Bab 1 : My Best friend
Aku beruntung bisa memiliki sahabat seperti mereka karena mereka selalu ada di saat aku susah maupun senang, mereka selalu mendukung apapun yang aku lakukan walau terkadang mereka selalu usil terhadapku. Tanpa sahabat-sahabat terbaik ku mungkin aku akan kesepian dalam menjalankan semua kegiatan ku ya walaupun di pabrik juga banyak teman yang selalu mengajak ngobrol tapi bagiku lebih asyik di saat berkumpul dengan para sahabat.
Bagiku berkumpul dengan sahabat lebih mengasyikkan sebab kita bisa saling bertukar pikiran, saling curhat, saling usil dan saling membantu satu sama lain. Sahabat yang baik itu sahabat yang selalu ada di saat kita butuh mereka dan ada di saat kita susah maupun senang bukan ada di saat kita senang saja giliran kita susah mereka malah pergi meninggalkan kita aku bersyukur memiliki sahabat baik seperti mereka.
Mereka semua ada yang sudah berkeluarga ada juga yang kuliah, kerja, dan menjadi perawat. Aku bangga pada mereka karena mereka bisa menjadi apa yang mereka inginkan semoga sukses buat sahabat-sahabat ku yang sedang mengejar cita-cita nya kalian semua tetap menjadi sahabat baik ku walau kita telah berpencar tapi komunikasi tetap terjalin antara satu sama lain. Buat para sahabat baik ku jangan pernah lupakan sahabat lamamu bila dirimu sudah mempunyai teman atau sahabat baru jika sampai itu terjadi maka persahabatan yang telah lama terjalin akan hancur berantakan karena suatu saat nanti kita pasti akan merindukan sahabat lama.
Sebab sudah banyak yang kita lalui bersama mereka semua, tak akan semudah itu bagi kita untuk melupakan semua kenangan yang telah lama kita lalui bersama sahabat, mereka selalu ada buat kita selalu menemani kita disaat kita terpuruk, selalu mensuport apapun yang kita lakukan selama yang kita kerjakan masih berada di jalan yang benar dan mereka tidak akan segan-segan menegur kita apabila kita berada di jalan yang salah jalan yang dibenci oleh Allah.
Bab 2 : Berpisah
Sahabat tak terasa sudah 3 tahun kita bersama begitu banyak kenangan yang tersimpan di dalam memori, ada suka, duka, canda, tawa dan air mata. Susah senang kita lalui bersama sampai pada akhir nya kita berpisah untuk waktu yang cukup lama, aku yakin perpisahan bukanlah akhir dari segalanya kita berpisah untuk menggapai cita-cita dan mewujudkan harapan orang tua agar kita bisa menjadi seseorang yang sukses.
Terimakasih karena engkau mau mendengar semua keluh kesah, memberi pundaknya untuk aku bersandar dikala aku sedih selalu memberi saran yang terbaik agar aku bisa mengambil keputusan dengan benar. Sahabatku semoga dirimu selalu sehat disana tetap jaga komunikasi walau kita sudah tak bersama harapanku hanya satu agar engkau tak melupakan diriku dan tak memutus tali silaturahmi diantara kita.
Sahabatku jika suatu hari nanti engkau menjadi orang yang sukses aku harap agar dirimu tidak menjadi orang yang sombong dan lupa akan keluarga, tetaplah menjadi orang yang rendah hati dan berbudi pekerti aku percaya dirimu bukanlah orang yang seperti itu. Kesuksesan yang telah kau raih tak pernah lepas dari doa kedua orang tuamu terutama doa ibumu serta dukungan dari keluarga dan para sahabat, teruslah berjuang di tanah rantau wujudkan apa yang menjadi cita-citamu dulu.
Jaga dirimu di saat jauh dari keluarga jangan pernah tinggalkan kewajipan sebagai seorang muslim dengan melakukan solat lima waktu, ketika dirimu sedang dalam masalah hanya kepada Allah lah tempat mengadu dan meminta pertolongan sebab hanya beliau lah yang mampu menolongmu di saat dirimu dalam kesusahan tak ada yang tak mungkin jika Allah sudah berkehendak sesulit apa pun masalah yang dirimu hadapi maka akan menjadi mudah.
