damar husna dan rakry mereka bersahabat sejak sd ketiganya bertemu karena mereka adalah tetangga di sebuah desa kecil, awalnya hanya ada damar dan rakry lalu husna pindah ke desa mereka
ketiganya sering bermain bersama, sejak sd smp dan sma mereka satu sekolah orangtua mereka juga udah saling mengenal jadi tidak terlalu khawatir saat keluar bersama.
"persahabatan kita harus sampai kita tua ya" ucap gadis kecil bernama husna itu, damar dan rakry kompak menjawab "iya"
"janji?" husna mengulurkan kelingkingnya,kelingking mereka bersatu dan berjanji persahabatan ini.
mereka tumbuh dewasa bersama husna gadis kecil itu sekarang sudah menjadi gadis yang cantik damar jatuh hati,damar juga tumbuh menjadi tampan begitupula dengan rakry. setelah tamat SMA rakry pindah ke bandung untuk melanjutkan pendidikan kuliahnya.damar dan husna memutuskan untuk langsung bekerja, hari itu mereka ikut mengantar rakry ke bandara.
"sehat sehat disana ya rak jangan lupa sama kita" ucap damar sambil melambaikan tangan kepada rakry yang sudah berjalan agak jauh dari mereka,husna juga melambaikan tangan dan tersenyum manis rakry membalas dengan senyuman manis.
hari hari berlalu tanpa rakry
tempat kerja damar dan husna satu arah setiap pagi damar menjemput husna untuk pergi kerja bareng tak pernah terbesit kata mengeluh damar setiap hari antar jemput husna, berharap husna juga memiliki perasaan yang sama dengannya.
*tiiin* suara klekson motor damar
"udah mau berangkat mar" kata ayah husna yang saat itu sedang duduk dan meminum kopi.
"iyaa pak" jawab damar
tak lama husna keluar hari ini husna terlihat cantik menggunakan kemeja putih celana abu abu dan hijab pink muda sangat cocok untuk husna.
"mar emang kamu gpp tiap hari antar jemput aku" tanya husna
"gpp na,aku seneng bisa ketemu kamu setiap hari" jawab damar dan tersenyum, husna membalas dgn senyuman
"yah berangkat ya"
"iya hati hati" ayah husna kembali menikmati kopinya.
komunikasi antara damar husna dan rakry lancar menggunakan sosial media ketiganya saling bertukar kabar. namun rakry lebih sering chatingan dengan husna setiap malam mereka telfonan membicarakan banyak hal. rakry juga jatuh hati dengan husna.
suatu malam damar nelfom husna mereka cuman ngobrol ngobrol santai aja.
"eh mar gue mau cerita nih"c
"cerita apaan, cerita aja na" jawab damar
"gue tuh lagi suka sama orang udah lamaaa bangeet" sontak damar kaget mendengar perkataan husna gadis yg disukainya kini sedang jatuh cinta tapi dengan siapa?
"mar lo dengerin gue ga sih"
"ha iya na gue denger kok, terus terus lo sukanya sama siapa?"
"ah nanti lo juga tau mar orangnya siapa, dia tuh ya gapeka peka mar" damar dengan pd mengira orang itu adalah dia.
" kalo suka bilang aja na,ntar keburu diambil orang"
husna sedikit takut mendengar perkataan damar barusan, dia takut orang yg dia sayang bahagia bersama orang lain.
"ga ah marr, gue kan cewe masa bilang suka duluan sih gengsi lah"
" ya terserah sih,eh gue matiin ya telfonnya ngantuk" damar mematikan telfon karna malam juga sudah mulai larut. sebenarnya damar belum terlalu mengantuk dia masih memikirkan siapa pria yang disukai husna. damar berharap dialah pria itu
disisi lain rakry yang juga jatuh hati dengan husna juga memikirkan bagaimana kehidupan husna dia juga takut husna bersama pria lain.
1 minggu berlalu damar sudah tidak tahan menahan rasa sukanya, hari ini dia akan menyatakan cintanya kepada husna, hari ini mereka tidak bekerja
pagi pagi sekali damar pergi ke toko bunga untuk diberikannya kepada husna.
"na bulan depan aku mau lamar kamu" notifikasi whatsapp dilayar hp husna. hari ini damar dan husna bertemu di cafe yang bisa mereka temui wajah husna terlihat bahagia siang ini.
"mar gue mau ngomong"
"na gue mau ngomong" ucap keduanya bersamaan.
"lo dulu na" kata damar
"bulan depan rakry ngelamar gue" ucap husna semangat.
damar kaget semangatnya hilang ternyata notifikasi tadi dari rakry bukan damar, bunga yang sedari tadi dipeganya terjatuh
"kok lu bawa bunga mar"
"gue suka sama lo na,hari ini gue mau nembak lo"
"ha lo sejak kapan suka sama gue kok gapernah bilang mar" husna kaget ternyata selama ini damar menyimpan perasaan kepadanya
"dari dulu na tapi gue gaberani bilang, waktu lo bilang lo lagi suka sama orang disitu gue ngerasa orang itu gue, gue udah ga kuat mendem perasaan ini, jadi lo maukan sama gue?"
"maaf banget mar, waktu gue bilang lagi suka sama orang, orang itu rakry bukan lo dan bulan depan rakry ngelamar gue"
damar terdiam hatinya sakit air matanya sudah hampir jatuh tapi dia tahan,husna juga terdiam dia sudah melukai hati sahabatnya.
"jadi lo gimana mar" tanya husna dengan nada yang pelan, damar masih terdiam dia tak rela husna bersama rakry
"lo sama rakry aja na gue ikhlas, semoga bahagia ya na" ucap damar lalu tersenyum kecil, damar langsung pergi meninggalkan husna.
kini sudah 1 bulan berlalu, hari ini rakry dan keluarganya akan datang untuk melamar husna.
damar datang melihat sahabatnya kini bersama dia berusaha tegar dihadapan semua orang.
kini husna sudah bahagia bersama rakry hanya tersisa damar yang kini masih menunggu jodohnya.