Seorang gadis cantik yang rambutnya tergerai indah. Namun, senyumnya sirna saat ia kehilangan sosok yang dia cinta. Gadis cantik ini berubah menjadi lebih pendiam dan tidak seceria biasanya.
Namanya adalah Rahayu Purwaningsih. Kini dia sedang berdiri di depan jendela kamarnya sedang memandangi senja dan terbawa dalam alunan lamunannya.
"Rahayu,,, Rahayu," seru bunda sembari menepuk bahu Rahayu.
"B-bundaa,,," jawab Rahayu sembari kaget.
"Sedang apa nak? sini cerita ke bunda."
"Nggak ko bunda, nggak ada apa - apa," jawab Rahayu sembari mengusap rambutnya yang tidak gatal.
"Ya sudah kalau begitu, Rahayu di bawah ada Rasyid nak, ayo temui Rasyid," seru bunda.
Bunda dan Rahayu pun keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tengah.
"Rahayu, apa kabar?" tanya sosok laki-laki itu.
"Baik," jawab Rahayu dengan singkat.
"Senang rasanya," jawab Rasyid dengan rasa senang.
"Ada apa Rasyid?" tanya Rahayu tanpa basa basi.
"Oh iya, aku kesini, aku menyampaikan sebuah amanah," jawab Rasyid.
"Amanah apa? Dan siapa yang menyuruh kamu?" tanya Rahayu sembari penasaran.
"Tiga hari kedepan kamu ulang tahun kan?" tanya dia pada Rahayu.
"Iya! kamu tahu dari mana?" tanya Rahayu.
"Maka dari itu, aku kesini mau sampaikan amanah. Tapi, aku akan sampaikan di pas hari ulang tahun kamu," jawab Rasyid dengan ekspresi senyumnya.
"Sekarang saja! nggak usah di hari ulang tahunku," seru Rahayu dengan rasa penasarannya.
"Karena ini sudah mau adzan maghrib, aku pamit ya, jangan lupa besok aku jemput kamu jam sembilan, kalau kamu mau tahu apa isi dari amanahnya," jawab Rasyid sembari berdiri dan memberikan buket bunga dan berpamitan pulang kepada bunda.
Gadis cantik itu yang biaranya ekspresi wajah murung, kini berubah seperti tidak biasanya.
*****
Hari pertama bersama Rasyid. sebenarnya Rahayu tahu Rasyid itu siapa. Rasyid adalah sahabatnya almarhum Bima, mereka sangat dekat, akan tetapi saat pertama kalinya aku di kenalkan oleh Bima dia orang yang cenderung dingin, bahkan cueknya minta ampun. Akan tetapi, saat Bima dan Rasyid mereka bercanda mereka seperti mengeluarkan jiwa jiwa yang mereka tidak tunjukan. Mentari pun bersinar dengan cerah. pukul 09.00 WIB Rasyid sudah tiba di rumah Rahayu.
"Siang Rahayu, udah siap? yuk kita langsung saja," seru Rasyid kepada Rahayu.
"Ya, siang kembali. Tapi belum izin ke bunda," tanya Rahayu.
"Udah ko tenang saja." jawabnya sembari keluar dan membukakan pintu mobil.
"Ayok masuk Raaa,," seru Rasyid.
Aku pun masuk ke mobil. saat mobil mau dinyalakan Rasyid tanpa bilang terlebih dahulu dia memasangkan seatbelt yang membuat Rahayu kaget. Saat Rahayu akan marah.
"Maaf ya biar kamu aman, Raaa," ucapnya sembari menyalakan mobil.
"Hmmmm,, tapi bisa kan bilang!" ketus Rahayu.
"Iya iya maaf."
"Emangnya hari ini mau kemana? Dan kenapa gak di rumah saja sih!" tanya Rahayu.
"Satu tempat, kamu pasti suka," jawab Rasyid.
Rahayu ingin rasanya bertanya. Akan tetapi, Rahayu lebih menyimpannya toh Rasyid sedang fokus berkendara takutnya mengganggunya. Rahayu menikmati perjalanan dengan melihat pemandangan dan sesampainya di tempat.
"Oke kita sampai," seru Rasyid dan keluar dari mobil dan berlari untuk membukakan pintu. akan tetapi sebelum sampai Rahayu sudah keluar.
"Raaa,,, Ra,," ucap Rasyid sembari menepuk jidatnya.
"Ini di mana?" tanya Rahayu.
"Ini di parkiran," jawab Rasyid.
"Iisshh,, bukan itu!," ketus Rahayu.
"Hahaha iya iya tahu ko, ini kita di Cisarua tempatnya kita ada di Curug layung," jawab Rasyid sembari tersenyum.
"Ya udah ayok kita masuk," Seru Rasyid sembari pegang tangan Rahayu.
Mereka pun masuk karena sebelumnya Rasyid sudah memesan tiketnya di hari sebelumnya. Rahayu pun saat masuk pun seperti lebih rileks senang.Pemandangan yang indah belantara pohon Pinus, dersikan gemercik air sungai yang terdengar membuat suasana hati Rahayu tenang. Rasyid pun diam diam mengambil foto Rahayu dan mengajak Rahayu ke tempat air terjun. Meraka pun bersenang senang disana setelah selesai Meraka pun bersih bersih Rahayu bertanya.
"Terima kasih ya,, terus kapan amanahnya kamu sampaikan?"
"Terima kasih buat apa? Haha kirain udah lupa," jawab Rasyid.
"Iisshh,, Rasyidd!!" ketus Rahayu.
