubungan keluarga khususnya saudara.
Salah satu dari sekian banyaknya orang yg tidak percaya akan pepatah itu adalah,Fiori Inverno.Dia adalah seorang laki-laki yg memiliki adik kandung perempuan bernama Fiori Rosa.Masa kecil keduanya bisa dibilang berjalan layaknya hubungan saudara pada umumnya,Namun ketika sudah beranjak dewasa hubungan keduanya langsung retak bagaikan bunga yg sangat rapuh bila disentuh.
Di keluarga mereka bahkan tidak ada hubungan yg erat antar satu sama lain dan seiring berjalannya waktu menjadi tertutup akan satu sama lain.Hingga pada titik akhir,Tidak peduli akan satu sama lain bagaikan bunga mawar hitam yg tidak memiliki kecerahan warna.
"Bagaimana kau bisa melakukan ini..ROSA?!!"
Gertak Inverno sambil menunjuk-nunjuk Rosa dengan kesalnya.
"Oh,Kakak memangnya apa yg telah kulakukan~?"
Rosa tanpa rasa takutnya mulai memancing amarah kakaknya itu sampai melewati batas kesabarannya.
"Aku tidak bisa percaya kalau wanita rendahan sepertimu bisa menjadi adik kandungku.Lebih baik sekarang kau keluar dari rumah ini atau AKU YG AKAN MENENDANGMU KELUAR!"
"Sebelum aku pergi,Ada 1 hal yg ingin kuberikan kepada kakak sebagai tanda perpisahan"
Rosa melangkah maju ke arah Inverno dan memeluknya.Kakaknya itu hanya terkejut dan akhirnya pingsan karena Rosa tiba-tiba menyuntikkannya obat bius.
"Maaf,Kakak.Aku melakukan semua ini untuk kebaikan kita semua jadi tunggu sebentar..Ya"
Rosa kemudian memanggil beberapa orang masuk untuk membawa Inverno yg tidak sadarkan diri pergi darisana.
DI SUATU TEMPAT...
"Apa yg barusan terjadi?"
Gumam Inverno saat sudah sadar.Ia kemudian menatap ke sekeliling untuk mengetahui keberadaannya.
*TAP TAP TAP*
Inverno berjalan perlahan ke arah pintu ruangan yg berada tepat di depannya.Namun saat ia berusaha untuk membukanya,Pintu tersebut tidak ingin terbuka seperti dikunci dari luar.
"Sepertinya kakak sudah bangun,Kalian pergilah berjaga di luar dan pastikan supaya orang itu tidak masuk"
Perintah Rosa kepada para penjaga dengan suara kecil agar Inverno,Kakaknya tidak tahu akan apa yg diperbuatnya untuknya.
*CKLEK*
Setelah para penjaga itu keluar,Rosa dengan perasaan yg tak karuan karena takut akan kakaknya langsung membuka pintu di depannya secara perlahan.
"Kemana kau membawaku pergi,ROSA?!"
Tanya Inverno sambil mengguncang-guncang tubuh Rosa.
"Maaf,Kakak.Tapi aku tidak bisa memberitahumu.Jadi,Aku berharap agar kakak tidak mempertanyakan hal ini secara lebih lanjut"
*DRAP DRAP DRAP*
"NONA ROSA!!-MEREKA MENDOBRAK MASUK KE DALAM SEKARANG!!"
"Bukannya mereka tidak tahu akan keberadaan kita,BAGAIMANA BISA?!"
Rosa benar-benar kaget karena mengetahui kalau 'orang itu' mencoba masuk ke dalam rumahnya secara paksa.
"Pergi dan lindungi tempat ini,SEKARANG!"
Perintah Rosa kepada para penjaga.
"Apa yg sebenarnya terjadi,Rosa?"
"Itu tidak penting sekarang,Yg terpenting adalah kakak pergi meninggalkan tempat ini sekarang!"
*DORR*
Seseorang menembakkan peluru senjata api ke arah Rosa sehingga membuatnya meneteskan banyak darah.
Walaupun hubungan antara dirinya dan Rosa berjalan dengan tidak baik selama beberapa tahun,Inverno yg melihat adik satu-satunya tertembak langsung mengangkatnya pergi dan berusaha pergi mencari tempat yg aman.
DI SUATU TEMPAT...
"Apa yg kakak lakukan?Kakak harus pergi sekarang!!"
"Jelaskan dulu padaku sebenarnya apa yg terjadi!"
Inverno menggenggam erat pergelangan tangan adiknya yg keadaannya sudah sekarat karena kehilangan banyak darah.
"Mereka adalah..Kelompok Violento yg sudah lama menargetkan keluarga kita.Seperti..Yg kakak tahu,Kelompok Violento akan menghabisi targetnya sampai tak bersisa.Oleh karena itu..Aku sengaja membuat hubungan kita retak agar kakak..Tidak memperdulikanku saat tiba waktunya..Kakak melarikan diri.Ketahuilah kalau semua yg kulakukan..Tidaklah....Serius"
"Ro-Rosa..!"
Inverno berusaha membuat agar adiknya itu tetap sadarkan diri karena takut dia akan mati di saat itu juga
"Maafkan aku,Kakak.Dan juga..Aku sangat menyayangimu lebih dari apapun.."
Dengan keadaan perut yg mengeluarkan banyak darah,Ia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan kakaknya.
"R-rosa..Kau pasti bercanda kan?"
Inverno mengguncang-guncang tubuh Rosa tapi tidak terjadi apapun sehingga membuatnya semakin terguncang karena kematian adik satu-satunya itu.
Setelah beberapa waktu,Inverno kemudian langsung berlari keluar untuk mencari tempat aman dan cukup jauh darisana.
Setelah berhasil melarikan diri dari incaran Kelompok Violento,Inverno memakamkan adiknya dengan layak di samping makam ayah dan ibunya yg sudah meninggal duluan.Ia kemudian berusaha hidup dengan normal seperti dulu walaupun terbayang-bayang akan kematian Rosa yg cukup mengenaskan.
~THE END~