Aku fisya alya putri seorang gadis berumur 20 tahun.
Di pagi hari yang cerah fisya bangun dan menuju ke kamar mandi yang ada di kamarnya dia ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berendam di dalam bad hub berisi air hangat setela 30 menit fisya keluar dari kamar mandi lalu bersiap² untuk melamar pekerjaan di super market yang dekat dengan rumahnya.
_*di super market*_
"Assalamualaikum maaf mau nanya nona apakah di sini ada lowongan perkerjaan" tanya fisya dengan sopan kepada perempuan yang menjaga kasir.
"ohh iya nona disini ada lowongan pekerjaan kalau nona ingin melamar pekerjaan langsung saja ke ruangan meneger di sebelah sana" kata perempuan penjaga kasir.
"Terima kasih nona permisi"kata fissya lalu berjalan menuju ruang meneger.
Sesampainya di depan pintu meneger finya langsung mengetuk pintu.
Tok tok tok...
"masuk" kata orang yang berada di ruangan itu.
"assalamualaikum om saya mau melamar pekerjaan disini" kata fissya kepada laki² itu.
"duduk" kata laki² itu dengan nada yang dingin
Lalu fisya duduk
_dasar om om mentang mentang ganteng sombong kayak gitu awas ya nanti jatuh cinta ke aku._ gumam fisya di dalam hati
"siapa nama kamu" kata laki² itu kepada fisya dengan cuek.
"perkenalkan nama saya fisya alya putri umur saya 20 tahun" kata fisya dengan ramah
Brian wahyou pradikta adalah seorang meneger di super market itu dan terkenal tampan sukses dan pintar akan tetapi sifatnya sangat dingin (seperti balok es 😂)
¤¤¤HENING¤¤¤
Brian membaca dokumen yang di berikan fisya
"kamu saya terima bekerja di sini" kata brian dengan cuek.
"Terima kasih om terima kasih" kata fisya kepada brian.
"Keluar" kata brian kepada fisya dingin dan cuek.
_andai saja om om itu gak ganteng dan bukan bos gue udah gue lempar heels ke kepala lu_ gumam fisya lalu pergi dari ruangan meneger.
_peremuan ini kenapa memanggilku dengan sebutan om apakah aku sudah setua itu. Gumam brian di dalam hati_
_di apartemen fisya_
Tok tok tok fisya mengetuk pintu
Assalamualaikum
Lalu pitu pun terbukan dan nampak seorang perempuan tua yaitu ibu fisya ibu fisya bernama bu kayla dan ayah fisya bernama akbar.
Fisya masuk lalu mencium punggung tangan kedua orang tuanya...
"kak gimana diterima gak kerja di super market itu" kata arlan surya akbar adik fisya.
"alhamdulillah kakak di terima kerja di sana" kata fisya sambil tersenyum bahagia.
"alhamdulillah" kata ayah ibu dan adik fisya.
"kalau gitu fisya ke kamar dulu ya assalamualaikum" kata fisya lalu pergi ke kamarnya dab langsung merebahkan tubuhnya dan tak lama kemudia fisya tertidur.
KEESOKAN HARINYA
fisya bagun jam 4 pagi ia segera ke kamar mandi lalu setelah mendi dia ber wudhu'dan segera melaksanakan kewajibannya sebagai umat islam yaitu sholat,dan tetelah sholat fisya berjalan menuruni tangga menuju ke dapur untuk memasak.
Sesudah memasak fisya menaru makanan makanan yang ia masak ke meja makan dan tidak luapa fisya menyiapkan bekal untuk ia Bawa kerja lalu fisya menaiki tangga menuju kamarnya untuk bersiap siap berangkar kerja ia memakai gamis berwarna pink dan kerudung berwarna putih dan tidak luapa ia memakai meke up tipis.
_di Meja makan_
"sya sini makan dulu ini kan masakan kamu" kata ibu fisya
"enggak usah buk fisya dh bawa bekal"jawab fisua lalu mencium punggung tangan kedua orangtuanya.
Sesampainya di mini market
"assalamualaikum" kata fisya kepada laki² yang sedang membuka mini market yang tidak lain adalah brian meneger mini market.
"Wa'alaikum sallam" jawab brian.
"pagi om" sapa fisya kepada brian namun tak di jawab oleh brian
_om om emang aku sudah tua apa enak aja mangil aku om_ gumam brian di dalam hati
"masuk dan lakukan pekerjaanmu" kata brian dengan tegas lalu masuk ke mini market dan menuju ruang meneger.
