Baru sebulan yang lalu Risa diputuskan sepihak oleh pacarnya yang bernama Riko. Risa pun dibuat bingung karenanya. Risa ingat betul lima bulan yang lalu kakak sepupunya Yanto mengatakan pada Risa bahwa ia akan mengenalkan temannya yang bernama Riko, dan Yanto pun menceritakan latar belakang Riko yang dianggap cocok jika berjodoh dengan Risa. Risa hanya menjawab dengan tersenyum. Hari itu hari dimana teman dan sekaligus teman Risa bermain yang bernama Ati menikah Arman yang kebetulan bertetangga dengan Riko. Saat acara pernikahan Ati & Arman belum dimulai Risa bercerita pada Ati bahwa ia mau dikenalkan dengan laki-laki yang sekampung dengan Arman yang bernama Riko. Atipun menjawab bahwa Riko adalah temannya Arman calon suaminya. "Wah, kebetulan sekali, nanti aku kenalkan ya". jawab Ati. Setelah acara pernikahan Ati & Arman selesai, Ati memanggil Riko yang kebetulan belum pulang untuk bergabung do meja Ati, Arman dan Risa. Ati berkata pada Riko "Rik, ini Risa temanku dan sepupunya Yanto". "Oh, jadi ini yang namanya Risa". jawab Riko tanpa jabat tangan karena Riko tahu Risa berhijab dan pasti menghindari kontak langsung dengan lawan jenis.
Sejak pertemuan pertama malam itu hampir setiap malam Riko datang kerumahnya Risa walaupun tak pernah ia datang sendiri, ia selalu ditemani temannya yang juga tangan kanannya yang bernama Billy.
Selalu ada alasan Riko untuk datang setiap malam. Hingga pernah suatu malam Risa bermalam di rumah kerabatnya yang punya hajatan. Riko pun ikut berkunjung ke sana setelah mendapat informasi dari orang rumah Risa. Risa merasa kaget dan tak menyangka Riko bisa datang dan berkenalan dengan keluarga besar Risa. Ada rasa kagum dan bangga pada diri Risa terhadap Riko padahal hubungan mereka belum berjalan lama hingga Risa menerka-nerka apakah Riko sudah seserius itu pada dirinya?
"Kok tau aku disini Rik?". tanya Risa. "Iya, tadi aku ke rumah mu dan kata orang rumahmu kamu kesini. aku kangen kamu. kamu kangen juga nggak ma aku?". ucap Riko. "sedikit", jawab Risa dan merekapun tertawa bersama ditengah hiruk pikuk dan lalu lalang saudara-saudara Risa yang ada disitu.
Bulan berganti, hubungan Risa dan Riko pun sudah banyak kemajuan menuju keseriusan, Riko sering berkata pada Risa bahwa dia ingin hubungannya segera di halalin dan tinggal menunggu waktu yang tepat.
Hari ini hari Minggu dimana Risa libur dari aktivitas mengajarnya. Tidak seperti biasanya sudah beberapa hari Riko tak datang kerumahnya, Risa pun bercerita pada temannya yang bernama Nita. "Nit, Riko sudah beberapa hari tak datang ke rumah, padahal biasanya tiap malam dia selalu datang kesini". cerita Risa. "Bagaimana kalau kita ke rumahnya?", usul Nita pada Risa. "Emang nggak papa yah kalau cewek datang ke rumah cowok?" tanya Risa. "Nggak papa Ris, toh keluarga Riko juga sudah tau kamu dari cerita Riko kan?", ujar Nita. "Sudah sih kata Riko", jawab Risa. "Ya sudah, nanti aku temenin kesana", usul Nita. "Makasih ya Nit", ucap Risa. "Sama-sama", jawab Nita.
Siang harinya Risa datang ke rumah Riko dengan ditemani Nita, dan benar saja semua keluarga Riko sudah tahu tentang hubungan Riko dan Risa dan Risa pun disambut baik oleh keluarga Riko. setelah beberapa lama Nita pamit pulang duluan dengan alasan masih ada acara lain dan Risa akhirnya diantar pulang oleh Riko. Risa merasa lega karena Riko masih memberikan perhatian yang sama dengan hari-hari sebelumnya, tidak seperti yang Risa pikir selama beberapa hari ini karena Riko tak datang kerumahnya. Riko beralasan bahwa pekerjaannya sekarang tambah padat dan Risa pun menerima itu.
