True Friendship [Misteri, Horror]
<<<<<<--->>>>>>
Siang ini Rini, Pandu dan Bea janjian pergi ke sebuah mall untuk mencoba permainan yang sedang terkenal di kalangan remaja saat ini yaitu Pandora. Rini dan Bea datang terlambat, terlihat sudah bahwa Pandu menunggu mereka di depan Pandora. Saat sudah sampai mereka meminta maaf kepada Pandu karena terlambat.
"Huft, Pandu sorry ya kita telat nih. Tadi jalanan macet parah, gua juga kesiangan hehe" Kata Rini.
"Iya maaf ya Pandu, kita yang bayar deh nanti" Ucap Bea.
"Iya santai aja" Pandu pun mengajak mereka masuk.
Lalu, mereka memilih permainan Pandora. Mereka memilih tema yang horror. Setelah menentukan, mereka pun pergi ke kasir untuk melakukan pembayaran.
"Baiklah, totalnya Rp 300.000 ya dek" Kata mbak nya.
Setelah membayar, mereka pun mulai memasuki ruangan dan menyelesaikan rintangan satu persatu. Ditengah permainan, Rini dan Bea mengalami kesulitan karena sejak tadi Pandu tidak membantu mereka.
"Rin, menurut lu yang ini jawabannya apa?" tanya bea.
"wah gua kurang tau tuh, lu tau ga du?" tanya rini kali ini.
"Jangan keluar kali hehehe" Jawab pandu asal.
"Bercanda lu gak lucu ish" Seru Rini.
"Tau lu, udah gak bantu juga dari tadi" Sindir Bea.
"hehehehehehe maaf" Tawa Pandu.
Saat sedang asik menyelesaikan rintangan, tiba-tiba saja Rini dan Bea merasakan kejanggalan. Saat ditengah permainan tiba-tiba saja pandu menghilang.
"Weh Bea, pandu kemana weh?!" Tanya Rini panik.
"Waduh, jangan-jangan ini kayak difilm Rin, kita diculik satu-satu...Gimana nih" Bea pun ikutan panik hingga berpikir yang tidak-tidak.
Akhirnya mereka menggedor2 tempat itu, Mbak nya pun datang karena mendengar kegaduhan.
"Ada apa ya kak?" Tanya nya.
"Mbak, tolong mba.. kita mau keluar pokoknya" Isak Bea. (bea memang paling penakut dibanding rini)
"Maaf ya mba kita gaduh, tapi.. maaf mba teman kita dikemana kan ya?" Tanya rini mengintrogasi.
"Eh? Maksudnya kak?" Tanya mbaknya.
"Iya saya tanya teman saya mba kemanakan? Jangan sampai saya lapor polisi ya!" Ancam Rini.
Bea? Hanya menangis dari tadi. Tiba-tiba Pandu menghampiri Bea dan Rini dengan wajah tanpa dosanya.
"Eh Rini.. Bea.. Udah selesai mainnya? Rini, Bea kenapa nangis?" Tanya Pandu.
"Lah lu habis dari mana dah? Kita nungguin lu didalem tadi" Jawab Rini.
"Dih, ngigo kali lu. Orang gua kan gak ikut main" Jawab pandu.
"Yasudah kita pulang aja, makasih ya mbak" Ajak Rini sambil menarik Bea.
'Anak-anak aneh' Batik Mbaknya.
Saat perjalanan pulang, mereka bertiga pun hanya terdiam. Karena hal yang diceritakan Pandu. Rini sedang fokus mengendarai mobilnya, Bea yang disampingnya pun hanya bermain handphone. Dan pandu hanya melihat jalan raya. Tiba-tiba Bea mendapatkan telepon dari nomor tidak dikenal.
"Halo? Siapa ya?" Tanya bea.
"Bea ini tante" katanya.
"Ooh iya, kenapa tante? Kita baru jalan pulang nih.. Panduuu nyokap lu nelpon nih" Ucap bea.
"Loh Bea? Pandu sama kamu?" Tanya ibunya.
"Iya, kenapa tante?" Tanya Bea.
"Jangan bercanda Bea, Pandu sudah meninggal tadi siang saat ingin menyusul kamu dan Rini.. Taksinya kecelakaan" Ucap Ibu Pandu.
Seketika ponsel Bea terjatuh, Rini yang mendengar obrolan Bea dan ibu Pandu dari tadi hanya bisa terdiam kaku. Mereka berhenti dipinggir jalan sejenak dan sama-sama mengumpulkan keberanian menghadap belakang. Dan tiba-tiba...
"Hehehehehehehehe makasih ya teman-teman hari ini seru hehehe" Dengan wujud seramnya Pandu tersenyum dan menghilang.
Bea dan Rini pun menelpon orang tua mereka untuk segera menjemput mereka. Mereka meninggalkan mobil dengan aman dan pergi ke tempat ramai sambil menunggu orang tua mereka.
Kejadian hari ini membuat mereka takut dan sedih sekaligus, mereka berharap semoga Pandu tenang di sana. Seandainya saja mereka tidak pergi.
The End.
Namun sayangnya...
Mereka melupakan satu hal...
Janji persahabatan mereka
"Sahabat sehidup semati"
Sehingga mereka tak tau bahwa pandu masih senantiasa berada bersama mereka dengan senyumannya itu.
Hati-hati jika kalian menghadap belakang, mana tahu ada seseorang dibelakangmu sekarang dengan senyuman polosnya itu :)
Bisa saja mereka terlihat, dan tidak terlihat (salam horror)
The Real End.