"Aku ingin putus darimu,Michelle"
Ucap seorang pria sampai wanita di depannya itu naik pitam atas kata-katanya.
"Bolehkah aku mengetahui alasannya?"
Michelle menahan amarahnya sambil tersenyum sinis kepadanya.
"Aku akan bertunangan dengan putri dari Keluarga Grace 3 minggu lagi,Oleh karena itu aku ingin agar kita berdua putus sampai disini saja"
"Hahaha..Lucu sekali.Seorang pria sampah sepertimu berani membuangku untuk sampah tak berguna Camillia Grace.Yah..Kalian berdua kan sama-sama sampah jadi kalian itu pasangan yg sempurna.Dan ya apakah aku harus hadir juga,Cameron Ivore~?"
"Berani-beraninya wanita sepertimu menyebut Camillia Grace sebagai sampah?!"
Cameron hendak melayangkan tangannya kepada Michelle tapi tangannya itu langsung ditarik oleh Michelle dan tubuhnya dijatuhkan ke tanah sehingga membuatnya terbentur sangat keras.
"Kau tidak perlu menasehatiku,Cameron.Cukup berikan saja aku undangan ke pesta pertunanganmu itu dan aku akan hadir menyaksikan kalian berdua memasangkan cincin pertunangan.Bukankah itu hal yg bagus,Cameron?"
Tanya Michelle sambil terus menarik tangannya ke belakang tubuh Cameron.
"Baguslah kalau kau mau datang.Lagipula aku memang ingin memberikanmu undangannya.Kuharap kau menangis saat menyaksikan aku dan Camillia nanti"
Mendengar ucapannya itu,Michelle kemudian melepaskan tangan Cameron dan mengambil undangan pesta pertunangan yg diberikan Cameron.
"Kau berharap demikian?Tapi sayangnya aku tidak selemah yg kau bayangkan,Cameron.Jadi jangan menyesal akan PILIHANMU itu"
"Heh,Untuk apa aku menyesali pilihanku?Sudah jelas aku akan bahagia hidup bersama Camillia,Michelle"
"Baiklah kalau begitu.Sampai jumpa 3 minggu lagi di pesta pertunanganmu yg payah itu.."
Michelle berjalan pergi sambil melambaikan tangannya kepada Cameron.
SESAMPAINYA DI RUMAH MICHELLE..
"Kau benar-benar manusia biadap,Cameron.Bisa-bisanya kau membuangku yg sudah bersamamu 2 tahun lamanya hanya untuk Camillia Grace yg bahkan tak bisa bersanding denganku!!"
Michelle membanting beberapa pajangan keramik di dindingnya dan juga menjatuhkan guci di sebelahnya.
"Diana,Panggil para pelayan dan minta untuk membereskan semua keramik yg pecah karena Michelle"
"Baik,Tuan Adam"
Kata Diana kepadanya dan langsung pergi untuk memanggil para pelayan.
"Aku tak tahu kalau sahabatku ini akan marah-marah sampai seperti ini hanya karena Cameron Ivore yg kastanya berada di bawahmu...Adelia Emery"
Ucap Adam sambil tersenyum memegang pecahan keramik akibat ulah Michelle yg memiliki nama asli Adelia Emery.
"Adam Julian,Hanya karena kau adalah sahabatku bukan berarti kau bisa memasuki rumahku dengan seenak hatimu"
"Tapi seingatku,Kau sudah memberiku izin untuk masuk ke dalam rumahmu yg besar ini kapan saja.Apakah kau tidak ingat karena kepalamu itu tertutupi akan amarah?"
Adam mengetuk kepala Adelia sambil tersenyum simpul.
"Maafkan aku kalau begitu,Adam"
Adelia membalikkan badannya karena malu akan tatapan Adam yg benar-benar terus menatapnya tanpa henti.
*GREP*
Adam memeluk Adelia dengan sangat erat dari belakang dan terus mendekapnya selama 3 menit kurang lebih.