Sahabat semoga suatu hari nanti kita bisa berkumpul kembali seperti dahulu untuk saling melepas rindu, saling bertukar pengalaman dan saling curhat satu sama lain walau jarak memisahkan kita tapi persahabatan tetap terjalin meski hanya lewat sosial media atau whatsApp itu semua sudah cukup bagi kita untuk saling memberi kabar dan saling sapa.
Bab 3 : Rindu
Berbicara tentang rindu aku rasa semua orang pasti memiliki rasa rindu entah itu rindu sahabat, rindu keluarga, rindu sanak saudara dan rindu masa kecil. Ada juga yang tak bisa melepas rasa rindu mereka kepada keluarga, teman dan sahabat ada yang tau kenapa mereka tidak bisa melakukan itu karena ada beberapa hal :
Orang yang mereka rindu kan mungkin telah tiada (meninggal).
Ada pula terhalang oleh dana sampai mereka belum bisa untuk bertemu dengan keluarga.
Terhalang jarak yang begitu jauh sampai tidak memungkin kan mereka untuk pulang.
Terhalang virus covid 19 sehingga mau tidak mau kepulangan mereka ditunda untuk sementara waktu.
Meski demikian komunikasi tetap berjalan dengan lancar di jaman modern seperti sekarang ini tentu sangat mudah bagi kita untuk berkomunikasi terhadap keluarga yang jauh karena sudah banyak gadget canggih.
Dengan menggunakan gadget canggih yang modern akan memudahkan kita untuk saling berkomunikasi dengan menggunakan fitur-fitur yang sudah tersedia di dalam gadget tersebut meski kita tidak bisa bertemu dengan orang nya secara langsung kita bisa melepas rindu dengan melakukan panggilan video call setidaknya bisa mengurangi rasa rindu kita terhadap keluarga, teman dan sahabat.
Sahabat aku rindu saat kita bersama, bersenda gurau dan saling usil satu sama lain semoga kita bisa bertemu walau hanya sebentar itu sudah cukup buat sekedar melepas rindu. Aku rindu masa-masa sekolah dulu dimana kita selalu bertemu dan berkumpul untuk mengerjakan tugas kelompok, di saat sudah berkumpul semua bukannya mengerjakan tugas sekolah tapi kita sibuk bergosip ria membicarakan hal yang tidak penting sampai pada akhirnya tugas kelompok jadi terbengkalai hingga sampai tiba waktunya buat mengumpulkan tugas barulah kita sibuk untuk membuatnya.
Jika diingat-ingat kejadian masa sekolah dulu rasanya lucu sekali tapi itulah yang membuat kita rindu akan masa sekolah dan berkumpul dengan para sahabat, hal bodoh yang sering kita perbuat di masa sekolah akan selalu tersimpan di dalam memori kita. Kenangan masa sekolah itu lah yang nanti nya akan kita ceritakan kepada anak cucu kita nanti bagaimana dulu kedua orang tua nya di sekolah dan apa saja kegiatan yang dilakukan oleh kedua orang tua nya.
Bab 4 : Bertemu Teman Lama
Antara percaya dan tidak percaya setelah sekian lama tak bertemu akhirnya hari ini aku bisa bertemu kembali sama teman lama ku, teman yang selama ini selalu dirindukan, teman yang paling usil, paling cerewet dan paling manja di antara yang lain. Karena sifatnya yang seperti anak kecil dan sedikit tomboy itulah yang membuat ku rindu akan sosok teman yang seperti dia, terkadang sifat nya yang sedikit slengean tapi dia juga bisa bersikap sedikit dewasa.
