Suami Selingluh Dengan Sahabatku
By Waliya Inang Sari
Jumkat cerpen 1523
Bayu bersama Istrinya Audy dan anaknya Salwa menikmati sarapan bersama dengan menu faforit mereka nasi goreng terasi racikan Audy sendiri.
"Pa nanti kita jadi 'kan Pa ke pantai ?"
"Jadi dong sayang karena Papa juga gak ada kerjaan penting di kantor."
"Salwa sayang kamu ini ngajak Papa keluar terus sekali-kali liburan di rumah aja dong makan masakan Mama dan bermain sama Papa."
"Salwa mau liet suasana baru Ma kalau di rumah bosen."
"Tuh 'kan Pa anak kesayangan Kamu dimanjaij mulu."
"Nama aja sayang ya harus dituruti dong ya udah ayo kita makan nanti kamu masak untuk kita bawa ke pantai ya Istriku cantik."
"Iya Suamiku sayang."
***
Di pantai Salwa asyik bermain pasir pantai, Audy dan Bayu duduk mengawasi Salwa dari kursi pantai yang sudah mereka sewa untuk bersantai selama di pantai.
"Eh Sayang coba kamu lihat itu kayak Intan deh."
Audy menunjuk jarinya ke arah ujung pantai yang disana berjalan seorang perempuan bersama beberapa turis.
"Mana Sayang ?"
"Itu Sayang pemandu turis itu lho."
"Istriku ini matanya jeli ya tau sahabatnya dari jauh."
Audy tersenyum lalu ia mengambil sirup jeruk dingin dan menyedotnya lewat sedotan kecil dan Bayu terus melihat perempuan yang ditebak Audy bernama Intan itu.
Intan adalah sahabat Audy sejak kecil, meski mereka sering bertengkar tapi akhirnya mereka tetap akur sampai sekarang.
"Intan ..." teriak Audy menyapa Intan yang sedang melewatinya.
"Ya ... oh No Audy itu Audy ya ?"
"Iya inu aku Audy Ambarwati."
Intan berlari dan langsung memeluk Audy.
"Kemana aja lama gak keliatan ?"
"Kamu tuh sejak nikah sibuk ama keluarga terus jadi gak pernah lagi kita barengan."
"Namanya aja ibu rumah tangga ya mau gimana lagi Tan eh ini suami aku Mas Bayu."
"Saya Bayu."
"Aku Intan Mas sahabat Audy emmm maaf ya Audy waktu kamu nikah dulu aku enggak dateng karena ada interview kerja."
"Gak apa-apa kok Tan eh ini save nomor aku save ya."
"Oke eh aku lanjut kerja dulu ya mau mandu turis-turis itu dulu nanti ada waktu aku mampir ke rumah."
"Oke daaaa Tan."
"Daaa ... Audy dan Mas Bayu."
Audy mengangkat tangannya melambai kepergian sahabatnya.
"Aduh aku lupa ngasih tau Intan kalau aku udah punya anak dan pasti Intan seneng banget karena dia suka anak perempuan apalagi usia Salwa masih paud gemesin."
"Nanti ajak aja dia ke rumah kita Sayang."
"Iya Mas nanti aku ajak Intan karena aku kangen banget sama dia eh Mas sekarang Intan cantik banget beda dengan dulu."
"Oh ya Mas enggak tahu tuh."
"Iya karena baru sekarang Mas liet Intan dulu dia itu jerawatan Mas dan juga rambutnya ih acak-acakan sekarang cantik banget ya Mas."
"Iya cantik kulitnya putih bersih dan badannya proposional kayak model."
"Bener banget Mas dia kayak model."
Sejak saat itu sering Audy dan Mas Bayu jalan bareng Intan karena kemana-mana Audy selalu diantar suaminya dan Intan sendiri belum punya mobil jadi mau dijemput saat jalan bersama. Selama Salwa masih di sekolah pendidikan anak usia dini selalu Audy meluangkan waktu bersama Intan juga saat Bayu tidak sibuk di kantor.
