Namaku Clara,aku sangat benci datang ke sekolah. Seandainya bisa, aku ingin pindah sekolah saja. Mereka semua jahat padaku.
Di siang hari,sepulang sekolah
Clara: Mama,bisa aku pindah sekolah ?
Mamanya: Clara sayang,kamu diledek lagi ya ? Acuhkan saja mereka.
Clara : Mama,aku mohon dengarkan aku. Mereka sangat jahat padaku. Mereka meledekku pendek dan jelek. Memang kenapa aku tidak bisa pindah sekolah ?
Mamanya : CLARA, udah mama bilang sekolah disitu pendidikannya yang paling bagus.Lagipula mama udah biayain kamu sekolah mahal-mahal disitu biar kamu pintar.
Clara: Tapi ma ...
Mamanya : Gak ada tapi-tapian. Kamu mau mama malu sama teman-teman mama karena gak sekolahin kamu di sekolah terfavorit.
Clara : hiks...hiks... mama jahat mama egois. Mama gak pernah ngerti sama perasaan Clara.
Clara berlari menuju kamarnya
Mamanya: Clara...maafin mama. Haduh, seharusnya aku memang tidak kasar seperti itu tadi.
Di dalam kamar.
Hiks...Hiks... mama jahat, mereka semua jahat. Kenapa sih gak ada yang ngerti perasaan aku. Aku capek.Lagipula kenapa sih harus ada sekolah terfavorit sekolah terfavorit.
Kalau memang sekolah terfavorit itu bagus,seharusnya aku tidak dibully. Guru-guru juga jahat.Mendengar aku dibully guru bilang mereka cuma bercanda.
Bercanda apanya ? Setiap hari aku dibully. Setiap hari anak laki-laki mengusiliku dan anak perempuan meledekku.
Aku capek. Tuhan tolong aku. Cuma Tuhan yang bisa menolongku sekarang. Mama juga tidak mau menolongku. Aku tidak tau lagi harus minta tolong pada siapa.Clara yang kelelahan menangis pun tertidur.
Sementara itu, mama clara pergi ke panti asuhan.
mama clara : Permisi mbak.
pengurus panti : Iya,ada apa nyonya datang ke sini ?
mama clara : Aku ingin mengadopsi 1 anak laki-laki disini.
pengurus panti: Ah baiklah aku akan memanggil semua anak laki-laki untuk berkumpul di sini.
Ada 10 anak laki-laki yang berkumpul di ruang itu.
pengurus panti : Silahkan nyonya pilih. Aku akan pergi sebentar.
Mama Clara : Baiklah anak-anak.Aku ingin mengadopsi salah satu dari kalian.Aku punya rumah besar dan aku akan merawat kalian dengan baik.Apapun yang kalian inginkan akan aku berikan asal kalian mau jadi anak angkatku. Jadi,siapa yang mau jadi anak angkatku ?
5 anak mengangkat tangan dan mengatakan aku mau. Sedangkan 5 anak yang lain terlihat bergandengan tangan tanda tidak ingin berpisah.
Mama Clara : Baiklah,kalian berlima perkenalkan nama kalian masing-masing.
Mereka pun memperkenalkan diri satu-satu.
Mama Clara: Nama yang bagus.Jadi,aku ingin mengadopsi salah satu dari kalian untuk menemani dan menjaga putriku di sekolah. Apa kalian sanggup ?
4 anak lain hanya diam.
Rio: Ya aku sanggup, aku berjanji aku akan melindungi putrimu.
Mama Clara : Baiklah, aku akan mengadopsimu Rio.
Setelah selesai mengurus surat adopsi mereka pun pulang. Di rumah Clara sudah terbangun.
Clara : Dimana mama ?
Pelayan: Nyonya sedang keluar nona.
Clara : Mama jahat. Mama tidak menghiburku bahkan meninggalkanku sendiri.
Pelayan: Bukan begitu nona. Nyonya sangat sayang pada nona. Ini minum dulu jus jeruk nona.
Clara: Terima kasih.
Tidak berapa lama Mamanya pulang.
Clara : Mama, siapa dia ?
Mamanya : Perkenalkan dia Rio. Dia adalah saudara angkatmu yang akan menjagamu di sekolah sekarang.