Jujur aku senang banget pas tau bahwa dia sudah kembali dan mengajakku untuk bertemu di cafe tempat biasa kami nongkrong dulu, akhirnya aku dan nisa bertemu di tempat biasa sebelum ngobrol kami memesan makan dan minum untuk menemani kami mengobrol setelah beberapa menit kemudian pesanan kami datang. Akhirnya kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum kami mengobrol, setelah selesai makan kami ngobrol-ngobrol santai membahas tentang karir nisa saat berbeda di luar negeri.
Nisa sangat antusias menceritakan apa saja yang dia lakukan selama berada di luar negeri, aku hanya tersenyum melihat tingkah nisa seperti gadis kecil yang menceritakan bagaimana kegiatan nya di sekolah. Tanpa dia sadari banyak orang yang melihat kearah nya, aku menyuruh nisa untuk mengecilkan volume suara dan menyuruhnya untuk duduk dengan tenang agar dia tidak menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di cafe.
Ternyata sifatmu dari dulu sampai sekarang belum berubah juga nisa, setelah nisa bisa mengontrol dirinya barulah dia mulai bercerita kembali, aku bangga pada nisa di usianya yang masih begitu muda dia bisa sukses dalam berkarir dan berkarya. Semua karya yang dibuat oleh nisa mampu mencapai harga yang luar biasa mahal aku antara percaya dan tidak percaya bahwa nisa mampu menjual karya lukisan nya dengan harga yang begitu fantastis.
Setelah kami ngobrol-ngobrol akhirnya kami pulang kerumah masing-masing tak lupa kami membayar tagihan makanan yang kami makan tadi. Sesampainya dirumah aku langsung istirahat, badanku rasanya capek sekali karena tadi aku belum sempat untuk pulang ke rumah, sehabis bekerja tadi aku langsung berangkat ke cafe untuk menemui nisa.
Bab 5 : Menemani Nisa jalan-jalan
Setelah bertemu dengan nisa tadi, sampai di rumah aku langsung menuju ke kamar untuk istirahat tanpa aku sadari ternyata aku ketiduran, aku terbangun ketika hari sudah mulai gelap aku bergegas masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri agar terlihat lebih segar. Setelah mandi dan memakai pakaian aku keluar kamar menuju meja makan karena perut ku sudah minta segera diisi oleh makanan, dengan lahapnya aku memakan-makanan yang sudah tersaji di atas meja makan dengan berbagai menu kesukaanku.
Selesai makan aku pergi ke ruang keluarga untuk menonton film kesukaanku, aku menonton film di temani oleh kedua orang tuaku dan adik-adikku setelah selesai menonton film aku dan adik-adikku kembali ke kamar masing-masing karena malam semakin larut. Ketika sampai di dalam kamar aku duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselku, ketika aku sedang asyik-asyiknya memainkan ponsel tiba-tiba ponselku berbunyi ada pesan masuk dari nisa.
Aku membaca pesan masuk yang dikirim oleh nisa dia berkata bahwa besok dia mengajakku untuk menemani nisa jalan-jalan, aku membalas pesan nisa aku mengatakan bahwa aku mau menemani nisa untuk jalan-jalan aku menyuruh nisa menjemputku di rumah. Setelah membalas pesan nisa aku memutuskan untuk tidur agar aku tidak kesiangan bangunnya sebab nisa itu orang nya selalu ontime dia tidak suka menunggu terlalu lama.
Aku terbangun ketika mendengar azan subuh berkumandang aku pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudu dan melaksana kan solat subuh, selesai solat subuh aku membantu ibu di dapur untuk menyiapkan sarapan setelah sarapan sudah tersaji semua di atas meja aku kembali ke kamarku untuk mandi. Selesai mandi dan berpakaian rapi aku langsung keluar menuju meja makan untuk sarapan bersama keluarga seperti biasa kami sarapan dalam diam tak ada satu pun dari kami yang bersuara ketika sedang sarapan.
Selesai sarapan aku membantu ibu membereskan meja makan dan mencuci semua piring kotor, sedangkan adik-adikku sudah pada berangkat ke sekolah dan ayahku juga sudah pergi bekerja. Ketika sedang membantu ibu mencuci piring aku mendengar ada suara orang mengetuk pintu aku langsung membuka pintu ternyata nisa sudah datang untuk menjemputku, aku mempersilahkan nisa untuk duduk di ruang tamu.