"Ngomong-ngomong,Apakah urusanmu di luar negeri sudah selesai?"
"Tentu saja sudah"
"Ternyata lebih cepat dari yg kubayangkan"
"Aku cepat-cepat menyelesaikannya hanya untuk bertemu dengan sahabatku yg satu ini~"
Tidak lama kemudian para pelayan langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dan mulai membersihkan pecahan keramik yg berserakan di lantai.Selama pembersihan keramik-keramik itu,Adam membawa Adelia keluar agar mereka bisa membersihkan dengan lebih leluasa.
DI LUAR...
"Kudengar pacarmu ah tidak mantanmu itu akan melangsungkan sebuah pesta pertunangan 3 minggu lagi dengan..Siapa lagi namanya?Camir,camille,camilun,Oh iya Camillia Grace!"
"Hahahaha..Kau benar-benar tidak pernah berubah sejak 15 tahun lamanya kita BERSAHABAT"
Hati Adam rasanya seperti tercabik-cabik mendengar kata 'Sahabat' yg dikeluarkan oleh Adelia kepadanya.
"Sampai kapan kau akan menganggap hubungan kita sebatas 'Sahabat' saja,Adelia?"
Adam memegang tangan Adelia sambil menatapnya dengan wajah serius.Situasi ini agak membuat Adelia menjadi sedikit canggung karena baru saja putus dari Cameron tadi.
"A-apa yg kau katakan,Adam?"
"Aku serius saat ini,Adelia.Jadi tolong pertimbangkan aku untuk menjadi pasangan hidupmu!"
Secara spontan dia langsung berkata demikian sehingga membuat Adelia sedikit bimbang.Di satu sisi,Dia tetap ingin menjaga hubungan persahabatannya dengan Adam.Tapi di sisi lain,Dia menyadari kalau dia sedikit menaruh hati pada Adam walau hanya sedikit.Hingga akhirnya..
"Aku akan mempertimbangkannya..Jika kau mau menjadi partner-ku saat datang ke pesta pertunangan itu"
"Aku akan melakukan apapun agar bisa menjadi pasanganmu,Adelia Emery"
"Aku tak menyangka dia akan seteguh ini agar bisa menjadi pasanganku hingga kedepannya.Kenapa aku tidak peka akan perasaannya sejak awal ya?"
Ucap Adelia di dalam hati sembari terus memperhatikan Adam.
"Nah,Bagaimana kalau sekarang kita memilih pakaian untuk dipakai ke pesta pertunangan itu?"
"Baiklah,Tapi aku yg akan membayarnya kali ini"
Kata Adam dengan terkekeh di akhir kalimatnya.
Keduanya kemudian pergi ke salah satu butik yg ada di kotanya yg juga khusus menjual pakaian/outfit yg berpasangan alias couple.
Adelia dan Adam memilih outfit berwarna hitam yg dipadukan dengan warna emas.Gaun Adelia sendiri memiliki motif yg cukup indah karena warna emas di gaunnya di sebar di bagian bawah gaunnya secara acak sehingga membuat gaunnya tampak seperti bintang yg bertaburan di langit yg gelap.
Sedangkan jas yg dipakai oleh Adam,Warna emasnya berada di bagian pinggirannya sehingga tampak sangat elegan untuk bersanding dengan Adelia di pesta nantinya.
3 MINGGU KEMUDIAN,DI PESTA PERTUNANGAN CAMERON DAN CAMILLIA..
"Dia adalah mantan pacar dari Tuan Cameron yg akan bertunangan hari ini dengan Nona Camillia Grace kan?"
"Rumornya sih begitu.Aku tidak menyangka kalau dia akan hadir di pesta pertunangan mantannya tanpa rasa sedih sekalipun.Dia benar-benar seorang wanita yg teguh.."