Dan begitupun dengan fisya langsung masuk dan mulai menyapu dan mengepel lantai mini marktet
****************
Waktu sudah menunjukkan jam 12:30 siang dan perut fisya sudah mulai bernyanyi minta di isi. "om brian boleh izin sebentar gak mau makan sebentar" dijawab anggukan oleh brian.
fisya baru melangkah keluar ada pelanggan yang datang. Menunjukkan suatu catatan dan meminta ambilkannya.
"ada yang bisa saya bantu pak" kata fisya dengan ramah
Laki laki itu menunjukkan catatan kecil lalu fisya mengambil dan membacanya, ternyata dia minta di ambilka softek. "Om titip kasir ya"kata fisya kepada brian.
_ini cowok haid apa ya tapi kan dia cowok masak haid huft_ gumam fisya di dalam hati
"yang besar atau yang kecil pak" kata fisya menunjukkan softek merek yang di catatan
"Dua duanya"jawabnya singkat.
"berapa" langsung mengeluarkan dompet dari sakunya
"langsung ke masir saja pak" belum selesai bicara pria itu langsung memberikan 10 lembar 100 ribuan dari dompetnya....
"cukup kan" kata pria itu lalu pergi.
"paakkk" teriak fisya
"kenapa sya dia belom bayar" tanya brian dengan sedikit lembut..
_ehh kenapa nih om om kok tumben lembut gitu csuaranya adem deh dengarnya_ gumam fisya di dalam hati
"enggak om tapi uangnya kebanyakan" jawab fisya
"sudah taro di situ saja nanti kalo sudah bertemu lagi dengan nya kasi uangnya" kata brian
"ya sudah" jawab fisya.
"sana katanya tadi mau makan" kata brian
"gak jadi dah om udah gak nafsu" jawab fisya dengan lesu
"sana makan atau gaji kamu saya potong" kata brian...
"Ya sudah om aku makan di sini aja" kata fisya sambil mengambil bekal yang ia bawa dari rumah
"om mau makan ini fisya masak sendiri loh aaaa" kata fisya dan menyuapkan makanannya ke mulut brian awalnya menolak namun fisya terus memaksa jadinya brian terpaksa membuka mulut dan memakan makanan yang fisya suapkan
"gimana gimana enak gak om" tanya fisya kepada brian
"lumayan" kata brian sambil mengunyah makanannya
"yah kok lumayan sih" kata fisya dengan memasang wajah sedih..
"ya sudah makanan kamu enak sini suapin aku lagi"kata brian
kok hatiku sakit ya melihat dia sedih apakah aku mulai mencintainya. Gumam brian di dalam hati..
"aaa" kata fisya sambil menyondorkan makanan ke mulut brian lalu brian membuka mulutnya dan mengunya makanan itu tak lama suap demi suapan akhirnya makananpun habis
"om aku cuci tangan dulu permisi"kata fisya kepada brian
"jangan panggil aku om lagi aku ini masih muda bahkan belom menikah" kata brian
"terus aku manggil apa" tanya fisya
"mas atau hubby" kata brian..
"ets om ada ada aja deh ya udh fisya cuci tangan dulu byy mas brian" kata fisya membuat brian terkejut karena fisya memanggilnya dengan sebutan mas brian....
Hari demi hari telah berlalu kini fisya dan brian sudah semakin dekat bahkan brian telah mengenal keluarga fisya dan begitupun fisya sudah mengenali keluarga brian
Dan di pagi hari yang cerah itu brian melamar fisya di sebuat taman
"fisya alya putri maukah engkau menjadi pendamping hidupku dan menjadi ibu dari anak anakku kelak" kata brian sambil menyondorkan sebuah cin cin
"iya aku mau mas" kata fisya...
Seminggu setelah brian melamar fisya mereka berdua menikah
"engkau brian wahyou pradipta saya nikahkan engkau dengan anak perempuan saya yang bernama fisya alya putri binti akbar firmansyah dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 50 gram dibayar TUNAI. Kata ayah fisya sambil memegang tangan brian.
"saya terima nikahnya fisya alya putri dengan mas kawin yang telah di sebutkan di bayar tunai" kata brian tegas
"Bagai mana para saksi sah?"
Sah
Sah
Sah
"Alhamdulillah selamat kalian sudah resmi menjadi sepasang suami dan istri" kata bapak penghulu....
Lalu fisya mencium punggung tangan suaminya dan brian mencium pucuk kepala fisya
TAMAT
Mohon maaf apa bila ceritanya kurang bagus maklumilah author baru belajar dan perkenalkan nama author Rachel cinta yufika umur 13 tahun asal kota banyuwangi jatim...
Mohon dukungannya ya
Assalamualaikum