Setelah itu aku kekamar untuk mengambil tas dan ponselku tak lupa aku berpamitan kepada ibuku bahwa aku akan menemani nisa untuk jalan-jalan selesai berpamitan aku dan nisa langsung pergi menuju mall. Sesampainya di mall kami berkeliling untuk mencari toko langganan nisa setelah ketemu nisa langsung belanja apa yang dia butuhkan aku hanya mengikuti nisa karena aku bukan tipe orang yang suka berbelanja, setelah seharian berbelanja dan keliling mall kami memutuskan untuk mencari food court untuk makan siang.
Selesai makan siang kami memutuskan untuk pulang karena aku sudah lelah mengikuti nisa rasanya kakiku sudah tak kuat lagi untuk berjalan, nisa mengantarkan aku pulang dan tak lupa dia mengucapkan Terima kasih karena telah mau menemani dia untuk jalan-jalan. Sampai di rumah aku langsung merebahkan diriku di sofa ruang tamu untuk menghilangkan rasa pegal di kaki akibat berkeliling mall seharian, sungguh kakiku rasanya seperti mau copot karena seharian berkeliling terus mengikuti nisa berbelanja.
Bab 6 : Kabar Duka
Ketika hendak menuju ke kamar tiba-tiba teleponku berbunyi aku mengerutkan keningku bagaimana tidak baru saja Nisa mengantarku pulang kenapa dia menelponku apa ada yang terjadi pada nisa, akhirnya aku mengangkat telpon dari Nisa, aku mendengar Nisa menangis aku menyuruh Nisa untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum Nisa bercerita setelah Nisa tenang barulah Nisa bercerita kenapa dia menangis.
Nisa berkata bahwa sahabat kita yang bernama Putri telah meninggal dunia siang tadi bagai disambar petir di siang bolong aku sampai terduduk lemas di lantai mendengar berita bahwa Putri sahabatku telah meninggal dunia antara percaya dan tidak percaya bagaimana tidak setahuku Putri tidak memiliki penyakit serius, aku pun ikut menangis sambil terduduk di lantai ibu yang melihat aku menangis sambil duduk di lantai langsung datang menghampiri diriku, ibu bertanya kenapa aku menangis aku bilang sama ibu bahwa sahabatku putri meninggal dunia.
Ibu memelukku dan menenangkan aku yang masih menangis, setelah aku cukup tenang aku di bantu ibu untuk duduk di sofa dan aku segera menghubungi Sisil, Rendi, dan Rasya. Aku janjian sama sahabat-sahabatku yang lain untuk langsung bertemu di rumah Putri, untuk melakukan takziah aku pamit sama ibu untuk pergi ke rumah Putri dan langsung memesan taksi online, karena sahabatku yang lain sedang menunggu ku di sana.
Sampai di rumah Putri aku langsung mencari ketiga sahabatku yang lain dan ikut bergabung bersama mereka, kami ikut mengantar jenazah putri ke tempat peristirahatan terakhirnya. Aku, Sisil dan Nisa tak kuasa menahan air mata, kami menangis melihat jenazah Putri di masukkan ke dalam liang lahat tak pernah aku sangka bahwa kami kehilangan sahabat baik untuk selama-lamanya.
Setelah pemakaman selesai kami mengantar ibu nya Putri untuk pulang, sampai di rumah Putri ibunya mempersilahkan kami untuk masuk karena beliau akan menunjukkan sesuatu kepada kami semua. Katanya ada surat dari Putri untuk kami semua, Sisil membuka surat tersebut dan membaca nya, aku dan Nisa menangis mendengar Sisil membaca isi surat yang ditulis oleh Putri.