"Sayang aku nanti nginep satu minggu di kota B ya karena ada klien dari luar negeri mau bertemu mereka nginep di hotel kota B."
"Oh klien yang baru dari luar kota ya Mas ?"
"Dari Hongkong Sayang."
"Wah itu deket banget dari kosan Intan Mas ayo dong Mas ajak Intan kerja mandu klien Mas selama disana 'kan itu kerjaan Intan Mas."
"Wah bener juga itu kamu telpon Intan sekarang sayang kalau dia mau langsung Mas jemput."
Tiga bulan kemudian ...
"Mas udah sarapan belum ?"
"Udah sayang tadi sarapan di rumah kalau sayang sendiri udah sarapan belum ?"
"Udah sayang emmm sayang nanti kita be butik yul beliin aku baju baru soalnya semua baju aku kotor."
"Ini sayang kartu kredit buat kamu nanti beli sendiri ya soalnya aku mau meeting nanti jam sepuluh."
"Makasi sayang dan aku juga beli keperluan dapur ya sayang buat kita satu bulan di sini."
"Oke sayang kalau uangnya kurang sayang telpon aja aku."
Intan mengecup kening Bayu lalu ia segera mandi. Bayu menyewa sebuah fila yang digunakan tempat tinggalnya bersama Intan selama Bayu tinggal di kota C itu. Dan mulai hari ini Bayu akan menginap di fila tersebut karena lelah pulang balik cukup jauh ke rumahnya.
Satu minggu kemudian.
"Kok Mas Bayu gak pernah nelpon malem-malem ya kayak dulu aneh deh apa Mas Bayu sakit atau sibuk ya emmm aku coba telpon Mas dulu deh."
'Nomot yang anda tuju sedang tidak aktif'
"Mas Bayu udah tidur kecapean kayaknya semoga Mas baik-baik aja."
Keesokan harinya.
"Hallo Tan wih aku kangen banget sama kamu."
"Iya Dy udah lama ya gak ketemu."
"Kamu dimana sekarang Tan ?"
"Aku lagi di rumah calon suami aku Dy doain ya aku cepet nikah."
"Aamiin nanti kalau Mas Bayu pulang baru kita jalan ya."
"Oke daaa ... Audy."
'Hahahahahaaa'
Intan dan Bayu tertawa setelah Audy menutup telponnya. Audy tak mengetahui kalau sahabatnya sedang berada satu fila dengan suaminya.
Dan hari ini Audy membuka celengan jadulnya uang recehan yang ia tabung dari sisa belanjaannya diam-diam. Audy ingin buka usaha karrna ia bosan di rumah terus dan juga ingin beri kejutan pada Bayu.
Mata Audy berkaca-kaca mendapati tabungannya mencapai angka jutaan ditambah tabungan sebelum menikah dulu puluhan juta juga tanpa sepengetahuan Bayu ya Audy seorang penulis novel online yang sudah dua kai terikat kontrak dengan angka sepuluh jutaan hasil lelah jempol Audy otak-atik siang malam menuangkan imajinasinya kedalam sebuah aplikasi platform.
"Salwa hari ini nginep rumah Oma ya sayang." Teriak Audy.
"Oke Ma."
Kini naik taxi Audy dan Salwa berangkat ke rumah orangtua Audy. Dan sampai di sana Audy dan Salwa mendapat pelukan hangat kerinduan orangtua pada anak dan cucu karena sejak menikah hanya berapa kali Audy datang. Tapi lewat telepon Audy tetap memberi kabar pada orangtuanya.
"Dy sampai kapan sih kamu kayak gini sama Bayu nyembunyiin jatidiri kamu?" Tanya Sandra Mamanya Audy.
"Mom ini semua karena cinta dan butuh pembuktian dari suami karena apa jadinya jika ia tahu Audy punya segalanya."
"Ya mobil aja udah jadi keramat di rumah ini apalagi adikmu Jihan udah kuliah di Amerika jadi ya siapa yang pake mobilmu itu?"