Clara: mama aneh-aneh saja. Kenapa mama harus repot-repot membawa anak ini. Kalau aku bisa pindah sekolah saja.
Mamanya: Percaya sama mama. Dia pasti bisa menjagamu.
Clara : Baiklah,aku percaya.
Keesokan harinya.
Guru: Hari ini,kelas 3A kedatangan murid baru. Nak silahkan perkenalkan dirimu.
Rio: Hai,namaku Rio.Aku saudara angkat Clara.
Guru: Baik Rio, silahkan duduk di sebelah Clara.
Murid baru itu tampan sekali. Aku mau jadi pacarnya.Ucap semua siswi kecuali Clara
Guru: Sudah diam semuanya mari kita mulai pelajaran hari ini.
Saat istirahat, semua siswi menghampiri Rio.
Kita kenalan dong.
Namaku Putri.
Bla bla bla. Berisik sekali mereka semua batinku.
Permisi,aku mau lewat.
Nih,silahkan lewat Pendek.Ucap putri judes.
Clara langsung berlari meninggalkan kelas.
Rio :HEI,aku peringatkan kamu.Jangan meledeknya lagi.
Putri: Maaf,aku cuma bercanda.
Rio: Gak lucu. Minggir kalian semua.
Semua pun menyingkir.
Rio: Clara tunggu aku.
Rio mengejar Clara sampai ke lantai atas.
Rio: Kamu ngapain ke sini ?
Clara: Kamu lihat sendirikan. Bahkan meskipun sudah ada kamu aku masih diledek.Aku mau lompat dari sini aja.
Rio: Apa yang kamu pikirkan Clara ? Ku mohon jangan lakukan itu. Aku sudah berjanji pada nyonya untuk melindungimu.
Clara: Aku capek Rio. Mereka semua sangat jahat padaku. Hiks...hiks...
Rio mendekatiku dan menepuk pundakku.
Rio: Menangislah jika itu bisa membuatmu lebih lega.
Aku memeluknya lalu menangis sampai aku puas. Beberapa menit kemudian.
Clara: Eh,maaf aku sudah memelukmu.
Rio: Tidak apa-apa. Ayo kita kembali ke kelas.
Padahal dalam hati Rio dia merasa sangat malu dan jantungnya berdetak cepat.
Clara: Tapi mereka jahat,tidak bisakah kita membolos saja.
Rio: Aku berjanji mereka semua tidak akan jahat lagi kepadamu. Kalau mereka masih jahat aku akan menghajar mereka.
Clara: Baiklah,aku percaya padamu.
Di kelas.
Rio: Perhatian untuk semuanya.Mulai saat ini jangan ada lagi yang menyakiti Clara. Kalau kalian masih berani meledeknya atau menyakitinya aku tidak akan segan-segan menghajar kalian.
Setelah kejadian itu benar saja. Tidak ada lagi yang membullyku.
Kalaupun ada orang itu akan langsung dihajar oleh Rio. Dia tidak peduli meskipun dia harus masuk BK karena perbuatannya. Dia memang pahlawanku.
Waktu terus berlalu seiring berjalannya waktu kita sudah berumur 15 tahun.
Di taman sekolah
Aku rasa aku tidak hanya sayang padanya aku mencintainya.
Kenapa aku harus mencintai saudaraku sendiri ? Meskipun hanya saudara angkat tapi apa mungkin aku bisa bersatu dengannya ?
Dalam hati Rio, aku mencintaimu Clara tapi takdir mempersatukan kita sebagai saudara. Setidaknya aku ingin mengungkapkan perasaanku padamu. Tapi aku tidak berani. Aku takut perasaanmu berbeda dengan perasaanku.
Teng... teng... waktu istirahat selesai.
Rio : lonceng sudah berbunyi.Aku ke kelasku ya Clara.
Clara : Iya,tadi kenapa kamu hanya diam saja ?
Rio : Aku ingin jujur padamu tapi aku takut.
Clara : Aku juga ingin jujur padamu.
Guru: masuk anak-anak,istirahat sudah selesai.
Rio dan Clara : Baik.
Bagaimana ini ? Haruskah aku jujur ? Batin Rio dan Clara.
SELESAI