Cerpen ini menceritakan tentang pengalaman pribadi saya sendiri.Tujuannya adalah saya ingin memotivasi kalian supaya mempunyai sifat OPTIMIS.
Saya Adalah seorang murid yang masih duduk di bangku kelas 7 sekolah menengah pertama (SMP).
Saat Bulan Maret 2021 Kemarin , sekolah saya berulang tahun.Dalam rangka memeriahkan acara tersebut , sekolah mengadakan beberapa lomba seperti Membuat Tumpeng , Membuat Puisi , membuat Poster , membuat Masker , dan lomba Mapel ,yang mana setiap kelas wajib mengirimkan perwakilan dari setiap lombanya.
Saat sedang berdiskusi menentukan perwakilan lomba kelas saya , saya Dipercaya untuk menjadi perwakilan dalam lomba membuat puisi.Awalnya saya menolak.Karena saya tidak pandai dalam membuat puisi.Memang Saat SD saya pernah mengikuti lomba puisi.Tetapi itu hanya sekedar lomba membaca puisi , bukan membuat Puisi.
Tetapi pada akhirnya saya mau menjadi perwakilan lomba tersebut , karena saya mempunyai keinginan untuk mencoba membuat puisi.Selain itu juga saya ingin melatih diri saya agar mempunyai sifat yang percaya diri , pemberani , bertanggung jawab serta pekerja keras.Membuat puisi memang sulit , butuh ketenangan dan kesabaran serta ketekunan dalam membuatnya.
Setelah ditentukan perwakilan dari kls saya , saya dan teman-teman yang lain mulai disibukan untuk membuat karya kami sendiri yang akan diserahkan ke wali kelas kami.Kami diberi waktu untuk menyelesaikan karya kami dalam waktu 8 Hari.
Dalam waktu 8 Hari tersebut , saya sering mengeluh dan tidak percaya diri.Hari Ke 1,2,3 saya masih juga belum bisa membuat puisi.Di Peraturan lomba membuat puisi tidak boleh plagiat alias tidak boleh menjiplak karya orang lain.Dan Hal itu yang membuat saya sedikit bingung dan pesimis.
Hari Ke4 saya mulai mencoba membuat puisi dengan cara saya sendiri , yaitu dengan menuliskan kata-kata yang ada di otak saya.Awalnya saya membuat puisi dengan tema Covid-19.Memang di aturan terdapat perintah supaya 1 anak memilih satu tema.Diaturan juga disedikan 5 tema yang harus di penuhi oleh setiap kelas.Tema yang ada diaturan antara lain , Tema HUT Sekolah , Covid-19 , Dan 3 Tema bebas.
Saat saya sudah selesai membuat puisi dengan tema Covid-19 , ternyata tema saya juga membuat tema yang sama.Pada akhirnya , saya mencoba untuk membuat puisi dengan tema HUT Sekolah.
Waktu itu saya terlalu banyak mengeluh dan malas.Karena Selain saya harus mengulang dari awal lagi , saya juga sudah kehabisan ide dan juga waktu pengumpulan tinggal 4 Hari lagi.
Saya Mencoba merilekskan otak saya dengan berdo'a dan menjalankan kewajiban saya terhadap agama saya.Saya memohon agar di Beri ketenangan , kemudahan , serta jalan keluar.
Hari Ke5 dan Ke6 saya masih dalam tahap mencoba lagi , lagi , dan lagi.Saat itu saya sudah hampir menyerah.Tetapi saat itu juga banyaknya Harapan dan dukungan dari keluarga membuat saya bersemangat dan berusaha semaksimal mungkin.Tuhan juga seakan-akan menyemangati saya , dengan cara memberi saya keyakinan yang begitu besar sehingga saya Mempu menyelesaikan Puisi saya dalam waktu 2 Hari.Meskipun saya harus rela Tidur larut malam dan mengurangi waktu belajar saya.Karena waktu itu juga sedang ada kegiatan penilaian bersama seluruh sekolah secara daring , maka dari itu sedikit mengganggu fikiran saya dan sayapun harus membagi waktu untuk belajar dan membuat puisi.
Keesokan harinya , saya dan teman-teman sekelas saya yang menjadi perwakilan lomba menyerahkan hasil karya kami kepada wali kelas kami.
Dengan perasaan was-was saya menyerahkan puisi saya Kepada wali kelas saya.
1 Minggu setelah penyerahan karya kami ke sekolah , akhirnya hasil dari karya kami akan diumumkan.Setiap peserta lomba Pasti selalu mengharapkan untuk menjadi seorang pemenang bukan?.
Begitu juga dengan saya , semalaman tidak bisa tertidur karena memikirkan hasil dari lomba puisi tersebut.Apalagi ditambah pemenang lomba tersebut adalah campuran dari kls 7-9 bukan Perkelas menambah rasa khawatir dan penasaran saya semakin tinggi.Saya Sempat Berfikir
apakah saya bisa menjadi pemenang dalam lomba puisi ini?, apakah saya bisa mengalahkan Kls 8 dan 9?, dan masih banyak lagi fikiran negatif yang lain.
Tetapi ,
"Usaha tak menghianati hasil".
Semua Pengorbanan saya yang rela tidur malam , Jarang istirahat , dan mengurangi waktu belajar terbayar sudah saat Sekolah Mengumumkan saya sebagai pemenang dalam lomba puisi bertema Hut Sekolah.Tuhan juga begitu baik , meskipun saya sudah mengeluh dan hampir menyerah , tapi Tuhan memberikan saya kepercayaan , kekuatan , serta keyakinan dalam diri saya.
Meskipun Lomba Puisi ini hanya antar kelas dan hanya tingkatan sekolah.Tetapi saya merasa bangga.Karena Puisi tersebut merupakan karya Saya Sendiri tanpa menjiplak karya orang lain , Mendapatkan prestasi saat di kelas 7 , dan untuk kagiatan puisi ini akan saya jadikan pengalaman dan cerita saat di bangku SMP , Karena:
"Sebuah Pengalaman dari sebuah kegiatan , adalah bekal Berharga dalam mengarungi kehidupan"
Dan Juga ,
"Tidak ada perjuangan yang mudah.
Semua kesuksesan harus diraih dengan susah payah.
Barulah merasakan hasil yang kita raih adalah sesuatu yang sangat berharga".
Sekian Dari Saya.
Semoga Cerita Saya Ini bisa Menginspirasi Kalian supaya mempunyai sifat Optimis.
Kalian harus yakin!.
Selama Tuhan masih berada di sisi kita , maka tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.