"Kini saatnya Mas Bayu tahu kok Mom karena Audy lihat Mas Bayu sekarang sibuk banget itu berarti dia pasti mau ngumpulin banyak uang buat Audy dan Salwa jadi ini saatnya Audy buka usaha dan kasih tahu kalau Audy atasan Mas Bayu sendiri di kantornya Mom."
"Pasti dia sangat bahagia Dy."
Audy tersenyum lalu ia melihat Salwa sedang bermain bersama Opanya.
Keesokan harinya Audy membeli sebuah restoran mewah karena ia tahu Bayu suka sekali menjelajah restoran mencari suasana dan makanan enak maka ia merasa punya restoran sendiri enak suaminya cari makanan kesukaannya tinggal nanti tambah cabang dimana suaminya menginap lama urusan pekerjaan.
Di restoran barunya Audy bukannya asik meninjau restoran barunya malah bolak-balik di kamar mandi karena ia semalam kebanyakan makan rujak jadi sekarang mules tak karuan.
"Mas gimana aku udah telat lho sekarang."
"Ya aku tanggung jawab dong Sayang."
"Ya gimana istri Mas ?"
"Suruh dia pilih aja mau dimadu apa ditalaq gampang kok Sayang."
Alis Audy mengkerut ia mendengar pembicaraan tak enak di toiletnya dan ia menarik sedikit pintu toiletnya ingin mengintip siapa sepasang human jahat itu. Ketika melihat siapa orang itu mata Audy melek kaget ternyata yang sedang ngobrol itu Bayu dan Intan. Langsung Audy menarik gawainya menelpon pengacara, pihak bank, dan perusahaannya. Setelah itu Audy keluar dari toilet.
Audy mencari di meja mana Bayu dan Intan, Audy membidikan kamera gawainya lalu mengirim foto mereka pada orang suruhannya mencari keberadaan Bayu dan Audy.
Keesokan harinya.
"Maaf Bapak tidak perlu datang ke kantor ini lagi."
"Apa saya bos kamu lho kok ngomong begitu ?"
"Iya dan presiden direktur memecat bapak tida hormat."
"Saya tahu perusahaan Global punya presdir tapi kok pake pecat tanpa ngasih tau."
"Saya hanya menjalankan perintah pak."
"Bisa saya bertemu presdir sekarang ?"
"Bisa Pak pas presdir ada di kota ini tapi sekarang belum bisa Pak karena presdir belum datang masih berada di restoran yang baru ia beli kemarin."
Bayu menarik nafas panjang.
Di fila.
"Sayang kok atm kamu error sih gak ada saldo?"
"Kok bisa sayang ini kayak ada penarikan deh aneh coba aku telpon apa ini kerjaan Audy ya."
"Gimana sayang ?"
"Nomor Audy gak aktif."
Tok!
Tok!
Intan membuka pintu fila.
"Sayang ini ada surat dari pengadilan."
Bayu mengambil amplop coklat dari tangan Intan, hati Bayu murka melihat ia positif cerai dengan Audy begitu cepat karena ia merasa tak pernah Audy mengatakan ingin cerai tanpa Bayu ketahui bahwa uang bisa bicara. Tak mudah untuk Audy melakukan apa yang ia mau sekarang.
Tambah mumet Bayu ditelepon pihak cabang perusahaan Global. Bersama Intan langsung Bayu datang karena ingin mempertanyakan pada presdir kenapa ia dipecat.
"Ibu presdir ini ada Bapak Bayu ingin menghadap." Kata sekretaris Presdir.
Audy santai dengan duduk membelakangi Bayu membuat hati Bayu tambah geram. Namun saat kursi dibalikan Audy mata Bayu dan Intan terbelalak kaget dn Bayu langsung jatuh pingsan. Setelah siuman Bayu mengalami stres da gangguan jiwa ia dirawat di rumah sakit jiwa.Sementara Intan pengangguran dan tidak diterima di perusahaan mana pun saat melamar perjaan.
Tamat
Maaf ending begitu singkat gak pake ribut-ribut hehehe. Gimana Kak bacanya soalnya gak ada keributannya.