Di dalam gelap dan sunyinya malam ku tulis cerita ini. Cerita kehidupan nyata seseorang yang tak ku sebutkan namanya.
Tapi ku mohon,tolong bantu dia. Berikan dia semangat untuk hidup,berikan dia semangat untuk menjalani kerasnya kehidupan ini.
Semoga kalian selalu bahagia,Ini lah kisahnya yang selalu menangis dalam diam dan dalam gelapnya malam yang mencekam serta dalam dinginnya malam yang menusuk hingga ke tulang tulang ,dalam derasnya hujan ia berteriak...
TUHAN AKU INGIN BAHAGIA
•••
Ayah...
Ibu...
Tahukah kalian jika aku menderita?
Aku bukan anak broken home,Tapi aku haus akan kasih sayang.
Kalian tidak bercerai. Rumah tangga kalian baik baik saja, hanya aku yang menderita. Kalian tak pernah menyayangi ku lagi, semenjak adik lahir.
Kalian yang selalu mengabaikan ku, Kalian yang selalu menyalahkan ku, Kalian yang hanya menganggap ku beban.
Tahukah kalian jika hati ini tersakiti ?. Tahukah kalian apa yang aku rasakan ?. Bagimu semua yang aku lakukan salah.
Bukankah aku ini juga anak kalian?
Aku rindu kasih sayang kalian!!!
Terutama kau ibu...
Bukankah kau yang selama sembilan bulan sepuluh hari mengandung ku?
Bukankah aku hasil dari buah cinta kalian?
Kalian hanya terus menyalahkan ku,tanpa tau kejadian yang sebenarnya itu bagaimana.
Jujur aku iri pada teman teman ku. Bukan karena harta yang mereka miliki,tapi keharmonisan keluarga mereka.
Teman teman ku yang sering berbelanja bersama ibunya,yang sering makan malam bersama keluarganya dengan penuh canda dan tawa.
Yang selalu berbagi kisah dengan keluarga. Yang selalu berkumpul bersama di waktu kosong.
Aku iri dengan mereka. Tapi apalah dayaku yang hanya di anggap anak beban keluarga.
Aku lelah Ayah...!!!
Aku lelah ibu...!!!
Pernah terbesit di otak ku untuk mengakhiri diri,namun itu semua tak ku lakukan. Karena aku masih percaya Tuhan,yang akan adil pada semua makhluknya.
Pisau dan silet adalah teman bagiku. Teman ku mengisi kesepian dan kekosongan.
Aku butuh kalian keluarga ku...!!!
Namun sepertinya kalian sudah tidak pantas di anggap keluarga.
Bukankah keluarga adalah tempat mengadu,tempat kita menyampaikan keluh kesah,tempat kita mendapatkan solusi dari setiap permasalahan kita.
Aku tidak mendapatkan itu dari keluarga ku. Aku hanya mendapatkan hati yang tersakiti dan tercabik cabik.
Hanya mendapatkan air mata yang selalu ku tahan dan ku sembunyikan di balik senyuman manis dan ceria.
Rumah...?!!
Rumah seharusnya tempat berteduh. Tempat kita merasakan kebersamaan kita bersama keluarga kita. Tempat kita menghangatkan diri dari hujan,tempat kita berteduh saat panas.
Tapi bagiku rumah adalah neraka..!!
Neraka yang membunuh ku secara perlahan dengan menyisakan luka batin yang amat mendalam.
Jujur aku lelah dengan ini semua..!!
Aku lelah hidup seperti ini..!!
Harus tertawa di saat hati sedang menangis.
Harus tersenyum bahagia di saat hati sedang mengeluarkan air mata.
Harus ceria di saat hati terluka.
Harus bahagia di saat hati sedang bersedih.
Kalian menganggap ku apa?
Boneka kah?
Pembawa sial kah?
Beban keluarga kah?
Aku ingin bahagia, aku ingin menangis dalam dekapan mu ibu. Aku ingin memeluk mu. Aku ingin melihat senyum menguatkan dari mu.
Ayah aku ingin memelukmu di saat kamu pulang bekerja. Aku ingin mendapatkan kecupan di pipi saat kau pulang kerja.
Aku ingin kasih sayang kalian semua.
Ayah ibu aku rindu kebahagiaan ku. Aku rindu semuanya.
Bukan mengatakan 'Im Fine' aku baik baik saja di saat aku sedang terluka.
Kalian semua yang ku anggap keluarga ku apakah kalian akan peduli nantinya jika aku mati.
Apakah kalian juga akan menangis saat aku mati?
Ku harap kalian jangan sampai menangis dan menyesali semuanya. Karena itu semua sudah terlambat.
Salam dari ku Bu,Yah,Dek, Nek,Kek dan semua orang yang pernah ada di hidup ku yang merasakan menangis setelah tersenyum.
Terimakasih atas semuanya,kalian yang telah membuatku ada,kalian yang membuatku merasakan tangisan keputusasaan.
Terimakasih atas semuanya...
Semoga kalian selalu bahagia. Aku menyayangi kalian walau mungkin kalian tidak.
Salam dari ku anak kecil berumur 13 tahun di awal tahun 2021 ini yang mencoba menguatkan hatinya,yang mencoba membuatnya tegar,yang mencoba terlihat bahagia,yang mencoba menutupi berbagai luka yang selalu menghujam hatinya bagaikan belati yang semakin lama menancap semakin dalam.
Mungkinkah jika aku pergi kalian akan peduli.
Tapi tenang saja,aku tak akan pergi dengan membawa luka ini,aku akan tetap di sini dan merasakan luka ini dalam kesendirian ku.
Semoga kalian selalu bahagia dan selalu sehat.
•I LOVE YOU MY FAMILI•
Aku menyayangi kalian orang orang yang hanya menganggap ku sampah dan beban.
Tuhan tolong kuat kan lah hati ini.
Salam dari Al
29 April 2021
00.00
Aku hanya ingin menyampaikan sebuah pesan singkat:
Berbahagialah kalian saat ini dan seterusnya. Cukup aku yang merasakan ketidak adilan ini.
Tolong jangan buat adik ku merasakannya.
Cukup aku yang merasakan trauma ini.
Semoga kalian bahagia selalu. Aku menyayangi kalian kelurga ku.
Semoga suatu saat nanti aku mendapatkan seseorang yang bisa membahagiakan ku.
Aku sudah tak percaya cinta. entah kapan aku akan kembali percaya dengan cinta.
Untuk saat ini aku tak mau merasakan cinta sesaat seperti teman temanku. Sudah cukup aku merasakan pedihnya keluarga ku,aku tak mau merasakan pedih dan sakitnya cinta sesaat.
My Best Friends Forever
hanya kalian orang yang selalu menguat kan ku disaat aku lemah dan putus asa.
Semoga kamu segera bahagia di usiamu yang ke 15 tahun ini. semoga kamu bahagia.