Seminggu kemudian pada dini hari jam menunjukkan pukul 02.00 WIB, tiba-tiba HP Risa berbunyi nyaring sampai kaget. Ternyata ada pesan masuk dan dengan mata yang masih berat Risa membuka pesan tersebut. Dari isi pesan tersebut sukses membuat mata Risa terbelalak karena berisi permintaan maaf Riko yang tak bisa melanjutkan hubungannya dengan Risa. Risa tak percaya akan kenyataan ini hingga bertanya-tanya "Apa salahku hingga Riko memutuskan ku?".
Dengan berat hati Risa pun menyetujui permintaan Riko. "Mungkin dia bukan jodohku" pikir Risa. Risa tetap menjalani kehidupannya seperti biasa, seperti tak pernah ada masalah apapun.
Banyak pesan masuk ke HP Risa dari beberapa laki-laki, namun Risa tak pernah menanggapinya. Hingga ada satu pesan masuk yang menarik perhatian Risa. "Hai Risa, aku dapat nomer HP kamu dari temanku Yanto, Yanto tau semua tentang aku, boleh ya kita berkenalan?. Aku Ali". Kurang lebih itu pesan yang membuat Risa bingung. Risa pun bertanya pada Yanto kakak sepupunya. "Mas, apa benar mas Ali itu temanmu?". "iya". Yanto pun menceritakan latar belakang Ali yang putra dari pengusaha armada terkenal di kotanya. Yanto dan Ali adalah teman dekat semasa kuliah dulu, bukan hanya mereka berdua yang akrab, orang tua merekapun sudah saling mengenal, tapi Risa baru tau Ali sekarang karena mereka memang tak pernah ketemu. "Kalau Riko yang pengusaha biasa aja bisa tega nyakiti aku apalagi Mas Ali anak dari pengusaha bear?" kata itu terucap begitu saja dari bibir Risa hingga Yantopun mendengarnya. "Ali itu beda dengan Riko, Ali Sana sekali tidak pernah dekat dengan perempuan, Ali sedang cari calon yang kriterianya mirip denganmu. Jadi kemarin aku kirim fotomu dan nomer HP mu, biar kalian Vida berkomunikasi sendiri", jelas Yanto.
Dari penjelasan Yanto tadi dapat ditarik kesimpulan jika kemarin Riko mutusin Risa karena perempuan lain". Itu yang ada dipikiran Risa.
"Baiklah, akan aku coba kenal lebih dekat dengan Mas Ali. Terimakasih ya Mas, dah ngenalin aku sama Mas Ali". ucap Risa pada Yanto. "OK"
jawab Yanto.
Setelah sebulan Risa saling berkomunikasi lewat HP, Ali sudah merasa cocok dan mantap dengan Risa dan Ali bermaksud langsung melamar Risa pada pertemuan pertama mereka dan langsung membawa serta orang tua Ali yang sudah percaya dengan pilihan Ali.
Keluarga Risa dibuat kelabakan karena acara mendadak ini. Belum selesai rasa keterkejutan keluarga Risa dalam menerima lamaran Ali, keluarga Ali meminta akad nikah dilangsungkan satu bulan ke depan. Keluarga Ali meminta kepada keluarga Risa tak perlu memikirkan biaya acara pernikahan Risa dan Ali, meskipun acaranya dilakukan do rumah Risa. Semua biaya acara pernikahan Risa dan Ali keluarga Ali lah yang menanggungnya.
Benar-benar semua dibuat terkejut dengan situasi ini namun juga bahagia. "Dia itu manusia atau malaikat ya Bu?" tanya Risa pada ibunya saking terkejutnya dia dengan serangkaian peristiwa yang membahagiakannya ini. "Itulah yang namanya jodoh, kadang datangnya tiba-tiba dan tak pernah disangka-sangka"jawab ibunya
Risa bersyukur atas semua jawaban Tuhan dari semua peristiwa yang telah ia alami. Dari peristiwa yang menyakitkannya hingga yang membahagiakannya dengan tiba-tiba ini.
Semua peristiwa adalah rencana Allah, tinggal bagaimana manusia itu sendiri menerimanya. Terimakasih Ya Allah atas karuniamu yang indah ini. Ucap Risa pada doa panjangnya.