Deon Alvaro anak dari seorang duda kaya bernama Adnan Alvaro. Adnan kehilangan istrinya saat dia melahirkan Deon ,Adnan sangat terpukul dan hampir bunuh diri karena tertekan ,Tapi bu Lia yang tidak lain adalah ibunya adnan mengingatkannya jika Deon putranya sangat membutuhkannya dan akhirnya adnan mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.
Adnan sangat menyayangi Deon tapi dia juga tidak bisa menikah lagi karena dia masih menyayangi Alm.istrinya yang bernama 'Nanda'.
Umur Deon sekarang sudah 5 tahun ,Deon menjadi anak yang dingin seperti ayahnya dan dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca atau belajar. Deon juga menyayangi sang ayah ,tapi Adnan yang sibuk karena pekerjaannya pun tidak bisa berbuat apa apa jadi Deon lebih sering bersama nenek juga tantenya yang bernama 'Dian' adik dari adnan yang juga sudah bersuami dan memiliki anak perempuan bernama 'Dira'.
Deon juga sangat menyayangi dira seperti adiknya sendiri ,dan hanya dira lah yang bisa membuatnya tersenyum dan luluh.
****
Umur Deon sudah 19 tahun dan dira 17 tahun beda 2 tahun dengannya. Deon sudah mengelola bisnis papanya yang diserahkannya pada deon. Deon mulai mencari tau dimana ibunya ,sampai akhirnya dia mendengar kenyataan pahit jika sang ibunda telah meninggal dan dia juga sangat terpukul atas semua itu. Ditambah lagi papa dan omanya yang selalu memberitahukan jika ibunya masih hidup dan sedang ada diluar negri. Deon kecewa pada sang papa karena tidak memberitahu jika ibunya sudah tidak ada. Jika papanya memberitahukannya mungkin Deon tidak akan berharap atas kehadiran ibundanya.
Deon pun menjadi dingin dan benci dengan ayahnya ,itu membuat adnan mengingat kejadian pahit waktu dulu Deon dilahirkan dia kembali tertekan atas semua itu.
Deon tidak ingin lagi mengelola perusahaan yang papanya serahkan padanya ,dia memutuskan untuk membangun bisnis sendiri dengan kerja kerasnya sendiri tanpa bantuan dari siapa pun termasuk papanya.
Deon memilih untuk pergi dari rumah dan dia juga sudah membeli rumah hasil dari jeri payahnya sendiri walaupun rumah itu tak terbesar rumah sang papa dia masih mensyukuri karena rumah itu hasil dari kerja kerasnya sendiri.
Deon pergi diam diam dan tidak memberitahu sang papa hanya dira lah yang dia beritahu dimana alamat rumah barunya itu.
****
Dan pada suatu kejadian bisnis Deon anjlok dan harus diberi suntikan dana ,Deon khawatir jika bisnis yang dia bangun sendiri ini akan bangkrut.
Anjloknya bisnis Deon disebabkan oleh musuh Deon waktu ada di bangku SMA musuhnya itu bernama 'Alex' .Deon sudah melupakannya jadi dia tidak terpikir semua yang yang terjadi padanya itu adalah ulah Alex.
Adnan yang mendengar jika bisnis sang anak sedang ada masalah ,dia langsung memberi suntikan dana kepada bisnis Deon itu tanpa sepengetahuannya. Adnan juga sudah mengetahui jika dalang dari musibah yang menimpa Deon ini adalah Alex. Dia sudah memenjarakan alex saat itu juga.
Deon pikir ini semua ulah papanya yang sudah membencinya. Dia pun pergi ke kantor papanya dan membentak sang papa tanpa belum tau penjelasan yang pasti.
Adnan sangat terpukul anak yang selama ini menemaninya sekarang malah membencinya seperti itu.
Bu Lia berusaha menenangkan Adnan. Sejak kejadian yang menimpa istrinya itu dia sudah divonis mengidap penyakit jantung yang bisa membahayakan nyawanya ,Deon belum mengetahui itu semua.
Dan pada saat adnan drop dia terus memanggil nama anaknya 'Deon'. Bu lia pun tak tinggal diam dia langsung pergi ke alamat Deon yang dira berikat padanya. Sampainya di rumah Deon bu lia lansung menggedor gedor pintu rumah itu.
Namun tidak ada jawaban kekhawatirannya pun semakin meningkat.
Setelah lama menggedor gedor pintu tiba tiba ada suara klakson mobil dari belakangnya. dia pun melihat siapa itu ,dan dia bersyukur karena yang datang itu adalah deon. Bu lia pun menceritakan awal mula kejadian pahit itu sampai dengan kondisi saat ini. Deon yang mendengar itu pun sangat kesal pada dirinya sendiri yang tidak menerima penjelasan dulu dari sang papa .
Deon dan bu lia pun pergi kerumah sakit untuk menemui adnan.
Saat tiba di rumah sakit dokter menyatakan bahwa adnan sudah tidak bisa tertolong lagi dan dia menitipkan surat untuk Deon.
Deon yang mendengar itu pun tidak bisa membendung air matanya lagi dia mengambil surat itu dan membacanya..
"Deon maafkan papa karena papa tidak memberitahu mu tentang semua ini ,Tolong maafkan papa Deon ,Papa sayang sama deon ,Maafkan papa yang tidak bisa menjaga mama kamu ,Maafkan papa yang tidak bisa jadi papa yang baik buat kamu ,Mungkin waktu papa sudah tidak lama lagi dan kemungkinan kamu akan baca surat ini setelah papa pergi',
papa pamit deon jaga dirimu baik baik ,jangan merepotkan omamu ,jaga semua aset keluarga kita ,Jangan jadi seperti papa yang tidak bisa menjaga orang yang kita sayangi ,Jika kau sudah menemukan pendamping hidup jangan kau sia sia kan dia sayangi dia ,jaga dia ,Hanya itu pesan papa,
papa pamit Deon kita akan berjumpa lagi diakhirat nanti ,titp salam buat semua Assalamualaikum".
Papa..
Itulah isi pesan terakhir yang diberikan adnan untuk sang puntra Deon.
....
End📩