Ternyata selama ini Putri menutupi penyakit nya dari kami semua dia tidak ingin melihat kami bersedih, Rendi dan Rasya pun ikut menangis mendengar Sisil membacakan surat yang ditulis oleh Putri. Tak kuasa menahan rasa sedihnya Nisa sampai pingsan, Sisil yang melihat Nisa pingsan akhirnya berhenti membaca surat tersebut, kami membaringkan Nisa di kursi dan memberinya minyak angin agar Nisa segera sadar.
Bab 7 : Mengenang Kebersamaan Saat Bersama Putri
Setelah diberi minyak angin akhirnya Nisa sadar dari pingsannya, Sisil membantu Nisa untuk duduk dan memberikan teh hangat yang dibawa oleh ibunya Putri dari dapur. Kini keadaan Nisa sudah lebih baik kami pun berpamitan kepada ibunya Putri untuk pulang ke rumah, Nisa dan Sisil diantar oleh Rendi sedangkan aku diantar oleh Rasya di dalam mobil aku dan Rasya saling diam tak ada obrolan di antara kami berdua.
Kini mobil yang dibawa oleh Rasya telah sampai di depan rumahku, sebelum turun dari mobil aku mengajak Rasya untuk mampir terlebih dahulu tapi Rasya menolak katanya dia masih ada keperluan. Aku keluar dari mobil dan tak lupa aku mengucapkan terima kasih kepada Rasya karena telah mengantarkan ku pulang, setelah mobil Rasya pergi aku langsung masuk ke dalam rumah dan menuju kamar untuk mandi dan langsung istirahat.
Hari ini sungguh melelahkan bagiku hari di mana aku harus kehilangan sahabat baikku, sahabat yang tak pernah mengeluh walau dirinya sedang dalam kesusahan, tak pernah menyerah untuk menggapai apa yang diinginkan dan selalu optimis dalam melakukan sesuatu. Putri adalah anak yang pendiam dan tak banyak bicara di antara teman yang lain, walaupun dia pendiam tapi dia anak yang cerdas nilai akademiknya di atas rata-rata.
Meski nilai nya di atas rata-rata tak membuat Putri sombong atas apa yang telah dicapai Putri tetaplah menjadi orang yang rendah diri dan suka membantu sesama teman, Putri juga termasuk anak yang mudah bergaul dia juga tak pernah pilih-pilih teman dan tak pernah memandang orang dari statusnya bagi Putri semuanya sama.
Karena sikap Putri yang humble, mudah bergaul dan tak pilih-pilih teman itu lah yang membuat Putri di kenal banyak orang, ya walaupun Putri sangat pendiam dan tak banyak bicara tak membuat teman-temannya menjauhi Putri, bagi mereka Putri adalah teman yang baik dan ceria.
Di balik senyum cerianya ternyata Putri mampu menyembunyikan penyakitnya dari teman-temannya dan sahabat, tak banyak yang tahu bahwa Putri memiliki penyakit yang sangat serius Putri sengaja menyembunyikan penyakitnya agar teman-temannya dan para sahabatnya tidak merasa sedih.
Bab 8 : Lanjutan bab 7
Putri terlalu banyak kenangan indah yang pernah kita lalui bersama akan aku simpan semua kenangan itu di dalam memori, terima kasih Putri karena kamu sudah mau jadi sahabat kami walau berat bagi kami untuk melepas kepergian mu tapi mau tidak mau kami harus mengikhlaskan kepergian mu Putri semoga amal ibadahmu diterima disisi Allah amin.
Putri kenapa kamu tak pernah cerita pada kami semua bahwa kamu punya penyakit yang sangat serius, bukankah dulu kita pernah berjanji bahwa kita semua harus saling berbagi cerita tak peduli itu cerita suka, duka, susah maupun senang. Tapi kenapa kamu menutupi semua itu dari kami, apa di hatimu sudah tidak ada lagi sahabat yang bisa membantu dan menghibur mu sampai kamu memendam masalah mu sendiri.