"Oke deh, amanahnya aku harus mengabaikan kamu tersenyum, itu amanahnya," jawab Rasyid sembari tersenyum.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Rahayu.
"Bima,,, Oke kita pulang yuk dah jam lima lebih nie tar kemalaman sampai rumah," jawab Rasyid sambil mengalihkan pembicaraan.
Rahayu pun menaiki mobil dan diam selama perjalanan. Walaupun, Rasyid dari tadi mencoba menghiburnya. Rahayu hanya fokus memandangi senja yang tertutup kabut. Sesampainya di rumah Rahayu.
"Jangan lupa besok yaa, jam 9 seperti biasanya," seru Rasyid sembari berpamitan pulang.
****
Hari kedua bersama Rasyid di mana besok adalah hari ulang tahun Rahayu. seperti biasanya mentari mengeluarkan cahaya. Namun, sedikit tertutup awan. Tepat pukul 09.00 WIB, Rasyid sudah sampai di rumah Rahayu dan seperti kemarin mereka langsung berangkat ke suatu tempat. alangkah kagetnya Rahayu saat sampai di tempat itu. Yaa, tempat yang ingin sekali Rahayu kunjungi Bale Pustaka.
"Bale Pustaka," seru Rahayu.
"Kamu suka Raaa," tanya Rasyid.
"Yaa, aku suka banget. Dulu Bima janji akan mengajakku kesini," jawab Rahayu sembari meneteskan air mata. Rasyid hanya bisa tersenyum dan mengajak Rahayu masuk kedalamnya mereka pun banyak menghabiskan waktu membaca - baca buku disana. setelah jam empat bale ditutup mereka pun pulang. sesampainya dirumah Rahayu mengucapkan terima kasih dan bertanya.
"Besok kita akan kemana lagi?" tanya Rahayu.
"Besok aku Takan menjemput kamu Raa," jawab Rasyid sembari tersenyum dan seperti biasa sembari berpamitan.
"Lantas bukan kamu yang bilang sendiri kamu akan menyampaikan amanatnya?" tanya Rahayu. sebelum pertanyaan itu dijawab Rasyid sudah pergi. Kini Rahayu berpikir apa yang dia maksud? datang tanpa di minta dan pergi dengan membawa sejuta pertanyaan.
***
Hari ketiga hari ini tepat hari ulangtahun Rahayu Purwaningsih. Hari ini berbeda dengan biasanya. sosok Rasyid sekarang yang menghiasi pikiran Rahayu. sepertinya Rahayu setiap kali ulang tahun Rahayu pasti mampir ke makam almarhum Bima dan ketempat di mana tempat favorit yang biasa Rahayu dan Bima bersama. sesampainya disama Rahayu memandangi langit biru yang mulai halangi oleh kelabu nya awan dan rintikan hujan mulai berjatuhan. Tanpa Rahayu sadari ada sosok yang duduk di belakang koridor yang Rahayu tempati.
"Bima apa kabar? kamu baikkan? aku pun baik Bima." teriak Rahayu sembari mengusap air matanya.
"Kalau baik kenapa menangis?" tanya seseorang di balik koridor. Rahayu kaget karena yang tahu tempat ini kan hanya Rahayu dan Bima saja.
"Siapa kamu!" tanya Rahayu.
"Aku Raaa, aku Rasyid," jawab Rasyid sembari berjalan ke arah Rahayu.
"Selamat Ulang Tahun Rahayu Purwaningsih," ucap Rasyid.
"Rasyid,, kenapa?! kenapa?" tanya Rahayu.
"Maafkan aku Raa maafkan aku," jawab Rasyid.
"Maafkan aku Raa, sejujurnya sebelum hari itu Bima datang menemui ku dan dia meminta bahkan yang aku tidak bisa melakukannya. Bima meminta aku membuat mu tersenyum dan mengajak kamu ke bale pustaka. hari itu Bima tahu tugasnya itu sangat berat kemungkinan besar dia pulang dengan tidak selamat dari bela negara, dan dia meminta itu semua kepada ku tapi aku gagal Raa, aku takut aku takut atas jawabanmu. Tapi dua hari yang lalu aku senang bisa tahu sedikit tentang kamu, Raa." ucap Rasyid.
Rahayu pun langsung memeluk Rasyid dengan erat dan membisikan.
"Terima kasih Rasyid untuk semuanya dan aku tak tahu akan perasan ku sendiri saat aku bersama dengan kamu aku nyaman, bukan karena Bima tapi sifat kamu, untuk Bima sebenarnya aku sudah tahu. Bima hari itu datang bajakan kita bertengkar karna aku tak bisa terima ucapan selamat tinggal itu dan aku mengucapkan kepadanya dia harus pulang dan harus menepati janjinya. dan dia sudah menepati janjinya, Rasyid kamu, kamu yang udah membawakan janji itu di terkabulkan." ucap Rahayu.
hujan pun mulai berhenti dan mentari pun bersinar pantulannya yang menjadikannya pelangi. Dan merekapun memulai dengan suatu hubungan hingga mereka menikah dan hidup bahagia.
selesai
Bionarasi
hai namaku Anisahwa Depiyanti, lahir di kota kembang, 31 Desember. hobi ku melukis, olahraga menonton anime dan penggiat alam. Sekarang aku masih duduk di bangku kuliah doakan aku semoga bisa lulus tepat waktu. Terima kasih kawan sudah membaca cerpenku, Anisa tunggu koreksi dan sarannya ya kawan di anisahwadepiyanti2722@gmail.com atau bisa di IG ku Ci.2722 sekali lagi Anisahwa ucapin terima kasih banyak salam hangat dari Anisahwa