"Iya sih.Kalau aku jadi dia sih palingan akan terus mengunci diri di kamar karena ditinggalkan seperti itu"
Lontaran pujian terus diberikan kepada Adelia karena keteguhannya yg berani hadir dalam pesta pertunangan mantannya,Cameron Ivore.
"Aku tidak menyangka kau akan datang hari ini,Michelle"
"Kuanggap itu sebagai pujian.Dan juga selamat atas pertunangan kalian"
"Terima kasih atas ucapannya,Nona Michelle"
Kata Camillia dengan wajah yg seakan-akan tak memiliki dosa sama sekali.
"Ngomong-ngomong,Gaun pertunangan yg kau pakai cukup indah.Apakah kau membelinya di tempat Cattivo*~?"
(*Cattivo=Sebutan tempat penjualan barang berkualitas buruk)
"Jaga ucapanmu,Michelle!!-Dia adalah putri dari Keluarga Grace,Kau tidak bisa sembarangan berkata buruk tentangnya!!"
"Lihat wajahmu itu,Kau benar-benar tampak seperti 'Pria yg melindungi gadisnya dari penjahat' seperti di film-film.Sepertinya kau bisa mendapatkan piala oscar dengan aktingmu yg bagus itu"
"Penjaga cepat seret wanita ini keluar!!"
Perintah Cameron kepada para penjaga yg ada di dalam hall pesta yg digunakan untuk pesta pertunangannya.
"ADA APA INI?!"
Tanya Sang Kepala Keluarga Grace dengan marahnya.
"Tuan besar,Wanita ini telah menjelek-jelekkan Camillia hanya karena saya tidak mencintainya lagi.Tolong seret wanita ini pergi,Tuan besar!"
Jelas Cameron sambil menunjuk-nunjuk Adelia yg berdiri dengan tenang saat itu.
Saat melihat Adelia yg berdiri sambil menatap tajam dirinya Iravan Grace,Sang Kepala Keluarga Grace langsung berdiri gemetaran dan wajahnya menjadi pucat pasi seperti akan dimangsa oleh singa.Dia seketika berlutut di hadapan Adelia sehingga menimbulkan kegaduhan saat itu juga.
"Saya mohon maaf atas kegaduhan yg dibuat oleh mereka kepada anda,Nona Adelia Emery"
"A-a-adelia Emery?!"
Kaget Camillia dengan wajah yg tak jauh beda dengan ayahnya.
"Aku tak akan terlalu mempermasalahkan ini,Tuan Iravan.Tapi mungkin aku akan memecatmu dari jabatan direktur Perusahaan Pramadana hari ini juga"
Adelia tersenyum menyeringai setelah berkata demikian kepada Iravan.
"Tapi ada 1 hal yg bisa kau lakukan agar tidak dipecat dari jabatanmu itu"
"A-apa itu,Nona Adelia?"
"Gampang saja,Buang putrimu dan calon menantumu ini.Bukankah itu setimpal dengan jabatan direktur di perusahaanku?Dan jika kau mau membuang mereka,Aku mungkin akan memberikanmu kenaikan gaji menjadi 2 kali lipat"
Tanpa berpikir panjang,Iravan langsung mengiyakan permintaan Adelia dan keesokan harinya Camillia dan Cameron di tendang dari Keluarga Grace selamanya.Dan sesuai dengan yg dijanjikan oleh Adelia,Ia langsung memberikan kenaikan gaji bagi Iravan dan tidak jadi memecatnya.
10 TAHUN KEMUDIAN...
"Ibu benar-benar orang yg sangat keren!-Aku ingin menjadi seperti ibu jika sudah dewasa nanti!!"
"Tapi kau harus belajar akan banyak hal dulu sebelum menjadi seperti ibumu ini.Perjuangan tidak akan mengkhianati hasil.Benar begitu kan,Adam?"
Adam yg sedang mengerjakan beberapa dokumen perusahaan tersenyum dan berkata..
"Tentu saja,Arabella"
~THE END~