Itu lah seorang Putri yang selalu memendam semua masalah yang dihadapi tanpa mau membebani sahabat atau keluarga, kini Putri yang ceria dan pendiam telah tiada. Salam sayang dari sahabatmu semoga engkau di tempatkan di surganya, Putri kini engkau sudah tidak merasakan sakit lagi semua rasa sakit mu kini telah hilang, kami selalu mendoakan mu agar engkau mendapatkan jalan yang lapang menuju surga.
Hanya doa yang bisa kami panjat kan untukmu, agar dilapangkan kuburnya dan diterima amal ibadat nya. Begitu banyak jasamu kepada kami semua, semoga kebaikan yang selama ini kamu berikan bisa menjadi ladang pahala bagimu di akhirat. Kami semua sangat menyayangimu maafkan kami semua Putri karena kami tidak bisa membantu dirimu untuk melawan rasa sakitmu, itu semua karena dirimu tak pernah cerita kepada kami semua.
Andai waktu bisa diputar kembali mungkin kami bisa membantu dirimu untuk berjuang melawan kanker yang mematikan, kami juga akan selalu ada di sampingmu untuk memberi semangat dan dukungan agar engkau mau bertahan hidup untuk menggapai semua cita-citamu tapi kini semua hanya tinggal kenangan. Semua mimpi yang ingin engkau capai kini tinggal kenangan yang telah terkubur bersama dengan ragamu, selamat jalan kawan semoga kita bisa bertemu kembali di yaumul akhir.
Bab 9 : Tujuh Hari Putri
Tak terasa sudah tujuh hari kepergian Putri, malam ini di rumah Putri akan diadakan pengajian untuk mendoakan almarhumah Putri semua keluarga, kerabat dan para sahabat ikut hadir dalam acara tujuh hari. Banyak tetangga yang hadir malam ini ada pula yang membantu mempersiapkan berbagai hidangan untuk disuguhkan kepada ibu-ibu pengajian dan bapak-bapak.
Selain ibu-ibu dan bapak-bapak pengajian ibunya Putri juga mengundang anak yatim, agar ikut serta mendoakan almarhumah Putri alhamdulillah acara pengajian berjalan dengan lancar semua para tamu dipersilahkan untuk mencicipi makanan. Tak lupa juga ibunya Putri memberi santunan kepada anak yatim, setelah memberi santunan kepada anak yatim acara pun ditutup dengan membaca hamdalah dan doa yang dipimpin oleh ustaz.
Akhirnya acara tujuh hari telah selesai semua para tamu undangan telah pulang tinggal sanak saudara yang masih tinggal di rumah Putri, sebelum pulang sahabat Putri berpamitan kepada ibunya setelah berpamitan mereka pulang kerumah masing-masing. Kini rumah terasa sepi tak ada lagi senyum ceria dan tawa seorang Putri yang biasa menghiasi hari-hari kedua orang tua Putri begitu terasa hampa hari-hari tanpa kehadiran Putri.
Ibu mencuba untuk mengikhlaskan kepergian mu semoga Allah memberi tempat yang terbaik untuk mu, ibu selalu mendoakan dirimu di setiap sujud ibu semoga Allah mengampuni segala dosa-dosamu. Ibu berharap supaya Putri bahagia di alam sana, tunggu ibu sayang semoga kelak kita di persatu kan kembali di yaumul akhir.
Sungguh ibu tak kuasa menahan kesedihan ini, di saat ibu sendiri terkadang bayangan dirimu selalu hadir di dalam benak ibu. Jika waktu bisa diputar kembali ingin rasanya ibu menggantikan dirimu untuk melawan penyakit berbahaya seperti itu namun sayang nya ibu tidak bisa memutar waktu, ibu hanya bisa pasrah ketika Allah mengambil dirimu dari pelukan ibu.
Sudah banyak usaha yang ibu lakukan untuk membantu menghilangkan segala rasa sakit yang menimpa dirimu tapi semua usaha itu hanya sia-sia, ternyata Allah lebih menyayangimu. Sekarang dirimu sudah tidak merasakan sakit, kini dirimu sudah damai dan bahagia bersama sang pencipta ibu yakin sekarang dirimu sedang melihat ibu yang sedang bersedih